[Posbar BBI] Baca Di Mana Aja

Tags

, , ,

Okey. Dari sejarah per-posbar-an sepanjang tahun 2016 ini, bulan November adalah yang paling suliiit buat saya. Kalau sebelum-sebelumnya, baca bareng dengan tema apapun, saya jabanin deh. Malah kalau yang agak aneh, saya suka menganggapnya challenge aja, biar seru.

Tapi bulan ini memang terbukti cukup sulit. Ada dua tantangan yang saya hadapi:

  1. Nyari orang baca buku di tempat umum tuh udah susaaaaah banget. Rata-rata orang biasanya megang HP atau gadget lainnya kalau sedang duduk menunggu di tempat umum. Jadi memang menemukan orang yang baca buku secara random itu cukup sulit di Jakarta. Beda banget tuh sama segala macem Hot Dudes Reading di Instagram yang kayaknya tiap hari nemu aja cowok ganteng lagi baca buku di subway.
  2. Kalaupun sudah ketemu satu orang yang sedang baca buku di tempat umum, biasanya saya cukup jiper untuk nyamperin dan ngajak ngobrol-ngobrol. Selain karena merasa awkward, juga agak takut mengganggu karena saya sendiri sudah pernah merasakan diganggu orang saat baca di tempat umum dan bikin bete😄

Anyway.

Kedua tantangan tadi menyebabkan hasil posbar bulan ini memang kurang maksimal. Saya memang berhasil menangkap dua orang pembaca buku di tempat umum selama bulan ini, tapi pada akhirnya nggak sempat ngobrol-ngobrol dengan mereka, jadi memang kurang keren sih investigasinya, hahaha. Dan karena foto-fotonya saya ambil secara diam-diam ala paparazzi, terpaksa deh wajah-wajah yang bersangkutan saya sembunyikan ya…Daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan😄

posbar-nov1-edit

Korban pertama saya tangkap di airport Adisucipto, Yogyakarta, saat sedang menunggu pesawat kembali ke Jakarta. Kalau kamu sangka mencari orang yang baca buku di ruang tunggu airport yang super besar itu gampang, kamu salah banget! Karena dari ratusan orang yang berjejalan di sana, hampir semua sibuk dengan gadget masing-masing. Sampai akhirnya saya menemukan sesosok perempuan yang asik baca buku, tidak peduli dengan sekitarnya. Saya berusaha mengintip buku yang sedang dibacanya tapi nggak sukses. Yang pasti, bukunya novel berbahasa Inggris. Sampai sekarang, saya cukup nyesel juga kenapa saya nggak menyapa cewek ini. Siapa tau kan, tertarik jadi anggota BBI, ya!😀

posbar-nov2-editKorban kedua, lebih random lagi. Saya lagi nungguin ujan brenti sore-sore di depan kantor, dan pas di jendela yang menghadap cafe di lobby, saya menangkap seorang cewek bule sedang ngopi sore sambil baca buku. Bukunya juga nggak jelas apaan karena waktu itu posisi saya di balik jendela cafe😄 Ditilik dari ukurannya sih, seperti mass market paperback. (Sotoy)

Anyway, begitulah perjalanan saya mencari para pembaca buku di belantara Jakarta (dan luar Jakarta). Ternyata tidak semudah yang dibayangkan, plus saya mesti lebih banyak latihan deh pokoknya. Salut sama adminnya akun-akun Instagram yang bisa dengan santai menyetop orang sana-sini dan mengobrol ria. Padahal, saya mantan wartawan lho! Tapi sepertinya skill untuk doorstop orang dan menginterview sudah mulai memudar. Hahahaha!

Submitted for:

Banner Posbar 2016

The Girl of Ink & Stars by Kiran Millwood Hargrave

Tags

, , , , , , ,

girl-of-ink-starsJudul: The Girl of Ink & Stars

Penulis: Kiran Millwood Hargrave

Penerbit: Chicken House (2016)

Halaman: 228p

Beli di: Book Depository (IDR 103k)

Kisah ini terjadi di sebuah pulau bernama Joya. Duluuuu sekali, Joya adalah tempat yang menyenangkan. Pulau ini selalu berpindah-pindah tempat, mengapung di lautan, tak pernah ada hari yang membosankan dari kehidupan di sana. Terdiri dari hutan, sungai, pantai dan beberapa desa yang penduduknya ramah-ramah, Joya bisa dikatakan menyerupai Taman Firdaus.

Namun, suatu hari Pulau Joya berhenti bergerak. Kehidupannya menjadi suram. Menurut legenda, ini karena adanya makhluk mengerikan bernama Yote yang menginginkan Joya untuk dikuasainya sendiri.

Sejak saat itu, Joya menjadi pulau yang menyedihkan, terlebih setelah kedatangan seorang Gubernur lalim yang mengisolasi Joya dari dunia luar, bahkan melarang hubungan antar desa dan mengklaim daerah-daerah di luar perbatasan sebagai daerah yang terlarang.

Isabella adalah anak seorang pembuat peta yang tinggal di desa Gromera yang dikuasai oleh sang Gubernur. Ia bersahabat dengan Lupe, anak Gubernur tersebut yang baik hati, tidak seperti ayahnya.

Keinginan terbesar Isa adalah bisa memetakan seluruh Pulau Joya, bahkan bagian-bagiannya yang dinyatakan sebagai daerah terlarang, karena memang, belum ada satu pun peta yang berhasil menggambarkan keseluruhan Pulau Joya. Namun ia tahu, cita-citanya itu bisa dikatakan mustahil, terlebih selama Gubernur masih berkuasa.

Suatu hari, insiden menghampiri kehidupan Isa saat Lupe tiba-tiba menghilang. Isa bertekad untuk mencari Lupe, meskipun itu berarti ia harus pergi menghampiri tempat-tempat yang selama ini terlarang baginya.

Mengandalkan kemahirannya membaca dan membuat peta, Isa pun terjun ke dalam petualangan tak terlupakan di Pulau Joya. Namun- siapa yang menyangka, pencarian tersebut berubah menjadi petualangan yang menyeramkan, ketika tiba-tiba saja Yote si makhluk dari legenda Joya muncul kembali?

The Girl of Ink & Stars adalah jenis buku petualangan fantasi untuk middle grade yang menyenangkan, seru, dan memiliki setting yang amat menarik. Tidak seperti kebanyakan fantasi middle grade, pengembangan karakter di buku ini dilakukan dengan cukup serius.

Isabella bukan sekadar tipikal karakter anak perempuan yang berani dan nekat, tapi punya flaws sendiri: tidak percaya diri, ragu-ragu, dan suka menyimpan ketakutan. Namun ia optimistis dan setia kawan, dan nilai-nilai itulah yang semakin ditunjukkan selama petualangannya berlangsung.

Saya juga suka dengan karakter-karakter pendukung di buku ini, terutama Lupe sahabat Isa. Karakternya bukan stereotype anak orang kaya yang menyebalkan, tapi memiliki kelebihan-kelebihan yang membuat persahabatannya dengan Joya semakin unik.

Buku ini juga memiliki ending yang pas menurut saya, tidak terlalu diburu-buru dan penyelesaiannya pun cukup realistis (untuk ukuran buku fantasi, hahaha).

The Girl of Ink & Stars adalah karya debut yang menjanjikan dari penulisnya, dan saya berharap akan mendengar lebih banyak lagi tentang karya-karya Kiran Millwood Hargrave. Sepertinya sekuel tentang Joya dan petualangan Isabella masih mungkin akan terdengar kembali🙂

 

Wishful Wednesday [213]

Tags

, , , , ,

wishful wednesday

Halooo… Welcome back to Wishful Wednesday!!! Maafkan keterlambatan posting, seharian sibuk berat sampai nggak inget untuk posting😀

Minggu ini… ada another bookish temptation, kali ini dalam bentuk Moleskines notebook yang menggoda, yang baruuu saja meluncurkan beberapa model baru bertema Harry Potter- dan Limited Edition pulaaaa! Huhuhu…

Yang bikin mupeng ada dua:

  1. Marauder’s Map Moleskine

moleskines-marauder1moleskines-marauder2

 

2. Expecto Patronum Moleskine

expecto-moleskines1

expecto-moleskines2

Keren kaaan kaaan kaaan… hikshiks… Limited Edition ini bisa dibeli di website Moleskine atau di Amazon. Harganya sih masih ok lah ya USD 25-an. Tapi sayangnya ongkirnya itu yang seperti biasa menjadi hambatan hahaha.. Sementara kalo nunggu masuk ke sini, biasanya harganya juga udah selangiiit… Dilema, dilema😄

Share WW mu juga ya!

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

 

Wishful Wednesday [212]

Tags

, , , ,

wishful wednesday

Selamat datang kembali hari Rabu! Hari ini, Amerika (dan sebagian besar dunia) sedang deg-degan menunggu hasil pemilihan presiden yang berlangsung tanggal 8 November kemarin. Dan pemilu tahun ini mungkin adalah salah satu yang paling gila, paling banyak black campaign, sekaligus kedua kandidatnya sama-sama penuh kontroversi.

Saya sendiri lebih merasa sedih karena sebentar lagi akan kehilangan sosok Barack Obama, salah satu presiden Amerika Serikat yang paling cool, keren, dan karismatik yang pernah ada di Gedung Putih.

Obama sendiri sudah menulis beberapa buku, ada yang merupakan memoirnya, kumpulan pidato dan juga essay. Tapi satu buku yang saya kepingin banget baca dan belum kesampaian adalah buku yang ditujukan untuk anak-anak perempuannya. Obama sendiri memang terkenal sebagai sosok family man yang sepertinya layak menyandang gelar ayah ideal.

Of Thee I Sing: A Letter to My Daughters:

of-thee-i-singIn this tender, beautiful letter to his daughters, President Barack Obama has written a moving tribute to thirteen groundbreaking Americans and the ideals that have shaped our nation. From the artistry of Georgia O’Keeffe, to the courage of Jackie Robinson, to the patriotism of George Washington, President Obama sees the traits of these heroes within his own children, and within all of America’s children.

Breathtaking, evocative illustrations by award-winning artist Loren Long at once capture the personalities and achievements of these great Americans and the innocence and promise of childhood.

This beautiful book celebrates the characteristics that unite all Americans, from our nation’s founders to generations to come. It is about the potential within each of us to pursue our dreams and forge our own paths. It is a treasure to cherish with your family forever.

Siapapun yang akan terpilih hari ini – semoga tidak akan membuat dunia menjadi lebih buruk. Cheers to Obama and his 8-year of wonderful service🙂 Pssst… mungkinkah Michelle akan mencalonkan diri juga di future election?😀

Yuk, share WW mu juga!

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

 

 

Rumah Kertas by Carlos Maria Dominguez

Tags

, , , , , ,

rumah-kertasJudul: Rumah Kertas

Penulis: Carlos Maria Dominguez

Penerjemah: Ronny Agustinus

Penerbit: Marjin Kiri (2015)

Halaman: 76p

Beli di: Marjin Kiri Shop

Seorang profesor sastra di Universitas Cambridge tewas ditabrak mobil saat sedang berjalan sambil membaca buku. Tak lama kemudian, rekan sekerjanya dikejutkan oleh sebuah paket yang ditujukan untuk sang profesor yang telah meninggal. Isi paket tersebut, yang datang dari Uruguay, adalah sebuah buku karya Joseph Conrad, yang anehnya dipenuhi oleh serpihan semen kering. Di halaman depannya, terdapat tulisan si profesor yang diperuntukkan kepada sebuah nama tak dikenal, Oscar.

Rasa penasaran membawa si rekan menelusuri Uruguay, dan bertemu dengan beberapa pencinta buku garis keras yang memiliki keunikan luar biasa.

Buku tentang buku selalu menyenangkan dan merupakan salah satu topik favorit saya. Rumah Kertas adalah buku yang termasuk berhasil menyelami hati para pencinta buku, dan bahkan menusuknya dengan kutipan-kutipan yang sangat relate dengan kaum ini.

Buku ini mengajak kita menelusuri sifat mendasar manusia kutu buku: menganggap buku sebagai hal paling berharga dalam hidup, tujuan dari eksistensinya di dunia, harta benda yang mengalahkan segalanya. Kaum ini bersedia mengumpulkan buku demi buku hingga tak sadar sudah memenuhi setiap jengkal rumahnya dengan tumpukan yang menggunung, bahkan tak jarang buku-buku ini menjajah ruangan-ruangan seperti kamar tidur dan kamar mandi.

Pengorbanan yang dilakukan para kutu buku ini juga tak kira-kira: bersedia pindah kamar tidur demi memberikan tempat yang layak untuk buku-buku, bersedia mandi air dingin demi supaya buku-buku di kamar mandi tak rusak akibat uap hangat- bahkan menganggap buku sebagai teman hidup yang sempurna, yang bisa menggantikan sosok manusia.

Namun seperti segala sesuatu di dunia, yang berlebihan itu tak selalu baik. Dan ada suatu titik dalam kehidupan para pencinta buku ini, di mana buku-buku sudah sedemikian menguasai jiwa dan raga mereka dan bahkan menjadi beban alih-alih teman. Apalagi jika sudah berhadapan dengan musuh-musuh seperti rayap, ngengat, banjir dan bocor, serta api yang bisa melalap habis kertas dalam sekejap. Kalau sudah dalam kondisi rusak, apa lagi fungsi buku selain sebagai onggokan sampah tak berguna?

Seluruh refleksi dalam Rumah Kertas sudah selayaknya menjadi pengingat sempurna bagi para pencinta buku, apalagi yang koleksinya sudah mulai mencapai jumlah tak sehat😀 Lebih baik dipikirkan lagi apakah buku-buku tersebut sudah mengambil alih hidup kita bahkan menjadi beban?

Saya sendiri banyak tertohok lho saat membaca buku ini :p Jadi kepikiran juga, apa yang akan menjadi nasib buku-buku ini bila suatu saat saya sudah tidak ada? Mungkin jawaban yang cukup bisa membantu adalah mulai mengganti kehadiran buku-buku fisik dengan e-book, tapi…. apakah kita sudah benar-benar rela kehilangan wujud ramah dan aroma menyenangkan dari buku-buku kita?

Satu hal yang menjadi masalah saya dengan Rumah Kertas adalah: kisahnya terlalu pendek! Memang buku (atau novella) ini sepertinya ditulis lebih sebagai simbol pengingat sekaligus merayakan kegilaan para pencinta buku. Namun saya kepinginnya sih kita dibawa lebih jauh menelusuri hidup Oscar supaya bisa merasa lebih relate dengannya, yahh… ada plot yang lebih seru begitulah..

Namun- seperti kehidupan, kadang kita harus puas dengan tidak adanya jawaban…

PS: satu hal yang luar biasa: cover buku ini juaraaaa😀

The Absolutely True Diary of a Part-Time Indian by Sherman Alexie

Tags

, , , , , , , , , , ,

diary-of-part-time-indianJudul: The Absolutely True Diary of a Part-Time Indian

Penulis: Sherman Alexie

Penerbit: Scholastic, Inc (2007),

Halaman: 230p

Beli di: Idle Books, Washington, DC (USD 4, bargain!)

This book is hilarious.

Junior adalah penghuni Spokane Indian reservation, seorang anak laki-laki remaja yang senang menggambar, cerdas, namun memiliki banyak masalah kesehatan (dari mulai otak yang dipenuhi air sampai mata yang nyaris tidak bisa melihat). Junior hidup di lingkungannya dan menjadi pengamat akan masa depan suram kaum Indian di Amerika, yang miskin, suka mabuk-mabukan dan berkelahi, serta selamanya tinggal di reservasi. Termasuk orang tuanya.

Karena sudah sangat putus asa, Junior mengambil keputusan nekat: ia minta dipindahkan ke sekolah anak-anak kulit putih yang terletak cukup jauh di luar reservasi, dan menjadi satu-satunya murid keturunan Indian di sana.

Beragam kejadian dialaminya, dari mulai penolakan dan bullying dari murid-murid di sekolah barunya, sampai penolakan dan bullying dari seluruh penduduk reservasi Spokane, yang menganggap Junior sebagai pengkhianat, termasuk sahabat karibnya, Rowdy. Namun Junior bertekad akan terus melangkah maju, karena menurutnya, kalau diberi kesempatan, ia akan bisa punya masa depan berbeda dari kaumnya yang lain.

Buku ini terdengar klise, tapi karena penyampaiannya yang kocak, apa adanya, plus ditambah dengan ilustrasi kreatif oleh Ellen Forney, menjadikannya jauh dari membosankan. Meski di beberapa bagian terlalu suram, namun bahasa dan humor yang ringan tetap membuat buku ini mudah untuk dinikmati.

The Absolutely True Diary of Part-Time Indian termasuk salah satu buku yang paling banyak di-ban di Amerika, karena berbagai alasan, seperti: mengandung topik pornografi dan seks yang dianggap tidak pantas untuk target pembacanya (middle grade/young adult), dianggap terlalu ekstrim mengupas tema rasisme dan agama, juga mengandung banyak kata-kata kasar dan vulgar.

Menurut saya, buku ini tetap luar biasa keren dan cocok dibaca oleh target pembacanya, meski memang lebih baik bila didampingi oleh orang dewasa. Bagaimanapun, Junior adalah anak muda yang kadang semangatnya memang terlalu menyala-nyala saat bercerita!😀

Wishful Wednesday [211]

Tags

, , ,

wishful wednesday

Welcome back to Wishful Wednesday! Maaf ya, minggu lalu WW nya absen karena saya tidak sempat membuat posting terjadwal, dan saya sedang training di luar kantor sepanjang minggu kemarin.

Minggu ini, saya lagi kepingin banget buku klasik berjudul If on a Winter’s Night a Traveller (Italo Calvino). Kenapa? Karena kebetulan, setiap kali membaca artikel tentang “rekomendasi buku” di beberapa website dengan tema berbeda, lagi-lagi buku ini muncul sebagai yang direkomendasikan. Baik karena model penulisannya yang unik, temanya yang tentang buku, dan lain-lain yang pokoknya bikin penasaran.

if-on-a-winterItalo Calvino’s masterpiece combines a love story and a detective story into an exhilarating allegory of reading, in which the reader of the book becomes the book’s central character.
Based on a witty analogy between the reader’s desire to finish the story and the lover’s desire to consummate his or her passion, If On A Winter’s Night A Traveller is the tale of two bemused readers whose attempts to reach the end of the same book, If On A Winter’s Night A Traveller by Italo Calvino, of course, are constantly and comically frustrated. In between chasing missing chapters of the book, the hapless readers tangle with an international conspiracy, a rogue translator, an elusive novelist, a disintegrating publishing house, and several oppressive governments. The result is a literary labyrinth of storylines that interrupt one another – an Arabian Nights of the postmodern age.

Penasaran bangeeet, soalnya rata-rata reviewnya juga oke.

Kalau kamu, apa WW mu minggu ini? Share yuk!

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

 

[Posbar BBI] Supernatural ala Agatha Christie

Tags

, , , , , , , , , , ,

hound-of-deathJudul: The Hound of Death (Anjing Kematian)

Penulis: Agatha Christie

Penerjemah: Tanty Lesmana

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan keempat, 2014)

Halaman: 336p

Beli di: @HobbyBuku (bagian dari Boxset Agatha Christie)

Merayakan Halloween dan Posting Bareng BBI bulan Oktober ini yang bertema “Supernatural”, saya memutuskan untuk menelaah beberapa cerita Agatha Christie yang sifatnya menyerempet-nyerempet hal-hal gaib. Sebenarnya sih karena memang saya orangnya penakut dan nggak berani membaca cerita yang murni horor, jadilah saya mencari sesuatu yang masih dalam batas keberanian saya ;p

Kebetulan di buku Hound of Death, atau yang diterjemahkan oleh GPU sebagai Anjing Kematian, terdapat beberapa cerpen yang temanya lebih ke arah supernatural dan bukan pembunuhan biasa. Ada juga sih, kisah-kisah pembunuhan khas Agatha, tapi karena tema posbar kali ini adalah Supernatural, maka saya akan membahas kisah-kisah dengan tema “gaib” saja ya🙂

Anjing Kematian

Suster Marie Angelique disebut-sebut memiliki kekuatan gaib, karena bisa memancarkan energi misterius dan meramalkan masa depan, terutama kejatuhan dunia lewat orang-orang yang memiliki ‎tanda akhir zaman. Setiap kali Suster Marie Angelique terlibat suatu kejadian, ada tanda anjing hitam besar yang tertinggal di sana. Namun apakah benar itu pertanda akhir dunia?

Orang Keempat

Kasus kepribadian ganda yang dipadukan dengan unsur supernatural, di mana seorang gadis bodoh namun kejam, suatu hari dirasuki oleh kepribadian luar biasa seorang temannya yang sudah meninggal, yang bisa bernyanyi dalam berbagai bahasa dan memiliki kemampuan akting mumpuni. Di sini, Christie bermain-main dengan ide “raga” sebagai wadah tempat bersemayamnya “jiwa”, dan apakah mungkin satu wadah bisa ditempati beberapa jiwa yang berbeda.

Sang Gipsi

Ramalan seorang Gipsi dalam cerita ini selalu tepat, dan akhirnya malah berujung pada tragedi. Apakah kemampuan melihat masa depan betul-betul ada?

Lampu

Ini adalah satu-satunya kisah dalam buku ini yang murni tentang hantu dan sukses membuat saya merinding ketakutan, bahkan setelah selesai membacanya. Kisahnya tentang satu keluarga yang pindah ke sebuah rumah yang kabarnya dihantui oleh anak laki-laki yang selalu bersedih. Sang Ibu yang selalu praktis tidak percaya dengan rumor tersebut, tapi ketika anak laki-lakinya mulai berteman dengan seorang “anak laki-laki yang kesepian”, perasaan si Ibu mulai terganggu. Dan ending buku ini, sukses membuat saya ketakutan setengah mati!

Kasus Aneh Sir Arthur Carmichael

Sir Arthur yang kaya dan masih muda, tiba-tiba ditemukan berkeliaran di desa, linglung dan tidak bertingkah laku seperti manusia. Sementara itu, sesosok penampakan kucing kelabu sering terlihat di rumah Sir Arthur. Apakah ada hubungan antara kedua fenomena tersebut?

Panggilan Sayap-Sayap

Seorang jutawan kaya yang sangat terikat oleh kehidupan mewah dan harta bendanya, suatu hari terpikat oleh pemusik jalanan tak berkaki yang memainkan musik misterius yang serasa membawanya terbang ke awang-awang. Semakin si jutawan mendengar lagu tersebut, semakin sadarlah ia bahwa harta kekayaannya selama ini sudah membelenggunya. Suatu keputusan drastis mengubah total kehidupan jutawan tersebut.

Yang Terakhir

Ini satu lagi kisah yang membuat saya merinding ngilu. Dan endingnya! Tak habis pikir saya mengapa Agatha Christie kadang memiliki imajinasi yang sangat gelap. Ceritanya tentang seorang medium terkenal di Paris, yang sudah berencana ingin pensiun. Hari ini adalah appointmentnya yang terakhir dengan seorang klien, yaitu ibu-ibu mengerikan yang kelewat berduka sepeninggal anak perempuannya. Apakah yang akan dialami si medium di tugasnya yang terakhir ini? Yang pasti, sesuatu yang mengerikan!

Dari kisah-kisah di atas, saya bisa menyimpulkan kalau Agatha Christie, selain mahir menciptakan kisah-kisah misteri pembunuhan, juga cukup piawai dalam menulis cerita-cerita horor! Memang tidak semuanya mengerikan dan dipenuhi hantu-hantu (hanya Lampu lah yang benar-benar merupakan kisah hantu), tapi sisanya juga sukses membuat saya merinding karena ke-bizzare-annya.

Christie terutama suka bermain-main dengan misteri hidup yang tidak terpecahkan: indra keenam, kerasukan, kepribadian ganda, bahkan beberapa legenda seperti tentang kaum Gipsi atau makhluk dongeng semacam Pan. Semuanya dipadukan menjadi kisah-kisah yang unik, tidak biasa, dan memang tidak seperti yang dibayangkan orang-orang tentang karya Agatha Christie. Ada beberapa kisah lain dalam buku ini yang menggunakan unsur supernatural sebagai background cerita, tapi ternyata kisahnya “hanya” pembunuhan biasa, karena itu tidak saya masukkan ke dalam postingan ini.

Namun terlepas dari suka atau tidaknya para penggemar Christie terhadap kisah-kisah supernatural ini, saya bisa berkomentar kalau Christie memang seorang penulis jempolan dengan imajinasi tingkat tinggi!

Submitted for:

Banner Posbar 2016

 

Wishful Wednesday [210] – Litographs!

wishful wednesday

Selamat hari Rabu! Kehebohan Big Bad Wolf di Surabaya minggu ini sudah menyebar sampai ke Jakarta, banyak orang-orang (termasuk member BBI) yang bersedia menerima titipan dengan fee yang terjangkau😀 Karenanya, mari kita tinggalkan sejenak wishlist buku-buku, dan melipir dulu ke… bookish stuff.

Sudah agak lama saya nggak posting wishlist bookish stuff di Wishful Wednesday, dan karena kemarin saya baru nemu satu website yang bikin ngiler, saya taro di sini dulu deh sebagai wishlist.

Litographs adalah gabungan sempurna dari literatur dan seni. Produk-produknya seperti t-shirt atau scarf dibuat ilustrasinya menggunakan kata-kata yang diambil dari buku yang bersangkutan. Ini beberapa contoh yang bikin saya mupeng:

alice-litographlitographwonder-litographJadi motif yang tercetak di produk t-shirt, totebag atau syal itu, terdiri dari kata dan kalimat yang diambil dari buku yang bersangkutan, yang nantinya akan membentuk motif baru yang sesuai tema buku tersebut. Keren banget kaaaaannnn… Memang sih, banyak yang bilang “Toh nggak akan kebaca juga kalau dari jauh”… Tapi… as a tribute to your favorite literature, these products are real gems!

Seperti biasa, kendala memesan produk-produk dari luar adalah ongkirnya yang kadang mahalnya mengalahkan harga produk, plus nggak ketauan pula bisa sampai dengan selamat atau enggak. Mungkin lebih baik titip seseorang yang bakal datang ke sini sebagai percobaannya😀

Share WW mu juga yuuuk!

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

 

The Picture of Dorian Gray by Oscar Wilde

Tags

, , , , , ,

dorian-grayJudul: The Picture of Dorian Gray

Penulis: Oscar Wilde

Penerbit: Penguin Books (1994, first published 1891)

Halaman: 256p

Borrowed from Fanda

Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kalinya saya membaca (dan mereview) buku klasik. ‎Buku klasik memang tricky, kadang ceritanya bagus tapi bahasa Inggrisnya njelimet. Membaca terjemahan, kadang susah dapat feelnya, karena keterbatasan penggunaan bahasa yang berbeda. Ada juga yang pesan-pesannya bagus, tapi narasinya membosankan. Makanya saya agak pemilih untuk urusan buku klasik.

Kebetulan buku yang saya baca kali ini, The Picture of Dorian Gray, sudah saya pinjam dari Mbak Fanda lebih dari satu tahun yang lalu (sungkem mohon maaf). Jadi memang sepertinya sudah harus dibaca dan dikembalikan😀

Saya mendengar banyak puja puji tentang novel Oscar Wilde yang disebut-sebut sebagai karyanya yang paling fenomenal ini. Apakah verdictnya sesuai ekspektasi?

Dorian Gray adalah seorang laki-laki muda yang baru saja mendapatkan warisan dari keluarganya. Kaya raya, masuk dalam golongan upper class, ditambah dengan wajahnya yang luar biasa ganteng dan pembawaannya yang polos menyenangkan, menjadikan Dorian sebagai favorit semua orang.

Tak terkecuali Basil Hallward, pelukis jenius yang tak kuasa melawan pesona Dorian, dan menjadikan Dorian sebagai model lukisannya yang terbaru, bahkan mengidolakannya dengan berlebihan. Suatu hari, saat Dorian sedang berpose untuk Basil di studio lukis, ia diperkenalkan dengan Lord Henry, teman Basil yang berasal dari golongan bangsawan. Lord Henry adalah seorang pria nyentrik yang gemar mengamati kehidupan, menganalisis kepribadian orang-orang sekitarnya dan menikmati drama-drama yang terjadi di sekelilingnya.

Lord Henry menganggap Dorian Gray, dengan segala kenaifannya, sebagai studi kasus yang menarik. Ia mulai mempengaruhi Dorian lewat pandangan-pandangan sinisnya tentang kehidupan, kemewahan yang dibawa oleh masa muda, serta betapa beruntungnya orang-orang yang tidak akan menjadi tua.

Pandangan tersebut sangat membekas pada diri Dorian, sehingga saat lukisan dirinya selesai, ia memanjaatkan permohonan agar ia bisa selalu semuda dan sepolos sosok dalam lukisan itu, sementara lukisannya sendirilah yang akan bertambah tua dan jelek.

Tak disangka, permohonan Dorian terkabul, dan hari demi hari, tahun demi tahun, lukisan tersebut semakin menampakkan jiwanya yang menggelap, sementara Dorian sendiri tetap tampil muda dan polos, meski tak terhitung lagi sudah berapa kali ia menyakiti orang-orang dan menyebabkan berbagai skandal dan tragedi di sekelilingnya. Semakin ia melihat potret dirinya yang mengerikan, semakin bersemangat Dorian untuk menjadi jahat, kejam dan mengerikan, seolah menjual jiwanya pada dunia gelap untuk memperoleh wajah dan penampilan yang selalu cemerlang.

Oscar Wilde adalah salah satu pionir penulis klasik abad ke-19 yang berani mengkritik moralitas kaum borjuis Inggris, yang dinilainya penuh dengan kemunafikan. Penampilan luarlah yang dinilai, sementara sifat-sifat baik seseorang seolah tidak ada artinya. Wilde dengan berani mengangkat tema yang cukup sensitif di jamannya ini melalui metafora pergumulan Dorian Gray melawan kegelapan hatinya, yang diwakili oleh lukisan karya Basil.

Beberapa simbol dan motif yang digunakan dalam buku ini (lukisan vs cermin, seni sebagai alat pemengaruh-baik melalui buku maupun lukisan), cukup jelas terlihat dan tidak disampaikan dengan terlalu rumit seperti banyak buku klasik lainnya, membuat saya bisa terhubung dengan lebih mudah pada cerita Dorian Gray.

Ada beberapa bagian, terutama yang mengangkat kontemplasi Dorian Gray terhadap pergumulan internalnya, juga pengamatan Lord Henry dan curahan hati Basil Hallward, agak terlalu panjang sehingga lumayan membosankan. Tapi bagian-bagian lainnya, terutama dialog Dorian dan Lord Henry yang dibuat witty, cukup bisa mengundang tawa. Saya sendiri jadi lumayan penasaran dengan edisi terjemahan bahasa Indonesianya yang menurut beberapa review dinilai cukup baik. Karena tidak mudah lho, menerjemahkan kisah klasik seperti Dorian Gray yang cukup kental simbolismenya.

Satu lagi yang cukup menarik bagi saya adalah tema homoseksual yang disampaikan Wilde dengan cukup subtle. Kekaguman Basil terhadap Dorian yang sudah seperti rasa cinta, serta hubungan Lord Henry dan Dorian yang lebih dari sekadar sahabat- semuanya merupakan pandangan Wilde, yang juga seorang gay, terhadap kepalsuan gaya hidup kaum borjuis Inggris saat itu, yang menyembunyikan semua hal yang belum diterima oleh masyarakat umum. Studi yang cukup menarik sebenarnya bila digali lebih dalam.

 

Happy Birthday, Oscar!

Ternyata, saya menyelesaikan buku ini tepat di hari ulang tahun Oscar Wilde, yaitu tanggal 16 Oktober. Oscar dilahirkan tahun 1854 di Dublin, Irlandia, dan pindah ke Inggris saat kuliah di Oxford di pertengahan 1870-an. Oscar menulis banyak puisi, sonet dan play, tapi karyanya yang paling terkenal adalah novel The Picture of Dorian Gray.

Di tengah puncak kariernya, Oscar tersandung skandal saat kedapatan berhubungan dengan anak Marquees Queensberry, Douglas Queensberry. Oscar dituduh melakukan perbuat asusila dan tindakan kriminal sodomi, yang akhirnya berlanjut ke beberapa pengadilan, disusul pula oleh kasus lain sejenis. Tragedi ini berakhir dengan Oscar yang dipenjara selama dua tahun atas tuduhan tersebut.

Banyak kontroversi mengenai apakah sebenarnya Oscar Wilde adalah seorang homoseksual, karena ia juga menikah dan memiliki anak-anak (yang akhirnya tercerai dari dirinya setelah Wilde dipenjara). Yang jelas, hukum di Inggris saat itu membuat Wilde harus mengalami kejadian pahit yang nantinya akan terus membekas di dirinya, bahkan mempengaruhi kesehatannya selama di penjara dan setelah keluar dari penjara, hingga meninggal di pengasingan pada tahun 1900. What a life.