Wishful Wednesday [204]

Tags

, , , , ,

wishful wednesday

Halo! Welcome back to Wishful Wednesday setelah minggu kemarin absen karena tanggal merah kemerdekaan🙂

Masih ingat karya Sophie Hannah yang menulis cerita Poirot? Sebenarnya saya agak-agak kecewa dengan buku itu karena kurang sesuai ekspektasi. Tapi karena Hannah akan menerbitkan buku yang kedua dan masih tentang Poirot, dan saya nggak bisa menolak segala hal yang berkaitan dengan detektif idola saya itu, maka sepertinya saya masih akan baca buku keduanya ini: Closed Casket.

The world’s most famous detective – and Agatha Christie’s most famous creation – returns in this new novel from the New York Times bestselling author of The Monogram Murders: a diabolically clever mystery soaked in period atmosphere and loaded with clues, suspense, and danger.

closed casket

Sepertinya saya belum nemu sinopsis yang lebih lengkap dari ini, karena bukunya pun baru mau terbit di bulan September. Tapi setau saya, GPU sudah siap menerbitkan terjemahannya di bulan yang sama, yeay! Semoga saja lebih seru dibandingkan buku pertama..

Oiya, saya ingat bulan lalu pernah janji untuk membuat giveaway dalam rangka memperingati anniversary blog Books to Share yang ke-7. Stay tuned ya minggu depan😀

Sekarang, ikutan share WW mu juga yuk!

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

 

Harry Potter and The Cursed Child by John Tiffany and Jack Thorne

Tags

, , , , , ,

cursed child

Title: Harry Potter and The Cursed Child

Writers: John Tiffany and Jack Thorne (based on J.K Rowling’s original story)

Publisher: Arthur A. Levine Books (Special Rehearsal Edition Script, 2016)

Page: 327p

Bought at: Amazon (USD 17, bargain, thanks MacKenzie!)

This is perhaps one of the most anticipated books of the year, especially for all Potterheads out there. It’s claimed as the 8th book of Harry Potter and started just as the 7th book finished.

For you who always wonder what happens after Harry took his children to Hogwarts Express that day, this book is like the answer to your prayers.

I was very excited myself. But after reading it – I was torn.

First of all, I am a true Potterhead and I eat everything Rowling could offer to satisfy my hunger of this world: from short stories in Pottermore to the latest tweets and discussions about Harry Potter, just count me in. I love to speculate, dream and think about Harry and his friends and the world that awaits them post Voldemort’s defeat.

This book though- I’m not too sure about it. Even though I jumped right ahead and asked my friend in the US to order it for me (using her Amazon Prime too, so it comes with discount)- I still felt unsure whether I would like it or not, maybe because it reminds me a lot of all Hollywood flicks that have too many sequels.

The story itself is pretty decent- not mind-blowing, but still OK. Just like its title showed, this is a book about Harry’s second child, the one with very assuming name: Albus Severus Potter. Albus, unlike Harry’s first child James (of course), is an introvert, gloomy child who always feels he doesn’t live up to Harry’s (and other people’s) expectations. Of course this could be just a middle child problem (shout out to all middle kids out there!), but considering he’s the son of Harry Potter, Albus loves to spice things up a bit and creates more problems than it was necessary.

First of all: Albus doesn’t belong in Gryffindor. Then, his best friend is Draco Malfoy’s son, Scorpius. Albus can’t play Quidditch and in general, he hates Hogwarts. So it’s not a very original idea when he asked Scorpius to runaway from Hogwarts Express on their third year, go to steal an illegal Time Turner that Ministry of Magic just discovered, using it to go back to the past to save Cedric Diggory based on Cedric’s father’s plea, and basically make the magic world great again. They were accompanied by Cedric’s cousin, a mysterious older girl named Delphi.

But -as Hermione, the current Minister of Magic- could tell you, using a Time Turner is very dangerous, tricky, and life consuming. Albus and Scorpius are only two kids playing with something that they don’t understand, and they traveled back and forth in time, just to find out every time they are back to present day, something terrible has happened and they have changed the magic world into crazy alternate universe.

The craziest thing happened when Albus and Scorpius realized that they actually become the tools for Dark Magic and Voldemort to be back in power. Now it depends on their wits how to ask for help from their parents to save them from the past and the darkest thing that loomed over them.

To tell you the truth, my opinion is probably a bit biased because I am not a fan of script plays. I love watching plays, but to read it as a script- I can’t enjoy it that much. So the format of this story is a bit annoying for me and maybe even influence me to take one star out from it.

But- aside from the play format- considering this is a Harry Potter story (even though it’s not written by Rowling herself)- the plot and twists are very bland and predictable. No surprises at all, I can guess the villain since the beginning (just as you all have, I’m sure). And the pace, because this is a play- is not familiar to me- I missed all the crafted details that Rowling loved to share in the seven books she has written.

The characters are also a bit disappointing. Considering 19 years have passed since the end of Deathly Hallows, of course so many things have happened in between- change of characters, different occupations, new families and friends- but since we haven’t been given the opportunities to learn them all, and without any background context, we were forced to just accept some weirdness and unexplainable things here: how Malfoy changed so much, her wife’s story, Ron’s quirkiness because apparently he took over the Weasley’s joke shop? – and I just can’t related with them, the friends that I’ve known since years and years ago.

I think I can enjoy this story more if I treated it a bit differently, for example, not thinking about it as the 8th book, but a different and separate story altogether. But it’s hard, because most of the characters are the same and even the timeline itself is a continuation from the end of the previous book. This feels like a fan fiction for me, the one with super serious treatment and fortunate enough to go international🙂

Perhaps, if I am very lucky to watch the show one day, I would have a different opinion. But until then, I think I’ll have to forget about this cursed child for a while😀

Check out this link to learn about the play casts!

 

A Storm of Swords by George R.R.Martin

Tags

, , , , , , ,

a storm of swordsJudul: A Storm of Swords (A Song of Ice and Fire #3)

Penulis: George R.R. Martin

Penerbit: Bantam Books Mass Market Edition (2011)

Halaman: 1177p

Beli di: The Last Bookstore (USD 5, bargain!)

Buku ketiga dari serial A Song of Ice and Fire, atau yang lebih dikenal dengan Game of Thrones, merupakan buku yang paling gila namun sekaligus terbaik yang saya baca sejauh ini. Meski diawali dengan agak slow, namun sebelum pertengahan buku kisah berubah cepat, penuh kejutan, tragedi, dan drama yang membuat saya tidak rela meninggalkannya meski saya tahu mata saya sudah tidak kuat menahan kantuk, atau saya sudah terlambat berangkat ke kantor. Seheboh itulah George R.R. Martin berhasil mempengaruhi hidup saya- satu hal yang sudah cukup lama tidak saya rasakan dari sebuah buku- setidaknya sejak Harry Potter berakhir.

Perang antara ke-5 raja (dan ratu) berlangsung semakin sengit, masing-masing pihak mengalami kemenangan dan kekalahan yang sama banyaknya. Joffrey Baratheon masih duduk di Iron Throne, didampingi oleh ibunya yang kejam, Cersei, dan kakeknya Tywin Lannister. Sementara itu, Tyrion Lannister si kerdil mantan penasihat Joffrey berangsur-angsur pulih dari cedera berat yang ia alami di pertempuran Blackwater di buku kedua, namun ia sudah tertinggal banyak langkah di permainan para raja ini.

Robb Stark masih terus berlaga di area Utara, tapi suatu blunder yang ia lakukan harus ia bayar dengan mahal. Sementara Catelyn, ibunya, masih berduka akan kehilangan demi kehilangan yang terus ia alami, sehingga mengambil tindakan gegabah, melepaskan Jaime Lannister tawanan mereka dengan harapan puteri-puterinya yang ditahan Joffrey di King’s Landing bisa dikembalikan kepadanya.

Selain perseteruan antara para raja di Seven Kingdoms, buku ini juga menyajikan konflik yang semakin seru di dunia luar. Ada Daenerys Targaryen, keturunan terakhir keluarga Raja Targaryen yang terus memperkuat pasukannya, termasuk ketiga naganya yang telah tumbuh dewasa. Dany semakin siap untuk masuk ke kancah peperangan, namun sebelum ia bertolak ke Westeros, ia bertekad akan membereskan banyak kekacauan di kota-kota yang ia lalui di sepanjang perjalanannya. Dany juga harus mulai memilih siapa sekutu yang benar-benar bisa ia percaya untuk terus mendampinginya.

Sementara itu jauh di Utara, di balik the Wall yang super dingin dan beku, Jon Snow -sesuai instruksi dari Halfhand di buku kedua- menyusup masuk ke kelompok wildlings, atau para penduduk liar yang selama ini bermukim di luar Wall, untuk mencari tahu apa rencana mereka sesungguhnya: menyerbu the Wall untuk menguasai Seven Kingdoms, atau ada tujuan lain yang lebih menyeramkan? Tugas Jon sangatlah berbahaya, dan mendatangkan banyak godaan yang membuatnya berpikir ulang tentang sumpah yang sudah ia ucapkan saat dilantik menjadi Night Watch.

The Others, makhluk mengerikan yang bergentayangan di dunia luar tembok, kini berkembang semakin banyak dan siap menyerbu ke arah Seven Kingdoms- namun apakah ada yang peduli? Karena para raja sepertinya lebih tertarik pada perebutan kekuasaan di antara mereka.

Seperti biasa, Martin sangat piawai membawa pembacanya terjun bebas langsung ke realm ciptaannya ini, dan bergabung bersama puluhan karakter yang seolah kita kenal dekat satu per satu. Hanya Martin lah yang mampu membuat saya benci berat pada seorang karakter, namun di saat berikutnya bisa bersimpati padanya. Siapa yang menyangka kalau saya bisa memiliki setitik saja simpati untuk Jaime Lannister- dan bahkan menjadikan Tyrion si Imp sebagai salah satu favorit saya?

Siapa juga yang bisa menyangka kalau di pertengahan kisah, saya sudah hampir melempar buku tebal ini ke seberang ruangan- saking bencinya dengan si penulis dan plot mengerikan yang ia sajikan secara mendadak di depan mata saya- namun beberapa saat kemudian, saya bisa langsung masuk kembali ke dalam kisah dan tak mau lepas darinya?

Martin berhasil memukau saya. Meski masih ada beberapa adegan yang cukup berlarut-larut, terutama bagian Sansa Stark dan Arya Stark, tapi sebagian besar plot tidak terbuang sia-sia. Semuanya perlu, setiap tetes darah dan adegan gory, setiap percakapan yang kadang lucu sarkastik dan kadang puitis penuh makna- Martin adalah masternya storytelling. Saya sendiri sudah tidak bisa menduga lagi akan dibawa ke mana oleh sang master, dan satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah menurut saja seolah barisan kata yang ditulis oleh Martin adalah seutas tali yang menuntun saya ke tempat misterius .

Now off to the bookstore to buy the 4th book please!

The Nightingale by Kristin Hannah

Tags

, , , , , , ,

nightingaleJudul: The Nightingale

Penulis: Kristin Hannah

Penerbit: Pan Books (2015)

Halaman: 440p

Beli di: Big Bad Wolf (IDR 60k, bargain price!)

Vianne dan Isabelle adalah kakak beradik yang telah mengalami masa-masa suram sejak mereka masih kecil. Ibu mereka meninggal karena sakit, dan Ayah mereka -yang sejak pulang dari Perang Dunia I sudah depresi- mengirim mereka tinggal di desa kecil bersama seorang kerabat (yang tidak suka anak kecil).

Vianne menikah muda dengan Antoine namun terus mengalami keguguran sehingga dalam kesedihannya, ia mengabaikan Isabelle, yang akhirnya disekolahkan di sekolah berasrama dan menjadi anak bandel yang kurang perhatian.

Dalam perbedaan mereka, ikatan persaudaraan tetap ada, meski ditutupi oleh berbagai tragedi dan masalah keluarga. Namun, Perang Dunia II yang melanda Prancis lah yang akhirnya kembali membawa mereka bersama lagi.

Antoine dikirim ke medan perang dan Isabelle yang tadinya tinggal di Paris disuruh oleh ayah mereka berangkat ke desa Vianne untuk membantu kakaknya tersebut. Namun, Isabelle yang berjiwa pemberontak yakin, ia bisa melakukan sesuatu dalam perang ini daripada sekadar tunduk ketakutan dengan para Nazi yang berkeliaran di desa mereka. Pertemuan dengan seorang laki-laki misterius membawa Isabelle mengenal kaum Resistance atau pemberontak, yaitu sekelompok pejuang yang bergerilya melawan pendudukan Nazi di Prancis. Dari sinilah Isabelle mendapat julukan The Nightingale.

Vianne sendiri, bersama anaknya Sophie, berusaha bertahan hidup dalam tekanan Nazi di desa mereka, bahkan seorang tentara Jerman memaksa untuk menumpang di rumah mereka, sehingga setiap hari rasanya seperti neraka. Ditambah lagi, sahabat baik Vianne adalah perempuan Yahudi yang nyawanya terancam seiring kegilaan Hitler membantai kaum tersebut di seluruh Eropa.

Dan dalam peranglah, hubungan persaudaraan Vienne dan Isabelle diuji, dan mereka menyadari kalau ternyata mereka tidak terlalu berbeda.

The Nightingale adalah buku Kristin Hannah pertama yang pernah saya baca dan saya cukup menikmatinya. Penuturannya sangat enak diikuti, dengan porsi yang cukup seimbang antara unsur drama keluarga, action dan adegan mencekam, fakta-fakta sejarah dan kengerian perang, serta sedikit romance yang masih bisa dimaklumi tanpa berkesan cheesy.

Saya sendiri sangat suka dengan karakter Vianne dan Sophie- meski porsi mereka agak lebih sedikit dibandingkan porsi sang Nightingale, Isabelle, yang menjadi pahlawan perang Prancis akibat tindakan heroiknya di kelompok Resistance. Vianne memberikan kesejukan dalam buku yang cukup membuat depresi ini, dan hubungannya dengan tentara Nazi yang bermukim di rumahnya menyajikan konflik lain yang menunjukkan kompleksitas perang dan pengaruhnya terhadap setiap orang yang terlibat.

Ending di buku ini membuat sesak napas dan sangat menghantui. Tragis namun pas. Menyedihkan namun perlu. Dan sesuai dengan tone keseluruhan isi buku ini.

Saya bahagia karena setelah melihat list buku karya Kristin Hannah, masih sangat banyak judul yang bisa saya eksplor🙂

Wishful Wednesday [203]

Tags

, , , , ,

wishful wednesday

Halo! Selamat hari Rabu🙂 Lagi-lagi saya cukup terlambat posting WW kali ini, maaf ya😀

Beberapa minggu belakangan, saya banyak tugas ke luar kota dan jadi suka nongkrong di Periplus Bandara Soetta. Dan setiap kali, saya pasti tertarik sama buku di bawah ini, meski selalu berpikir-pikir karena harganya yang lumayan mahal.

mapsMaps by Aleksandra Mizielinska and Daniel Mizielinski:

Travel the world without leaving your living room.

Much more than an ordinary atlas, this book of maps is a visual feast for readers of all ages, with lavishly drawn illustrations from the incomparable Mizielinskis. It features not only borders, cities, rivers, and peaks, but also places of historical and cultural interest, eminent personalities, iconic animals and plants, cultural events, and many more fascinating facts associated with every region of our planet.

Keren kaaan, mana bisa ditempel juga posternya di dinding kamar Yofel😀 Semoga suatu saat didiskon deh😄

Yuk sharing WW mu juga🙂

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

 

The Storied Life of A.J.Fikry by Gabrielle Zevin

Tags

, , , , , ,

aj fikryTitle: The Storied Life of A.J.Fikry

Writer: Gabrielle Zevin

Publisher: Abacus (2015)

Pages: 306p

Bought at: Book Depository (USD 6.60, bargain price!)

A.J Fikry has a pitiful life. His wife died because of an accident, his little independent bookstore is going bankrupt, and someone had stolen his only precious possession: a rare first edition of Edgar Allan Poe’s book.‎ A.J. was even being resentful (and ruining his chance of a new love?) with a new book representative from a small publisher, a lovely woman who -later- A.J. is interested in.

One day, his life was changed, though. And as clichéd as it is, a mysterious baby girl – who was left behind at A.J.’s store- was the one who changed it. A.J’s heart is not as hard as he thought, since he could actually fall in love with Maya, the baby girl. They both tried to navigate their lives and the mysteries in it, from the midst of the crumbling but warm bookstore in the middle of small island off Massachusetts.

Reading this book reminds me a bit of Cecelia Ahern’s stories, with a touch of fairy tale-ish plot and all quirky characters. But the element of books and bookish people here made all the difference and lift things up big time, creating a very charming atmosphere. References about books, writers, plots, stories and the love of reading- every bookworm and booklover will definitely relate to these things easily.

The other thing that I love about this book is its characters- Lambiase and Ismay are some of my favorites. The additional details like police book club who always loves to discuss thrillers and crime books, the mother book club who only reads books with the title “Wife” in it, and other quirky but lovable characters with their small but funny wits.

This is probably not the best book ever, but all the charms and loveliness can distract you a bit from a bitter, crazy world and that itself is a rea‎son to read it🙂

 

Wishful Wednesday [202]

Tags

, , , ,

wishful wednesday

Halo! Maafkan keterlambatan postingan Wishful Wednesday kali ini ya🙂

Hari ini, lagi kepingin buku yang satu ini, biasalah tentang New York, karena satu dan lain hal kota ini sedang banyak mengganggu pikiran saya😀

never can say goodbye

Never Can Say Goodbye: Writers on Their Unshakable Love for New York (Sari Botton):

From the editor of the celebrated anthology Goodbye to All That: Writers on Loving and Leaving New York, comes a new collection of original essays on what keeps writers tethered to New York City.

The charming first anthology Goodbye to All That inspired by Joan Didion’s classic essay about loving and leaving Manhattan chronicled the difficulties and disappointments inherent in loving New York, while Never Can Say Goodbye is a celebration of the city that never sleeps, in the tradition of E.B. White’s classic essay, Here Is New York.

Featuring contributions from such luminaries as Elizabeth Gilbert, Susan Orlean, Nick Flynn, Adelle Waldman, Phillip Lopate, Owen King, Amy Sohn, and many others, this collection of essays is a must-have for every lover of New York, regardless of whether or not you call the Big Apple home.

Pinginnnn.. semoga bisa nemu dengan harga murah, amin😀

Yuk ikutan share WW mu🙂

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

 

 

The BFG by Roald Dahl

Tags

, , , , , , , ,

bfg

Lokasi: Pesca Ice Cream, Jakarta Barat

Judul: The BFG

Penulis: Roald Dahl

Penerjemah: Poppy Damayanti Chusfani

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2010)

Halaman: 200p

Part of Boxset Roald Dahl

Suatu malam, Sophie yang tinggal di sebuah panti asuhan di Inggris melihat pemandangan paling mengerikan dalam hidupnya: sesosok raksasa! Karena Sophie menangkap basah si raksasa berkeliaran di desanya, ia pun diculik oleh raksasa tersebut dan dibawa ke negeri para raksasa.

Untunglah, raksasa yang menculiknya ternyata adalah si BFG, atau Big Friendly Giant! BFG adalah satu-satunya raksasa baik hati yang tidak pernah memakan manusia. Namun, BFG bercerita pada Sophie tentang para raksasa lain yang gemar makan manusia, terutama anak-anak, dan rencana gila mereka untuk melahap habis anak-anak di seluruh dunia, termasuk di Inggris!

Sophie dan BFG kemudian menyusun strategi dan rencana yang besar dan nekat untuk menggagalkan niat para raksasa jahat. Rencana itu melibatkan perjalanan ke London, mengatur mimpi ratu Inggris (melalui alat penangkap mimpi BFG), serta penyergapan besar-besaran. Berhasilkah Sophie dan BFG menyelamatkan nyawa anak-anak dari santapan raksasa?

Seperti biasa, buku Roald Dahl selalu penuh imajinasi, detail-detail gory namun seru (terutama fakta bahwa raksasa-raksasa ini gampang saja mencomot anak-anak dan menyantap mereka bulat-bulat!), dan ending yang out of the box.

Penerjemah buku ini, Poppy Chusfani, juga berhasil menerjemahkan segala istilah aneh (terutama gaya bicara BFG yang sering salah menggunakan kata-kata) dengan pas dan tepat. Hasilnya masih tetap kocak dan mudah dimengerti. Saya sendiri sempat ketawa-ketawa sendiri beberapa kali saat membaca bagian dialog nggak nyambung antara BFG dengan Sophie yang cerdas.

Yang pasti, BFG adalah salah satu dari buku klasik Dahl (pertama kali diterbitkan tahun 1982) yang selalu direkomendasikan oleh pencinta karyanya. Terlebih lagi, film BFG sudah tayang di musim panas ini, dengan sutradara Steven Spielberg. Nggak sabar pingin nonton😀

Submitted for:

Banner Posbar 2016

Istanbul: Kenangan Sebuah Kota by Orhan Pamuk

Tags

, , , , ,

istanbul

Lokasi: Blue Doors, Bandung🙂

Judul: Istanbul: Kenangan Sebuah Kota

Penulis: Orhan Pamuk

Penerjemah: Rahmani Astuti

Penerbit: Serambi (2015)

Halaman: 555p

Beli di: Hobby Buku (IDR 69k, disc 20%)

Ini pertama kalinya saya membaca karya Orhan Pamuk. Saya berharap bisa lebih menyukai buku ini, tapi entah kenapa perasaan saya kok biasa-biasa saja ya setelah selesai membaca Istanbul, malah cenderung kurang terkesan.

Mungkin ada beberapa sebab mengapa saya menganggap buku ini kurang memuaskan:

  1. Ekspektasi: saya belum pernah membaca karya Orhan Pamuk sebelumnya, termasuk yang bergenre fiksi dan meraih berbagai penghargaan bergengsi. Mungkin ekspektasi dan standar yang ada di otak saya waktu membaca buku ini ternyata lebih disesuaikan dengan apa yang saya dengar tentang buku-buku fiksinya. Sementara itu, Istanbul adalah karya non fiksi, memoar dari Pamuk tentang kehidupannya dan kota kelahiran serta kecintaannya, Istanbul. Genre yang cukup esoterik dan pada dasarnya bukan merupakan favorit saya, apalagi dari seorang penulis yang belum saya kenal dan saya baca karya-karyanya.
  2. Personal: karya ini menurut saya adalah karya yang sangat personal. Mengisahkan tentang kehidupan Orhan Pamuk, mulai dari masa kanak-kanaknya di tengah keluarga besarnya, ayahnya yang gemar menghilang dan persaingannya dengan sang abang untuk memperoleh perhatian ibu mereka, serta berlanjut ke masa remaja dan dewasa, perjuangannya mencari panggilan hidup yang sejati. Namun, karena saya memang belum memiliki koneksi apapun dengan Pamuk, bagi saya buku ini datar saja. Apalagi, kisah memoar kehidupan Pamuk di sini (yang sebenarnya berasal dari keluarga cukup berada dan tidak terlalu memiliki konflik yang dramatis) juga dicampurbaurkan dengan kisah memoar Istanbul, kota yang memiliki sejarah panjang sejak dari jaman Byzantium, Otoman, hingga Republik. Saya jadi agak bingung, antara mengenal Orhan Pamuk (yang sangat sedikit menceritakan kehidupan pribadinya di sini) atau Istanbul (yang saya juga tidak terlalu banyak tahu sejarahnya). Dari kedua topik tersebut, saya tidak mendapatkan hasil yang maksimal.
  3. Self indulgent: lagi-lagi, masih menyambung pendapat saya di nomor 2, menurut saya buku ini memang benar-benar ditulis oleh Pamuk sebagai kecintaannya pada kotanya, Istanbul. Saya suka deskripsi detail yang ia jabarkan mengenai jalan-jalan kuno di Istanbul, reruntuhan kota yang sudah mengalami berbagai kejadian, serta keindahan tersembunyi yang bisa ditemukan di tempat-tempat tak terduga. Saya ingin mengunjungi Istanbul setelah membaca buku ini. Tapi satu hal yang kurang saya sukai adalah banyaknya referensi penulis, pelukis, dan seniman yang digunakan oleh Pamuk dalam menjabarkan kota kesayangannya ini. Nama-nama tersebut tidak berarti apa-apa bagi saya dan kadang bagian-bagian ini terasa membosankan dan diulang-ulang, seperti membaca buku sejarah saja rasanya. Mungkin karena saya terlalu ignorant untuk mencari tahu lebih lanjut tentang nama-nama tersebut, tapi yang pasti menurut saya Pamuk terlalu banyak bermain dengan referensi ini sehingga malah saya kehilangan perspektif pribadinya di banyak bagian buku. Satu lagi yang saya sayangkan adalah banyaknya foto hitam putih indah yang tersebar di buku ini, yang sayangnya tidak dilengkapi caption apapun, sehingga kurang memperjelas latar belakang dan kaitannya dengan bagian kisah tertentu.
  4. Terjemahan: saya tidak mengkritik terjemahan buku ini karena semuanya masih mudah dipahami, gaya bahasanya pun masih lumayan bisa dinikmati. Tapi saya pikir, alangkah lebih baiknya kalau saya bisa menikmati Pamuk dengan bahasa aslinya sendiri, karena saya yakin, tersimpan nuansa puitis dan melankolis yang tidak bisa dituangkan sempurna lewat terjemahannya, seindah apapun terjemahan yang dilakukan. Tapi, mustahil lah saya belajar bahasa Turki demi menikmati kisah ini🙂

Orhan Pamuk adalah sosok yang fenomenal, dan Istanbul adalah kota yang tak kalah fenomenal. Mungkin saya memang berharap terlalu banyak dari buku ini, dengan segala unsur fenomenalnya- namun tak mendapat sesuai yang saya harapkan. Yang pasti, buku-buku Pamuk lainnya masih masuk ke dalam list to read saya!

Submitted for:

Banner Posbar 2016

Wishful Wednesday [201] – Giveaway Winners!

Tags

, , , , ,

wishful wednesday

Terima kasih kepada ke-34 peserta WW Giveaway Special Edisi ke-200🙂 Juga untuk supportnya selama ini, baik yang rutin ikutan WW maupun yang kadang-kadang muncul, bahkan juga untuk yang baru pertama kali ikutan. It’s always nice to meet new people who share the same passion with me: wishing for more books!

Meski saya nggak bisa mengabulkan semua wishlist dari ke-34 peserta, saya berdoa semoga wish kalian juga akan segera tercapai, dengan cara-cara yang mengejutkan😀 Biasanya, mimpi yang bareng-bareng didoakan, akan lebih cepat terkabul lho (at least di dunia WW hahaha).

Tanpa panjang-panjang lagi, selamat untuk para pemenang WW Giveaway kali ini, yang sudah beruntuk dicolek oleh random.org🙂

ww 200 winner1ww 200 winner2ww 200 winner3

Ini entah kenapa nomer yang kepilih nomer-nomer kecil semua ya🙂

11. Ayu @ Dunia Dalam Kertas

10. Neneng Lestari @ Ring Ding Dong

8. Putri @ My Stories

Selamat untuk para pemenang! Silakan kirim nama, alamat kirim lengkap, dan konfirmasi judul pilihan beserta link online store, ke astridfelicia@hotmail.com. Ditunggu, ya🙂

Untuk yang lain, jangan kecewa, WW akan hadir lagi dengan Giveaway bulan depan, memperingati ulang tahun blog Books to Share🙂 See you there!

Oiya, untuk yang mau share WW minggu ini, silakan ya..

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 787 other followers