Mycroft Holmes by Kareem Abdul Jabar & Anna Waterhouse

Tags

, , , , , , , ,

mycroft-holmesJudul: Mycroft Holmes

Penulis: Kareem Abdul Jabar & Anna Waterhouse

Penerjemah: Primadona Angela

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2016)

Beli di: HobbyBuku (IDR 85k, disc 20%)

Pastiche serta spin off biasanya ditulis karena sebuah serial mencapai popularitas yang cukup tinggi, sehingga para fansnya haus akan lebih banyak lagi kisah-kisah tentang karakter kesayangan mereka.

Sherlock Holmes mungkin adalah salah satu serial yang paling banyak dibuatkan spin off dan pastiche, dari mulai buku sampai film layar lebar dan film seri TV. Saya sendiri cukup menyukai beberapa di antaranya (meski sampai saat ini belum tertarik melanjutkan seri versi Benedict Cumberbatch hehe don’t shoot me!).

Namun sosok Mycroft Holmes, kakak laki-laki Sherlock memang masih agak jarang mendapat porsi besar dan dikupas lebih dalam. Itulah salah satu daya tarik buku Mycroft Holmes yang terjemahannya terbit tahun 2016 kemarin. Daya tarik lainnya adalah nama sang penulis, Kareem Abdul Jabar, bintang basket legendaris yang namanya tercetak di berbagai hall of fame NBA.

Kisah berawal di London, di mana Mycroft Holmes berusia 24 tahun, mengawali kariernya yang cemerlang sebagai Sekretaris Kementerian Perang, dan sedang dimabuk cinta pada tunangannya yang cantik jelita, Georgiana Sutton.

Namun ketenangannya terusik saat mendapat cerita sedih dari Cyrus Douglas, sahabat sekaligus pemilik toko tembakau favoritnya yang berasal dari Trinidad. Douglas gundah karena sudah beberapa lama tidak mendapat kabar dari keluarganya di Trinidad, dan kabar yang terakhir ia terima juga cukup mengkhawatirkan: pembunuhan misterius, korban anak-anak tak berdosa, dan ada jejak-jejak kaki kecil terbalik di sekitar TKP, yang mengesankan adanya keterlibatan makhluk-makhluk yang ditakuti dari legenda Trinidad: douen dan lougarou.

Saat menceritakan kisah ini pada Georgiana, yang keluarganya memiliki perkebunan di Trinidad, Mycroft terkejut karena Georgiana malah berkeras akan pulang, dan menolak untuk ditemani tunangannya. Khawatir akan keselamatan Georgiana dan curiga terhadap segala peristiwa misterius yang terjadi, Mycroft mengajak Douglas untuk bertolak ke Trinidad dan menyelidiki kasus tersebut.

Namun, ternyata berbagai bahaya sudah siap menghadang mereka, mulai dari perjalanan dengan kapal laut yang penuh ancaman maut, sekelompok pria yang terlihat terhormat namun memiliki niat jahat, sampai gerak-gerik Georgiana yang mencurigakan. Sebenarnya ada apa di balik itu semua?

Buku ini memiliki segala unsur yang diperlukan untuk menjadi film Hollywood yang berhasil: misteri rumit, keterkaitan berbelit satu fakta dengan fakta lainnya, adegan action, kejar-kejaran dan baku hantam yang terasa nyata, sampai dialog kocak antara Mycroft dan sidekicknya yang setia, Cyrus Douglas. Mungkin karena salah satu penulis buku ini, Anna Waterhouse, adalah penulis script film berpengalaman, sehingga saya tidak akan kaget kalau suatu hari nanti buku ini akan diangkat ke layar lebar.

Latar belakang kisah ini, yang menyelipkan sejarah Trinidad, kerajaan Inggris, sampai perbudakan dan masalah rasial, terasa masih cukup pas dengan keseluruhan misteri yang dihadirkan. Para penulis buku ini menyelesaikan pekerjaan rumah dengan baik, sehingga balutan fakta-fakta sejarah tersebut bukan hanya sebagai sempalan belaka, tapi masih bisa menyatu dengan seluruh kisah.

Saya juga suka dengan sedikit adegan antara Sherlock dan Mycroft, dan melihat Sherlock saat berusia 17 tahun dari sudut pandang sang abang terasa cukup menyegarkan juga.

Bukan spin off terbaik (masih kalah dengan karya-karya Anthony Horowitz), tapi lumayan untuk mengobati rasa kangen dengan kecerdasan keluarga Holmes.

Submitted for:

Category: A book with a red spine

Category: A book with a red spine

 

 

 

 

 

 

Kategori: Name in a Book

Kategori: Name in a Book

Wishful Wednesday [216]

Tags

, , ,

wishful wednesday

Selamat hari Rabu! Jakarta agak panas pagi ini, tapi saya tidak akan heran kalau nanti siang hujan akan tetap turun 😀

Minggu ini, saya mau bikin pengakuan nih. Selama ini, saya termasuk yang malas mencoba menikmati buku selain dari format yang paling konvensional, yaitu buku cetak. Saya malas punya e-reader karena menurut saya membaca e-book itu enggak asyik, saya nggak pernah tertarik mendengarkan audiobook karena menurut saya aktivitas itu tidak sama dengan membaca, dan banyak lagi hal-hal norak akibat snobbish saya yang nggak penting.

Untunglaaah ada reading challenge, dan salah satu kategori Popsugar Reading Challenge yang sedang saya ikuti adalah membaca (atau mendengarkan?) audiobook. Saya akhirnya mencari yang free download dan so far cukup menikmatinya lhooo… Bener ya kata orang, tak kenal maka tak sayang.

Gara-gara penasaran, saya jadi cari tahu audiobook terbaik versi beberapa list, dan salah satu yang sering disebut-sebut adalah The Curious Incident of the Dog in the Night-time (Mark Haddon), yang dinarasikan oleh Ben Tibber. Menurut review, banyak efek backsound yang sangat meyakinkan dan membuat audiobook ini semakin seru untuk diikuti.

Peripheral sounds – thuds on the stairs, the roar of a Tube train – suggest the sensitivity to noise of the 15-year-old narrator with Asperger’s. Precursor of the acclaimed play.

curious-dog-audioSeruuu… kira-kira bisa dapet gratisannya nggak ya, hahaha…

Oya, kalau ada rekomendasi audiobook versi kalian, dengan senang hati akan saya tampung 🙂

Share WW mu juga yuk!

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

 

1984 by George Orwell

Tags

, , , , , , , , ,

1984Judul: 1984

Penulis: George Orwell

Penerbit: Signet Classics (1950)

Halaman: 328p

Beli di: Periplus.com (IDR 152k)

‘It was a bright cold day in April, and the clocks were striking thirteen.’

Kalimat pertama buku ini sudah begitu menggugah dan menjanjikan sesuatu yang absurd dari ceritanya.

Dan ternyata, janji tersebut benar-benar ditepati.

Winston Smith hidup di tahun 1984 (meski tidak ada tanggal pasti yang bisa dijadikan patokan), ketika Oceania (gabungan negara-negara adikuasa Inggris, Amerika Utara dan beberapa negara Eropa barat lainnya) dikuasai oleh Big Brother serta Inner Party. London menjadi tempat yang suram di mana penduduknya menjadi seperti robot yang hidup dalam kekuasaan totaliter pemerintah, dan bahkan sudah tidak memiliki privasi sama sekali.

Big Brother is watching you, merupakan slogan yang terus menerus ditekankan. Telescreen, teknologi surveillance semacam kamera dan TV ada di mana-mana, dan Thought Police, aparat pemerintah siap menangkap siapapun yang memiliki niat untuk melawan Big Brother atau tidak setia terhadap Party.

Begitu pula dengan penggunaan bahasa – Party menyusun sebuah kamus bahasa baru yang disebut “Newspeak”, di mana kata-kata dipangkas dan disederhanakan sehingga konsep yang tidak sesuai dengan Party bisa dihilangkan dari vocabulary.

Semua yang dikatakan Party pasti benar, bahkan pemerintah melalui Ministry of Truth terus-menerus mengubah catatan sejarah sehingga rakyat harus menelan bulat-bulat setiap versi berita atau sejarah yang dibuat oleh Party. Perang juga terus berkecamuk tanpa ada ujung pangkal yang jelas, kecuali membuat rakyat menderita.

Tahun 1984 merupakan suatu titik dalam hidup Winston di mana ia merasa muak dan ingin memberontak terhadap Big Brother. Kebenciannya pada Party dengan segala doktrinasi serta propaganda mereka membuat Winston semakin bertekad untuk mengambil resiko ditangkap karena memberontak.

Ia mulai dengan membeli sebuah buku diary dan menuliskan pemikiran-pemikiran individunya di sana, satu hal yang dilarang keras oleh Party. Kemudian Winston berjumpa dengan seorang gadis yang sama-sama bekerja di Ministry of Truth seperti dirinya dan memiliki semangat memberontak yang sama -meski dengan tujuan yang berbeda. Kenekatan Winston membawanya pada O’Brien, yang memperkenalkannya dengan kelompok Brotherhood yang terdiri dari orang-orang yang juga ingin menggulingkan Big Brother dan Party. Namun apakah resiko yang diambil Winston sepadan dengan hasilnya? Apakah mungkin melawan suatu sistem yang sudah begitu melekat kuat?

Membaca 1984 memang harus benar-benar siap mental. Buku ini merupakan salah satu pionir ‘negative utopia’- atau yang belakangan sering disebut sebagai dystopia, di mana Orwell terinspirasi dari kediktatoran Stalin maupun Hitler yang sedang hangat-hangatnya saat buku ini ditulis.

Konsep totalitarian, sayangnya, bukanlah suatu hal yang mustahil terjadi bahkan di abad ke-21 seperti sekarang ini. Tidak usah jauh-jauh melihat ke arah negara-negara dengan paham komunis (yang sebenarnya mulai mati), namun justru ke arah dunia barat modern dengan segala intriknya. Apakah CIA dengan surveillance nya yang nyaris tidak ada batas bisa disamakan dengan Thought Police? Bagaimana dengan brainwash, cara-cara penyiksaan untuk mendapatkan pengakuan, bahkan perang di Timur Tengah yang terus berkecamuk sampai tidak jelas ujung pangkalnya?

Orwell seolah bisa meramalkan apa yang akan terjadi- termasuk hilangnya privacy, propaganda dan doktrinasi massal- bahkan sebelum ia mengetahui akan ada satu makhluk bernama internet muncul di dunia. Saya sungguh penasaran apa yang akan Orwell tulis tentang dunia yang dikuasai teknologi internet seperti sekarang ini.

1984 terasa lebih berat dibandingkan dengan Animal Farm yang sebelumnya sudah pernah saya baca juga. Orwell menyelipkan gaya penulisan essay untuk menjelaskan konsep totalitarian yang dibungkus dalam slogan-slogan Party di beberapa bagian buku ini, membuat kita seolah benar-benar belajar dari textbook.

Namun, memang harus diakui, keabadian tema yang diangkat Orwell ini berhasil membuat 1984 menjadi salah satu modern classic terbaik dari jamannya. Seperti yang disinggung oleh Erich Fromm dalam kata penutup di edisi Signet Classic ini:

‘Books like Orwell’s are powerful warnings, and it would be most unfortunate if the reader smugly interpreted 1984 as another description of Stalinist barbarism, and if he does not see that it means us, too.’

George Orwell (25 Juni 1903 – 21 Januari 1950) – adalah nama pena dari Eric Arthur Blair, yang semasa hidupnya produktif menulis terutama mengenai isu-isu anti totalitarian, ketidakadilan sosial, serta demokratis sosialisme.

Submitted for:

Category: A book by an author who uses a pseudonym

Category: A book by an author who uses a pseudonym

Kategori: Dystopia

Kategori: Dystopia

Wishful Wednesday [215]

Tags

, , , , ,

wishful wednesday

Good morning! Welcome back to Wishful Wednesday, the first edition of 2017 🙂

Semoga di tahun yang baru ini kita semua belum bosan bermimpi dan berandai-andai tentang buku, dan semoga nih, mimpi-mimpi itu lebih banyak lagi yang terkabul..

Minggu ini, saya penasaran sama buku sekuelnya Three Times Lucky yang kemarin baru saya review. Buku kedua serial ini, The Ghosts of Tupelo Landing (Sheila Turnage), sepertinya masih seseru buku pertama.

ghosts-tupelo-landingWhen Miss Lana makes an Accidental Bid at the Tupelo auction and winds up the mortified owner of an old inn, she doesn’t realize there’s a ghost in the fine print. Naturally, Desperado Detective Agency (aka Mo and Dale) opens a paranormal division to solve the mystery of the ghost’s identity. They’ve got to figure out who the ghost is so they can interview it for their history assignment (extra credit). But Mo and Dale start to realize that the Inn isn’t the only haunted place in Tupelo Landing. People can also be haunted by their own past. As Mo and Dale handily track down the truth about the ghost (with some help from the new kid in town), they discover the truth about a great many other people, too.

A laugh out loud, ghostly, Southern mystery that can be enjoyed by readers visiting Tupelo Landing for the first time, as well as those who are old friends of Mo and Dale.

Nggak sabaaar pingin baca buku ini, semoga segera berjodoh.

Share WW mu minggu ini juga ya 🙂

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Three Times Lucky by Sheila Turnage

Tags

, , , , , , , , , ,

three-times-luckyJudul: Three Times Lucky

Penulis: Sheila Turnage

Penerbit: Puffin Books (2012)

Halaman: 312p

Beli di: Periplus.com ( IDR 112k)

Mo LoBeau kini berumur 11 tahun, tinggal di kota kecil Tupelo Landing di North Carolina, dan terobsesi berat mencari tahu siapa ibu kandungnya.

Kisah hidup Mo memang cukup unik. Ia terpisah dari ibunya saat banjir besar 11 tahun yang lalu, hanyut di sungai dan ditemukan oleh seorang laki-laki yang dikenal sebagai Colonel serta memiliki masa lalu misterius, lalu diangkat anak oleh seorang perempuan baik hati bernama Miss Lana.

Colonel dan Miss Lana membuka sebuah cafe di kota kecil mereka, dan Mo menganggap mereka adalah keluarganya yang terdekat, namun bagaimanapun, ia tetap penasaran ingin bertemu dengan ibu kandungnya, yang ia yakin tinggal di tepian sungai. Mo rutin menulis surat yang dimasukkan ke dalam botol, dan meminta tolong siapapun yang bepergian ke luar kota untuk melempar botol tersebut ke berbagai bagian sungai, dengan harapan sang ibu akan menemukan dan membaca suratnya suatu saat nanti.

Satu hari di musim panas, ketenangan kota kecil Tupelo Landing terganggu dengan kehadiran seorang detektif dari kota besar Winston-Salem. Joe Starr sedang menyelidiki kasus pembunuhan yang membawanya ke Tupelo Landing. Namun belum lagi kasus tersebut berhasil dipecahkan, sudah terjadi lagi kasus pembunuhan lainnya yang kini korbannya adalah salah satu penduduk Tupelo Landing.

Mo bersama sahabatnya, Dale, bertekad akan memecahkan kasus tersebut sebelum Joe Starr, dan mereka mendirikan Desperados Detective, agen detektif yang siap untuk menyelidiki kasus pembunuhan pertama mereka. Namun mereka tidak menyangka, berbagai bahaya siap menanti mereka di ujung misteri rumit tersebut.

Three Times Lucky menerima penghargaan Newbery Honor dan saya bisa mengerti alasannya. Sheila Turnage berhasil mengangkat kisah kota kecil yang charming dan membalutnya dengan cerita misteri middle grade yang menyenangkan, sambil menyelipkan beberapa isu yang cukup serius seperti kesenjangan sosial, kemiskinan, bahkan kekerasan dalam rumah tangga, namun tetap sesuai dengan audiens middle grade.

Saya langsung suka dengan Mo, anak kecil dengan gaya bicara khas Selatan yang sok tahu, kadang menyebalkan namun juga sangat likable. Mo mengingatkan saya dengan Flavia de Luce, namun alih-alih setting desa Inggris jaman dulu, petualangan Mo kini digantikan dengan setting kota kecil di Southern America.

Kisah misterinya pun sangat mengasyikkan untuk diikuti, tidak terlalu simpel tapi tetap mudah dimengerti. Penuh twist yang tak terduga namun pas menjawab semua pertanyaan.

Yang lebih seru, Turnage sudah menerbitkan sequel kisah Mo lewat buku Ghost in Tupelo Landing. Ahhh tidak sabar rasanya mengikuti kisah Mo berikutnya. Looks like I found a new favorite series!

Submitted for:

Category: A Book Recommended by a Librarian (NYPL)

Category: A Book Recommended by a Librarian (NYPL)

Kategori: Children Literature

Kategori: Children Literature

 

BBI Read and Review Challenge 2017

Tags

, , , ,

bbireadreviewchallenge

Seperti biasa, divisi event Blogger Buku Indonesia (BBI) setiap tahunnya selalu datang dengan ide-ide segar tentang baca bareng dan posting bareng. Tapi berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun 2017 ini BBI untuk pertama kalinya hosting reading & review challenge. Jadi nantinya akan ada sistem poin sepanjang tahun, di mana member yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak akan menerima hadiah-hadiah keren. Huhuy!

Apa saja kategorinya? Nih dia:

Kategori Single Point
  1. Classic Literature, adalah buku-buku sastra klasik seperti buku-buku Jane Austen, Charles Dickens, etc.
  2. Children Literature, adalah buku-buku bertema dan cocok untuk anak-anak kecil hingga usia middle grade (SMP), atau usia hingga 15 tahun. Contoh, Rick Riordan
  3. Young Adult Literature, adalah buku-buku bertema remaja (Young Adult) dan New Adult (NA), berusia SMA hingga kuliahan, atau berusia 16-22 tahun. Contoh, Sarah Dessen, John Green, Jennifer L. Armentrout, dll
  4. Asian Literature, buku-buku yang berlatar belakang Asia, bertema kehidupan Asia, atau penulisnya berasal dari Asia. Contoh, Kevin Kwan, Akiyoshi Rikako
  5. Indonesian Literature Before 80’s, buku-buku asli dari Indonesia yang terbit sebelum tahun 1980
  6. Self-Improvement & Self-Help, merupakan buku-buku pengembangan diri. Contoh, buku-buku John C. Maxwell, chicken soup, dll
  7. Poetry, buku-buku puisi, baik dari Indonesia maupun luar Indonesia. Contoh, Tidak Ada New York Hari Ini, atau sonnet Shakespeare
  8. Biografi Pahlawan Indonesia, adalah buku-buku yang menceritakan kisah hidup pahlawan Indonesia, seperti tentang Ir. Soekarno, Jenderal Soedirman, dsb
  9. Award Winning Books, adalah buku-buku yang memenangkan sebuah penghargaan atau lebih, misalnya pemenang RITA Awards, Goodreads Choice Awards, dsb
  10. Science-Fiction, buku-buku dengan genre utama science-fiction. Contoh, Star Trek, Ender’s Game, Across The Universe
  11. Dystopia, buku-buku dengan genre utama dystopia. Contoh, The Hunger Games, The Maze Runner
  12. Adventure, buku-buku mengenai petualangan dan memiliki tema utama petualangan, contoh: buku-buku Enid Blyton, Robinson Crusoe, dll
  13. Historical Fiction, adalah buku-buku dengan genre utama fiksi historis. Bisa romance, non romance. Contoh: Ruta Sepetys, Julia Quinn, Lisa Kleypas (romance)
  14. Fantasy Fiction, adalah buku-buku dengan genre utama fantasy. Contohnya, buku-buku Neil Gaiman
  15. Paranormal Romance, adalah buku-buku dengan genre dan elemen utama paranormal romance, tentang vampire/shifter/makhluk non-manusia. Contohnya: Ilona Andrews, Nalini Singh, Thea Harrison, dll
  16. Contemporary Romance, adalah buku-buku yang memiliki genre utama romance dan berlatar belakang kontemporer, dengan tokoh yang sudah berusia dewasa. Contoh, Cecilia Ahern, Sophie Kinsella, Jojo Moyes, Colleen Hoover, Elle Kennedy, Lauren Blakely, dll
  17. Erotic Romance, buku-buku dengan genre utama romance dan memiliki unsur eroticism yang besar. Contohnya, E.L. James, Sylvia Day, C.D. Reiss
  18. Sport Fiction, buku-buku fiksi dengan tema olahraga, baik romance maupun non-romance. Contoh: Susan Elizabeth Phillip
  19. Thriller and Crime Fiction, adalah buku-buku yang memiliki genre utama thriller dan fiksi kejahatan. Contoh, Stephen King, J.D. Robb, David Baldacci, John Grisham, etc
  20. Wedding Literature, buku-buku yang memiliki tema pernikahan (wedding)
  21. Graphic Novels & Comic Books, adalah buku-buku komik, novel bergambar, dan novel berilustrasi.
  22. Debut Authors, adalah buku dari pengarang yang melakukan debut pada tahun 2017 (buku pertama), bisa fiksi bisa non fiksi
  23. Hobby Nonfiction, adalah buku-buku nonfiksi mengenai hobi, seperti crafting, travel, fotografi, motor dan mobil, dsb
  24. Brick Books, adalah buku-buku yang memiliki ketebalan buku minimal 500 halaman dalam bentuk fisik (paperback/hardback) maupun digital (sesuai dengan edisi Kindle/ebook)
  25. Name In A Book, adalah buku-buku yang memiliki nama tokoh (nama depan/belakang) pada judulnya, dan bukan pada nama serinya
Kategori Ten Point
  1. Full Series, membaca dan mereview satu seri penuh selama tahun 2017, minimal memiliki 3 buku (trilogi) dalam satu seri dan semua review dimasukkan ke dalam linky [EDIT] tidak termasuk komik, dan novella tidak dihitung (buku-buku pendamping)
  2. Buku Pengarang Lima Benua, mereview buku-buku dari masing-masing satu pengarang dari setiap benua (Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Australia), sehingga dalam tema ini akan ada 5 link/tautan review. Buku yang dibaca boleh fiksi, bisa nonfiksi
  3. Lima Buku dari Penulis yang Sama, membaca dan mereview lima buku dari penulis yang sama, namun bukan bagian dari seri (harus stand-alone), bisa fiksi maupun nonfiksi
  4. Historical Non Fiction, merupakan buku-buku historis nonfiksi, bisa berupa ensiklopedi, buku sejarah, dll

Saya sih nggak bakalan bisa ikutan semua jenis kategori, tapi saya akan berusaha untuk memasukkan setiap review yang saya buat tahun ini di salah satu kategori.. Syukur-syukur kalau bisa juga digabung dengan POPSUGAR reading challenge 🙂 Sambil menyelam, minum air. Yeaay 😀

POPSUGAR Reading Challenge 2017

Tags

, , , ,

popsugar-rc-2017-button1

Heyho! So finally I decided to do another challenge this year, after skipped all kinds of challenges in 2016. Well, go with the flow was really fun and liberating, but I think I would like to add a bit of spice for this year reading. Because after a long and winding 2016, people need to welcome 2017 with some more spirit 🙂

After looking at some candidates for my challenge this year (I decided to only join one challenge), I kept coming back to POPSUGAR Reading Challenge. It doesn’t require reviews, unlike challenges hosted by bloggers, and I think most of the books there could come from my forever tall TBR pile.

Here’s the list:

2017 Popsugar Ultimate Reading Challenge

1. A book recommended by a librarian – Three Times Lucky (Sheila Turnage)
2. A book that’s been on your TBR list for way too long – The House of The Spirits (Isabelle Alende)
3. A book of letters – 84, Charing Cross Road (Helene Hanff)
4. An audiobook – TBD
5. A book by a person of color – The Underground Railroad (Colson Whitehead)
6. A book with one of the four seasons in the title – If On a Winter’s Night a Traveler (Italo Calvino)
7. A book that is a story within a story – The Princess Bride (William Goldman)
8. A book with multiple authors – Let It Snow (John Green, Maureen Johnson, Lauren Myracle)
9. An espionage thriller – An Officer and A Spy (Robert Harris)
10. A book with a cat on the cover – Cat and the Stinkwater War (Kate Saunders)
11. A book by an author who uses a pseudonym – 1984 (George Orwell)
12. A bestseller from a genre you don’t normally read – When I Talk About When I Talk About Running (Haruki Murakami)
13. A book by or about a person who has a disability – Wonderstruck (Brian Selznick)
14. A book involving travel –  Zen and The Art of Motorcycle Maintenance (Robert M. Pirsig)
15. A book with a subtitle – Tess of the d’Urbervilles: A Pure Woman Faithfully Presented (Thomas Hardy)
16. A book that’s published in 2017: TBD
17. A book involving a mythical creature: A Feast for Crows (George R.R. Martin)
18. A book you’ve read before that never fails to make you smile: TBD
19. A book about food – Sweetbitter (Stephanie Danler)
20. A book with career advice – Girlboss (Sophie Amoruso)
21. A book from a nonhuman perspective – The Book Thief (Markus Zusak)
22. A steampunk novel -Un Lun Dun (China Mieville)
23. A book with a red spine – TBD
24. A book set in the wilderness – The Call of The Wild (Jack London)
25. A book you loved as a child – TBD
26. A book by an author from a country you’ve never visited – Crime and Punishment (Fyodor Dostoyevsky)
27. A book with a title that’s a character’s name – The Truth About The Harry Quebert Affair (Joel Dicker)
28. A novel set during wartime – Sophie’s Choice (William Styron)
29. A book with an unreliable narrator -The Dinner (Herman Koch)
30. A book with pictures – TBD
31. A book where the main character is a different ethnicity than you – Broken Monsters (Lauren Beukes)
32. A book about an interesting woman – The Signature of All Things (Elizabeth Gilbert)
33. A book set in two different time periods – The Distant Hours (Kate Morton)
34. A book with a month or day of the week in the title – One of Our Thursdays is Missing (Jasper Fforde)
35. A book set in a hotel – Evil Under The Sun (Agatha Christie)
36. A book written by someone you admire – Seriously, I’m Kidding (Ellen Degeneres)
37. A book that’s becoming a movie in 2017 – TBD
38. A book set around a holiday other than Christmas – TBD
39. The first book in a series you haven’t read before – Alanna: The First Adventure (Song of Lioness, #1) (Tamora Pierce)
40. A book you bought on a trip -TBD

Phewww, those are a lot of books! Hopefully I could actually finish this challenge LOL. Let’s see what happens at the end of the year…

Actually POPSUGAR also has an Advanced Challenge, with additional themes but I don’t think I would do it, since I would still join BBI Reading & Review event each month.

Sooo… wish me luck!!

PS: Since POPSUGAR doesn’t make official button for this challenge, I took the image from their original post about this challenge and add the wording myself, and voila, I made a special button just for my posts 😀

 

[Posbar BBI] Wishlist 2017

Tags

, , , , , , ,

2016-2017

Halooo all 🙂 Balik lagi ke Posbar BBI terakhir di cycle 2016, yang kali ini temanya Wishlist 2017. Berhubung masih nyerempet-nyerempet wishlist, hari ini saya skip dulu Wishful Wednesday nya ya, tapi don’t worry, WW akan balik lagi mulai minggu depan, jadi tetep stay tuned yaaa 😀

Naaah, ngomongin soal wishlist, apa aja yaa, wishlist saya untuk 2017 ini menyangkut dunia perbukuan dan membaca? Berikut adalah yang kepikiran (sejauh ini, hihi):

Membabat at least 40 buku dari timbunan 😀
Yea, yea, right. Ini impian setiap penimbun sepertinya, dan entahlah akan berhasil atau enggak. Yang pasti, saya sudah setting target Goodreads Challenge sebanyak 80 buku untuk 2017 ini, dan rasanya masih wajar lah ya kalau separonya adalah dari timbunan saya? Asal jangan langsung membeli buku dengan jumlah dua kali lipat saja, hahaha..

Mempunyai boxset Harry Potter

Nahhh ini dia nihhh yang dari dulu belum kesampaian. Sebagai Potterhead garis keras, saya malu karena belum punya a decent Harry Potter Box Set, baik edisi bahasa Inggris maupun terjemahan. Dari sekian banyak versi, banyak sih yang sudah bikin saya ngiler berat. Tapi ya itu… kepentok budget soalnya 😄 Mungkin 2017 adalah saat yang tepat untuk membuang segala alasan budget dan… finally get THIS FREAKIN BOXSET.

Membuat lebih banyak giveaway 🙂

Iyaaa… tahun ini Wishful Wednesday agak-agak sering ngilang deh, berkat kesibukan yang suka sok-sok muncul dalam hidup saya 😄 Tahun 2017 ini semogaa bisa lebih rutin lagi WW nya, ditambah dengan giveaway yang juga lebih sering. Doain aja yaa… 🙂

Lebih banyak membaca sama Yofel

Iya, tahun 2016 kemarin memang sempat membuat beberapa postingan [Reading With Yofel], tapi rasanya kok kurang banyak yaa… Saya kadang suka merasa bersalah juga sih karena lebih senang baca buku sendirian sementara Yofel biarin aja main game atau nonton TV, hahaha… what a bad parenting example 😄 Semoga tahun ini saya bisa meluangkan waktu lebih banyak lagi dengan Yofel untuk membaca bersama-sama..

Menyelesaikan at least satu challenge

Iya, masih ragu sihhh mau ikutan challenge nggak ya? Last year was so fun because I gotta choose books to read only based on my mood. No restrictions, no deadlines, no regulations… Tapi saya juga gatel untuk kembali mengasah adrenalin saya, reading outside my comfort zone… Karena it’s true, last year was laid back and cozy and all – but.. I missed the excitement as well. So… I decided to still take things lightly this year, but spice it up a bit with an easy challenge. Let’s see what I’d do ya 🙂

Hmmm… sepertinya itulah beberapa wish saya untuk 2017. Sepertinya kok jadi lebih seperti resolusi ya? Hahaha… Mari kita lihat berapa yang benar-benar terkabul sepanjang 2017 ini.

Once again, happy new year, happy 2017, and let’s bring it on!!!

Submitted for:

Banner Posbar 2016

 

 

 

[Posbar BBI] Top Choice 2016

Tags

, , , , ,

2016-2017

Happy new year! Selamat tahun baru, semoga tahun 2017 ini lebih baik dalam segala hal untuk kita semua. Maaf ya, bulan Desember kemarin saya hectic sekali mengejar berbagai deadline sebelum cuti selama akhir tahun, jadilah blog cukup terbengkalai, termasuk postingan Wishful Wednesday yang sempat vakum. Biasanya, saya juga bikin postingan khusus A Year in Books yang rutin saya tulis dari tahun ke tahun, tapi karena kesibukan saya kemarin ini, saya memutuskan untuk menggabungkan rekap tersebut ke postingan ini saja deh 😀

Tapi… untungnya belum telat untuk ikut posting bareng alias posbar terakhir BBI yang dibagi dalam dua topik: BBI Top Choice 2016 dan BBI Wishlist 2017.

Mariii kita mulai dulu dari topik pertama, Top Choice 2016.

Selama tahun 2016 kemarin, saya sama sekali tidak ikut reading challenge apapun, kecuali Goodreads reading challenge yang hanya menentukan target jumlah buku yang dibaca. Saya memasang target 75 buku, dan syukurlah, tahun 2016 saya berhasil menamatkan 79 buku, sedikit di atas target.

Membaca tanpa harus memenuhi challenge apapun, kecuali ikutan posbar BBI setiap bulan, ternyata membuat saya lebih fresh setelah beberapa tahun berturut-turut selalu memaksakan diri ikut challenge ini-itu, bahkan sempat dua tahun menjadi host Lucky Number 14 & Lucky Number 15 Reading Challenge. Sepertinya saya memang sudah jenuh dengan segala jenis challenge yang justru terasa menghimpit dengan batasan-batasan dan ketentuan-ketentuan.

Ternyata, tahun 2016 kemarin terasa sangat liberating karena saya sama sekali tidak punya target bacaan. Saya membaca tergantung mood saja, kalau lagi pingin yang tegang, saya pilih misteri, kalau lagi pingin santai, saya pilih buku anak, kalau lagi pingin mikir, saya pilih buku pemenang award atau sastra klasik sekalian. Rasanya menenangkan sekaligus santai.

Dan dari segala ke-random-an membaca tanpa plan ini, saya akan share 5 buku terbaik versi saya tahun 2016 ini, bukan saja karena memang bukunya keren, tapi saya membacanya sesuai dengan mood dan keinginan saya – tanpa embel-embel target, tema, topik, genre, ataupun ketentuan lainnya. Here we go!

5. Americanah by Chimamanda Ngozi Adichie

americanah

Saya membaca buku ini selama perjalanan dinas ke Amerika, dalam suasana menghadapi anak-anak Amerika yang nantinya akan datang ke Indonesia di bawah program yang saya kelola. Dan buku Americanah, yang membahas masalah identitas yang menjadi topik krusial di Amerika saat ini, benar-benar menjadi background story yang sempurna selama perjalanan saya tersebut. Saya menghabiskan hampir seluruh perjalanan saya untuk menamatkan buku ini, tapi bukan karena bukunya lambat atau membosankan, tapi karena I was savoring every bit of it.

4. The Day The Crayons Quit by Drew Daywalt

crayons quit

Hilarious, kocak, lucu. Buku ini adalah satu dari sedikit buku yang sempat saya baca dengan Yofel tahun ini. Pas banget momennya memang kita lagi butuh yang seru-seru, hihi.. Salah satu resolusi tahun 2017 adalah lebih banyak membaca bersama Yofel, mudah-mudahan ketemu lagi buku-buku seru semacam serial Crayons ini.

3. A Storm of Swords by George R.R. Martin

a storm of swords

Buku ketiga serial A Song of Ice and Fire ini benar-benar seru bangeeet… dan membuat saya tidak sabar untuk membaca sekuel-sekuelnya (bring it on 2017!). Seperti biasa, membaca serial ini bikin geregetan, stress tapi addictive. Benar-benar sesuai dengan suasana hati saya saat membaca buku ini, yang butuh suntikan adrenalin tinggi 😀

2. Ready Player One by Ernest Cline

ready player one

Yes, this is one of the best books I’ve read in 2016, and perhaps, ever. Science fiction tapi nggak bikin pusing, young adult tapi nggak menye-menye, menyentuh segala isu masa kini mulai dari teknologi, media sosial, virtual reality, sampai identitas dan segala topik kekinian lainnya, tapi tanpa bernada menggurui. Plus, twist dan misterinya pas banget dengan unsur action dan suspensenya. Pokoknya, keren pake banget.

1. The One and Only Ivan by Katherine Applegate

one and only ivan

Buku Newbery selalu menjadi kelemahan saya, dan benar kaaan… The One and Only Ivan berhasil bikin saya termehek-mehek. Buku ini hadir di saat saya lagi craving baca buku yang sedih menyentuh hati, bittersweet dan tearjerker. Dan voilaaa… buku ini tepat sesuai harapan saya, bahkan exceed my expectation.

Dan itulah, 5 terbaik versi saya. Satu hal yang juga saya catat dari bacaan saya tahun 2016 lalu adalah, saya lumayan banyak membaca buku bertemakan buku, atau books about books, salah satu genre favorit saya. Rata-rata buku dengan genre ini selalu memuaskan sih, dan meski tidak ada yang saya masukkan di list Top Choice di atas, tapi sebenarnya hampir semua buku dari genre ini layak masuk ke daftar tersebut 🙂

Nah… bagaimana dengan tahun 2017? Apa resolusi saya terkait buku dan membaca? Apa wishlist yang sangat saya harap-harapkan di tahun ini? Semuanya akan saya tulis di postingan berikutnya ya, BBI Wishlist 2017. See you there 🙂

Submitted for:

Banner Posbar 2016

 

 

Wishful Wednesday [214]: Markituka Edition

wishful wednesday

Halooo!!! Maaf sekali ya, sudah dua minggu belakangan ini Wishful Wednesday menghilang dari peredaran. Alasannya sih klise: saya pas banget lagi ada berbagai kesibukan yang jatuh di hari Rabu, dan nggak sempat sama sekali membuat postingan terjadwal.

Minggu ini, untungnya WW bisa hadir lagi niiih… Semoga masih belum pada bosen ya berandai-andai tentang buku 🙂

Edisi kali ini juga edisi spesial, karena sekaligus menyambut kegiatan member BBI Jabodetabek, Markituka (Mari Kita Tuker Kado), yang sudah sukses dijalani sebelumnya.

Seperti biasa, Markituka kali ini mewajibkan pesertanya untuk share wishlist di blog atau Goodreads, dan supaya gampang, sekalian saja saya masukkan ke WW minggu ini, beserta link tempat membelinya. Jadi– to my giver, this one’s for you 🙂

A Feast for Crows (George RR Martin)Yang ini pingin banget banget banget  karena memang belum sempet beli, sementara udah ngga sabar bingits untuk melanjutkan kisah heboh Westeros 😀

Greenglass House (Kate Milford)Kisah misteri yang dari dulu selalu saya taro wishlist tapi belum kesampaian juga nih..

Purity (Jonathan Franzen)Selalu terkagum-kagum sama kegilaan penulis yang satu ini, dan Purity katanya sihhh salah satu karya terbaiknya 🙂

Germinal (Emile Zola)Salah satu penulis klasik yang belum pernah saya cicipi karyanya, dan kebetulan baru diterjemahkan GPU. Buku bantal niiih 😀

Naaah.. semoga dari kelima buku di atas, salah satunya bisa dibungkus dan dikirim ke alamat saya yaaa, giverku yang caem 😀 Dan mudah-mudahan nggak terlalu menyusahkan juga wishlistnya…Thank youuu 🙂

Share wishlist mu juga yuuuk, siapa tau ada yang mau ngasih kado akhir tahuuun hihiy:

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)