Seriously…I’m Kidding by Ellen DeGeneres

Tags

, , , , , , ,

seriously-kiddingJudul: Seriously…I’m Kidding

Penulis: Ellen DeGeneres

Penerbit: Grand Central Publishing (First trade edition, 2012)

Halaman: 241p

Beli di: Gramedia Taman Anggrek (IDR 251k)

I always, always love Ellen DeGeneres. Menurut saya, Ellen adalah salah satu perempuan yang berhasil sukses di dunia entertainment Hollywood tanpa harus berkompromi terlalu banyak. Dia coming out as a gay di tengah kesuksesan kariernya, mempertaruhkan kelangsungan posisinya di Hollywood, di saat belum banyak LGBT rights dibicarakan seperti saat ini. Namun justru setelah itu karier Ellen malah melejit, terutama lewat talk shownya yang fenomenal.

Ellen sudah menerbitkan beberapa buku autobiografi sebelumnya, namun saya belum berkesempatan untuk membaca satupun buku-buku tersebut. Jadi, buku Seriously…I’m Kidding ini adalah buku pertama Ellen yang saya baca.

Mungkin karena sudah membahas cukup panjang tentang perjalanan hidupnya di buku-buku sebelumnya, di buku ini Ellen justru tidak terlalu banyak bercerita mengenai kehidupan pribadinya. Buku ini lebih seperti buku panduan atau self help ala Ellen untuk membuat hidup lebih happy dan menjalaninya dengan tanpa beban.

Dan seperti layaknya Ellen, tips-tipsnya ini tentu saja disampaikan dengan penuh humor, dengan gaya ringan yang menarik dan menjadi ciri khas Ellen.

Dari mulai hidup sehat: olah raga, meditasi sampai kecintaannya pada daun kale; hidup happy: menjauhkan kekhawatiran, bersikap jujur dan apa adanya, serta menghindari kebosanan; juga beberapa masalah sosial seperti girl power, adopsi dan labeling- Ellen adalah Ellen, yang tidak pernah kehabisan bahan pembicaraan dan membumbuinya dengan humor.

Kadang memang ada beberapa bab buku ini yang terasa agak terlalu dipaksakan, tidak bermakna bahkan sedikit absurd.. tapi menurut saya hal itu masih cocok dengan keseluruhan tone dari buku ini. Beberapa review menyebutkan Ellen sebagai orang yang shallow, tapi kalau kata saya sih, justru aneh rasanya membaca buku serius dari orang sekocak Ellen, yang nantinya malah berkesan pretensius.

Satu hal yang saya masih penasaran adalah mendengarkan versi audiobooknya, karena sepertinya jauh lebih menarik mendengarkan kalimat-kalimat Ellen di sini langsung dengan gaya bicaranya yang memang khas dan selalu membuat kita ingin tertawa.

Thank you for making this world a better place with your humor and laughs, Ellen!

Submitted for:

Category: A Book Written by Someone You Admire

Category: A Book Written by Someone You Admire

Kategori: Self-Improvement and Self-Help

Kategori: Self-Improvement and Self-Help

 

Wishful Wednesday [221] – Giveaway Winner Announcement!

Tags

, , , , ,

wishful wednesday

Hello semua! Selamat hari Rabu 🙂

Terima kasih ya, untuk keikutsertaan 26 blogger keren dalam Wishful Wednesday 5th Anniversary Giveaway sepanjang minggu kemarin. Maaf juga saya belum sempat berkunjung ke semua blog dan meninggalkan jejak di sana… Tapi semua doanya untuk WW diaminkan, semoga WW masih bisa eksis dan mengadakan giveaway untuk teman-teman semua 🙂

Seperti biasa, saya selalu stress kalau menentukan pemenang karena maunya sih semua peserta kebagian menang, huhu.. Apa daya belum mampu, LOL. Jadi saya serahkan pada random.org saja yah, dan inilah 3 orang beruntung yang kena colek Mr. Random kali ini:

ww-anniv5-winner1ww-anniv5-winner2ww-anniv5-winner3

20: Pricilia Marwah @ I Love Books So Much

25: Riri @ My Heaven on Earth

8:   Kitty @ Pelahap Kata

Selamat ya buat ketiga pemenang, ditunggu email alamat lengkap kalian dan konfirmasi ulang judul buku yang diinginkan, ke astridfelicia@hotmail.com

Buat yang lain, please jangan kapok ya.. Nantikan lagi giveaway selanjutnya di Wishful Wednesday 🙂

Yang mau berandai-andai lagi minggu ini, ditunggu postingan WW nya 🙂

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

 

 

 

Wishful Wednesday [220] – 5th Anniversary Giveaway!

Tags

, , , , ,

wishful wednesday

Yeaaay…Ngga terasa, Wishful Wednesday alias WW sudah menginjak tahun ke-5 lho!!! Meski masih suka ada bolong-bolong beberapa kali setiap tahunnya, tapi syukurlah tidak terlalu banyak 😄 Peminat WW juga suka naik turun, kadang ramai kadang sepi. Kadang ada teman-teman lama yang sudah ikutan sejak WW masih bayi dulu, tapi tidak jarang saya juga jadi kenalan dengan teman-teman baru akibat WW ini. Sayangnya saya agak jarang blogwalking belakangan ini.. Niatnya sih saya ingin menggiatkan blogwalking ke peserta WW lagi setiap minggunya, semoga tercapai ya.

Dan mudah-mudahan, ke depannya WW masih bisa tetap eksis, menjadi salah satu saluran yang ikut membantu mengabulkan wishlist teman-teman semua, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Salah satu kebahagiaan menjadi host meme ini adalah ketika mendengar kalau wishlist teman-teman ada yang terkabul, baik itu karena mendapat info dari sesama peserta, atau karena mendapat surprise/hadiah kejutan dari orang yang ikut membaca postingan WW-nya 🙂

Nah, salah satu tradisi yang mudah-mudahan masih akan bisa saya pertahankan adalah mengadakan Giveaway lewat meme ini. Nggak afdol rasanya kalau merayakan anniversary Wishful Wednesday tanpa bagi-bagi hadiah. Hihiy… Syaratnya masih gampang seperti biasa. Check it out!

1. Buat posting Wishful Wednesday di blog-mu – (yep, it’s only for blogger this time, sorry guys!). Tapi nggak harus blog buku kok, yang penting blog-mu masih aktif. Jangan lupa cantumkan button Wishful Wednesday dalam postinganmu (bisa di-copy dari postingan ini). Posting diterbitkan di blog masing-masing antara hari Rabu, 22 Februari 2017 sampai Senin, 27 Februari 2017, bertepatan dengan Wishful Wednesday [220] di blog ini.

2. Isi postingan adalah tentang buku yang sedang menjadi wish-mu saat ini (boleh lebih dari satu buku), beserta alasan kenapa kamu ngebet banget pengen punya buku tersebut. Tampilkan juga gambar cover buku incaranmu ya!

3. Syarat buku inceran:  Buku boleh berbahasa Indonesia maupun Inggris, tapi harga  maksimalnya (setelah harga diskon dan total di luar ongkir) adalah IDR 100,000 atau USD 11. Dalam postingan tersebut, kamu wajib mencantumkan link tempat buku ini bisa dibeli online (contoh toko buku online lokal: Bukukita.com, Bukabuku.com, Gramedia.com). Untuk buku berbahasa Inggris, hanya dapat mencantumkan link bookdepository.com (free ongkos kirim ke Indonesia), atau opentrolley.co.id dan periplus.com. Pastikan buku incaranmu masih tersedia stoknya, dan bukan merupakan buku yang sudah tidak diterbitkan (out of stock/out of print).

4. Setelah posting, kamu wajib memasukkan link postinganmu ke Mr.Linky yang ada di bagian bawah postingan ini. TIGA orang (yep, tiga lho!) pemenang akan dipilih menggunakan random.org berdasarkan nomor urutannya di Mr. Linky. Setiap blog hanya boleh membuat satu postingan dan memasukkan satu link ke Mr. Linky.

5. Giveaway ini diadakan antara Rabu, 22 Februari 2017 sampai Senin, 27 Februari 2017. Link postingan di Mr. Linky dapat disubmit saat Wishful Wednesday [220] terbit, dan link terakhir ditunggu hingga pukul 23.59 WIB tanggal 27 Februari 2017. Peserta yang sudah posting tapi tidak memasukkan link-nya ke Mr. Linky hingga batas waktu yang ditentukan, dianggap GUGUR.

6. Pemenang akan diumumkan hari Rabu, 1 Maret 2017 pk. 10.00 WIB melalui blog ini. Pemenang diberikan waktu 2×24 jam untuk konfirmasi melalui email ke astridfelicia@hotmail.com. Bila lebih dari waktu tersebut belum ada konfirmasi, maka akan dipilih pemenang lainnya. Pemenang harus memiliki alamat kirim di Indonesia.

7. Bila buku yang menjadi wishlist sudah tidak dicetak lagi, atau tidak bisa ditemukan di website yang sudah dicantumkan, maka pemenang diberi kesempatan satu kali lagi untuk memilih buku lainnya.

Yuk, mari ikut meramaikan ultah WW ke-5 tahun 🙂 May the odds be ever in your favor!!

 

The Underground Railroad by Colson Whitehead

Tags

, , , , , , , ,

underground-railroadJudul: The Underground Railroad

Penulis: Colson Whitehead

Penerbit: Fleet (hardback edition, 2016)

Halaman: 306p

Beli: The Book Depository (IDR 154k, bargain price!)

Ini adalah kisah sejarah tentang sebuah negara besar yang memulai kedigdayaannya melalui suatu periode kelam bernama perbudakan.

Amerika di pertengahan abad ke-19 merupakan tempat yang amat keras, tidak cukup para pendatang dari Eropa ini mengusir penduduk asli suku Indian, mereka pun menculik dan membawa para penduduk Afrika dari benuanya, untuk dipekerjakan secara paksa di perkebunan-perkebuna luas milik orang kulit putih, yang terutama terletak di daerah selatan Amerika Serikat.

Cora sudah tinggal di perkebunan kapas milik Randall di Georgia sejak ia dilahirkan. Itulah rumahnya, tempat kelahirannya, dan nerakanya. Nenek Cora diculik dari desanya di Afrika, memulai sejarah kelam keluarga mereka. Ia meninggal di tengah perkebunan kapas. Sementara Mabel, Ibu Cora adalah satu-satunya budak yang berhasil kabur dari perkebunan Randall dan tidak pernah tertangkap. Ia meninggalkan Cora di nerakanya, satu hal yang tidak pernah bisa Cora mengerti dan maafkan.

Suatu hari, Caesar, budak pendatang dari Virginia, mengajak Cora untuk kabur dari perkebunan Randall, karena ia mendapat informasi tentang adanya The Underground Railroad, jalur kereta bawah tanah yang merupakan kerja sama orang kulit hitam dan orang kulit putih yang anti perbudakan, untuk membawa para budak ke daerah utara yang bebas.

Dimulailah petualangan Cora menelusuri Amerika yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Sementara itu seorang penangkap budak terkenal bernama Ridgeway dan disewa oleh Randall, terus memburu Cora dan mengejarnya sampai ke ujung negeri. Ia seolah terobsesi dengan Cora karena dulu ia gagal menangkap Mabel, dan menjadikan kegagalan tersebut sebagai persoalan yang paling pribadi.

The Undeground Railroad adalah buku yang harus diresapi dan dikunyah perlahan-lahan. Setiap kata dan kalimatnya ditulis dengan penuh makna, menunjukkan secara detail perlakuan yang diterima oleh para budak di Amerika. Dari mulai hukuman yang luar biasa kejam, pelecehan dan penyerangan baik dari kaum kulit putih maupun sesama budak kulit hitam yang lebih kuat, hingga masa depan suram penuh belenggu, di mana konsep kebebasan hanyalah sebatas mimpi.

Saya terus dan terus berharap akan akhir yang bahagia untuk Cora, di tengah rasa takut, kejaran, serbuan dan ancaman yang selalu mengikutinya. Meski Cora hanyalah satu orang dari ribuan budak yang mengalami nasib sama, namun rasanya cukup melegakan bila nasib baik bisa menghampirinya, setidaknya menguarkan harapan akan kehidupan suram yang dialami para budak.

The Underground Railroad berhasil menunjukkan dengan tepat makna dari white supremacy, atau kekuasaan kulit putih, yang akhir-akhir ini tampak mencuat kembali ke permukaan Amerika, terutama pasca pemilu presiden di sana. Perbudakan memang mengubah wajah negara Amerika Serikat secara keseluruhan, dan akan tetap menjadi bagian dari sejarah kelam negara adikuasa tersebut. Perbudakan mengawali diskriminasi dan rasisme di Amerika, isu penting yang masih relevan dengan masa sekarang ini,

Tidak bisa dihindari, bila sesekali kita dipaksa mengunjungi dan mengingat sejarah gelap itu. Dan tak bisa dipungkiri, Colson Whitehead berhasil memperlihatkan versi sejarah tersebut pada kita dengan amat baik. Meski saran saya, untuk yang merasa memiliki hati yang terlalu lemah lembut dan tidak tegaan, lebih baik hindari saja buku ini 🙂 Miriiiis….

The Underground Railroad: Facts

Ternyata, The Underground Railroad memang benar-benar ada dan menjadi bagian sejarah perbudakan di Amerika Serikat, bahkan menjadi salah satu pemicu terjadinya Perang Saudara di masa Presiden Lincoln.

Underground Railroad dibuat sekitar tahun 1780, dan berakhir penggunaannya di tahun 1862, bersamaan dengan dimulainya Civil War. Ada sekitar 6,000 budak yang diselamatkan menggunakan jalur Underground Railroad.

Istilah Underground Railroad sendiri mulai digunakan sekitar awal tahun 1830-an. Rumah yang digunakan sebagai tempat perhentian kereta ini disebut sebagai “stations” atau “depots”, sedangkan pengurusnya dinamakan “stationmasters”. “Conductors” bertugas untuk mengemudikan kereta dari stasiun ke stasiun, sedangkan “stockholders” berkontribusi dalam bentuk uang atau barang. Budak yang berhasil bebas biasanya menetap di daerah Utara, dan dicarikan pekerjaan serta tempat tinggal yang layak. Banyak dari mereka yang akhirnya mengungsi ke Kanada.

Perjalanan dengan Underground Railroad dipenuhi oleh bahaya. Para budak harus melarikan diri dari pemilik mereka, biasanya di tengah malam. Dari sana, mereka mengikuti bintang yang menunjukkan arah Utara pada mereka.

Banyak nama-nama terkenal dalam sejarah yang terlibat dalam Underground Railroad. Salah satunya adalah Harriet Tubman, sosok yang juga memegang peranan penting dalam peristiwa Civil War.

Sumber: http://www.historynet.com/underground-railroad

Submitted for:

Category: A Book by a Person of Color

Category: A Book by a Person of Color

 

Kategori: Award Winning Books

Kategori: Award Winning Books (Goodreads Choice Historical Fiction, 2016; National Book Award, 2016)

A Feast for Crows by George R.R. Martin

Tags

, , , , ,

a-feast-for-crowsJudul: A Feast for Crows

Penulis: George R.R. Martin

Penerbit: Bantam Books (2011 Mass Market Edition)

Halaman: 1058p

Gift from: Anggun (Markituka)

Buku ke-4 dari serial ikonik Game of Thrones ini langsung melaju pesat menyambung akhir kisah buku ke-3.  Perang 5 Raja sudah berada di ujung akhir, dan Westeros pun mulai berbenah menyambut era baru. Tapi apakah semuanya damai sejahtera? Ohoho, tentu saja tidak.

Di King’s Landing, adik Joffrey Baratheon, Tommen, yang belum lagi berumur 10 tahun, kini berkuasa menggantikan kakaknya. Ibunya, Cersei, tetap menjadi pemimpin yang sesungguhnya dan mengendalikan setiap keputusa Tommen. Namun, sifat Cersei yang over ambisius sekaligus paranoid, membuat Cersei kerap mengambil keputusan-keputusan bodoh, dibantu oleh para penasihatnya yang sama-sama tidak becus. Salah satu rencananya adalah menyingkirkan Margaery Tyrell, yang baru dinikahi Tommen. Cersei yakin Margaery akan merebut kekuasaan dari tangannya.

Sementara itu di daerah Riverland, akhir perang membawa kerumitan tersendiri, karena adanya pembagian dan perpindahan kekuasaan yang harus dilakukan. Termasuk di Riverrun, di mana paman Catelyn Stark masih berusaha mempertahankan kastil keluarga Tully. Jaime Lannister ditugaskan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, ditambah beberapa masalah pindah tangan kastil lainnya seperti Harenhall yang digosipkan berhantu.

Brienne of Tarth, yang di buku sebelumnya ditugaskan oleh Jaime untuk mencari keberadaan Sansa Stark, berkeliling di daerah Riverland, namun malah bertemu dengan orang-orang yang nantinya akan berperan banyak dalam pencariannya.

Beberapa peristiwa penting lainnya:

– Di daerah Iron Islands, setelah penguasa mereka Balon Greyjoy meninggal, diadakan pemilihan untuk mencari pengganti pucuk pimpinan Seastone Chair. Apakah adik-adik Balon, Victorion dan Crow’s Eye, atau anak perempuan Balon, Asha Greyjoy, yang akan memenangi pemilihan tersebut?

-Di Vale, Sansa yang menyamar menjadi anak Littlefinger yang bernama Alayne, bersembunyi dari dunia luar, namun harus mengeluarkan keberaniannya saat musim dingin semakin memuncak dan seluruh penghuni kastil Eyrie harus turun ke bawah dan bergabung bersama penduduk Vale yang lain.

-Arya mengungsi ke Braavos untuk mencari Jaquen H’ghar, namun malah bertemu dengan sebuah sekte yang pekerjaannya adalah menghilangkan nyawa orang-orang yang ingin meninggalkan kehidupan. Arya memutuskan untuk bergabung dengan mereka tanpa tahu apa yang menantinya di depan sana.

-Samwell Tarly diperintahkan Jon Snow untuk meninggalkan The Wall dan belajar ke Citadel untuk menjadi Maester. Pelayaran yang dialami Sam sangat berat, ditambah lagi ia harus mengurus Maester Aemon yang sakit keras dan Gilly serta bayinya yang baru pertama kali naik kapal.

– Di Dorne, ada pemberontakan yang sedang direncanakan oleh Putri Arienne, anak perempuan Prince Doran, yang ingin mengangkat Putri Myrcella (yang dijodohkan dengan adik laki-laki Arienne) menjadi penguasa Iron Throne menggantikan adiknya, Tommen.

A Feast for Crows memiliki keanehan: tidak menyinggung sama sekali kisah dari sudut pandang Jon Snow, Bran, Daenerys dan juga Stannis. Ke mana mereka semua? Apa yang terjadi?

Di bagian belakang buku, saya baru menemukan jawabannya dari sang penulis. Martin mengungkapkan bahwa awalnya ia menulis keseluruhan kisah buku ke-4 termasuk dari sudut pandang karakter-karakter yang saya sebut tadi. Tapi karena akhirnya buku tersebut menjadi terlalu panjang, Martin memutuskan untuk membaginya menjadi dua bagian: A Feast for Crows dan A Dance with Dragons. Ia memfokuskan buku Feast for Crows di daerah King’s Landing dan sekitarnya, dan akan membahas daerah-daerah lain termasuk The Wall dan Daenerys yang ada di seberang lautan di buku berikutnya.

Dampaknya cukup terasa sih. Menurut saya buku ini jadi agak lebih membosankan karena fokusnya yang terlalu sempit, dan sudut pandang karakter yang tidak sevariatif biasanya. Apalagi, banyak dari karakter yang dihilangkan tersebut justru memegang kunci cerita, seperti Daenerys dan Tyrion. Jadi berasa gantung juga, terpaksa menahan rasa penasaran ini sampai di buku selanjutnya.

Ditambah lagi, beberapa sudut pandang di buku ini benar-benar membuat saya darah tinggi dan semakin benci dengan beberapa karakter. Tidak seperti buku-buku sebelumnya, di mana saya bisa jadi bersimpati dengan Jaime dan Tyrion Lannister, di sini saya tidak bisa berkata hal yang sama saat membaca kisah dari sudut pandang Cersei Lannister atau Asha Greyjoy. Buat saya, mereka tetap sebitchy, bahkan lebih bitchy dari sebelumnya.

Tema feminis juga menjadi cukup kental di buku ini, dengan hadirnya beberapa tokoh perempuan super yang ingin membuktikan dirinya lebih hebat dari laki-laki. Sayangnya, saya tidak bisa bersimpati dengan mereka. Cersei, Asha dan Arianne adalah contoh beberapa perempuan gila kuasa yang rela menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan mereka, yang hanya sekadar ingin membuktikan pengaruhnya kepada orang-orang sekitar. Simpati hanya bisa saya berikan pada Brienne of Tarth, yang di buku ini cukup mendapat porsi besar dan dibuat lebih manusiawi.

Saya jadi tidak sabar ingin membaca A Dance with Dragons yang sampai saat ini merupakan buku terakhir yang sudah diterbitkan dari serial ini. Tapi pertanyaannya: setelah Dragons, berapa lama lagi kita harus menunggu Martin menerbitkan buku selanjutnya?? Berapa lama lagi kita akan dibuat penasaran oleh sang penulis?

 

 

BBI Share the Love: [Guest Post by Nisa Rahmah]: Bincang-Bincang Tentang Genre Metropop

Tags

, , , , ,

Pengantar:

Hai hai! Kali ini Blogger Buku Indonesia alias BBI kembali hadir dengan salah satu event serunya merayakan Valentine’s Day sekaligus International Book Giving Day yang jatuh tanggal 14 Februari. Di hari spesial ini, saya kedatangan tamu, Nisa Rahmah dari blog Resensi Buku Nisa, yang akan berbagi kisah tentang genre kesukaannya, Metropop. Penasaran kan, apalagi karena jarang-jarang Metropop nongol di blog Books to Share, hehehe… Nggak salah deh, tim divisi event BBI sudah memasangkan saya dengan Nisa, karena genre favorit kami yang lumayan beda jauh, jadi bisa saling berbagi info-info baru. Kalau kalian ingin lihat guest post saya tentang apa, jangan lupa mampir di blog Nisa ya 🙂 Oiya, nantinya saya dan Nisa juga akan bertukar kado, huhuyyy nggak sabar deh menunggu kado saya tiba 🙂 Happy International Book Giving Day, peeps! Mari terus berbagi buku dan kesukaan membaca ke sekeliling kita…

Bincang-Bincang Tentang Fiksi Metropop

Halo teman-teman semua. Terutama, halo Kak Astrid yang sudah mengizinkan saya untuk mengisi blog bukunya sebagai guest post. 🙂

Kali ini, saya mau mengulas tentang fiksi metropop. Ada yang sudah tahu atau familier dengan genre ini? Saya akan menjelaskan secara singkat dulu ya apa sih yang dimaksud dengan fiksi metropop? Metropop ialah sebuah cerita yang mengangkat kisah tentang masyarakat urban, beserta konflik yang mengikatnya seputar kehidupan percintaan, gaya hidup, pekerjaan, yang disajikan dengan gaya bahasa pop. Tokoh yang terlibat di dalamnya, biasanya usia dewasa muda, yang penuh dengan ambisi dan sedang berupaya membangun impiannya. Bergelut dengan masa-masa awal mula merintis karier, mencari-cari makna sebuah hubungan percintaan yang lebih serius lagi. Yah, itu dia pemaknaan singkat saya tentang genre ini. Dan ternyata, setelah browsing sana-sini, penjelasannya pas, kok. (Baca: tentang fiksi metropop di wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Fiksi_metropop)

Sebenarnya, pelabelan “Metropop” ini, adalah secara khusus milik penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU). Namun, secara genre, sebenarnya ini milik semua. Asalkan yang dibahas tentang kaum urban dan asam, manis, pahit, kehidupan percintaan dan karier mereka (dan biasanya dibumbui kisah-kisah menggoda sekaligus ringan), maka novel-novel berkarakter demikian bisa digolongkan sebagai bagian dari genre metropop. Penerbit Elex Media juga punya pelabelan serupa yang dikemas dengan nama “City Lite”.

Sebagai penggemar novel lokal bergenre romance, metropop termasuk sahabat dekat dengan mereka. Bisa dibilang, poin utama dari kisah-kisah metropop berkisar seputar isu percintaannya. Jadi, bisa dipastikan kalau kalian suka dengan karya penulis-penulis lokal yang kental dengan kisah romansa mereka, metropop adalah pilihan yang bagus untuk dibaca. Namun, terkadang pembaca masih susah membedakan antara label “metropop” dan “amore”. Saya punya sedikit penjelasan dari hasil membaca beberapa judul novel-novel tersebut. Menurut saya, novel metropop itu menonjolkan sisi kehidupan mereka. Kisah romansa menjadi pengikatnya, tapi bukan menjadi karakter menonjol salah-satunya. Karena, yang mau dilibatkan dalam kisah-kisah metropop bukan konflik cinta yang mendayu-dayu, melainkan bagaimana bertahan untuk meraih mimpi, cita-cita, menjalani kehidupan, dan tentang percintaan. Sementara amore, bagi saya genre ini memfokuskan diri pada membangun kisah percintaan yang berakhir dengan bahagia. Beberapa orang juga mengasosiasikan metropop vs amore dengan chicklit vs harlequin. Nah, sudah bisa membedakannya dan bisa memetakan novel mana yang termasuk metropop atau amore?

Saya mempunyai beberapa rekomendasi novel-novel metropop yang keren untuk kalian baca. Beberapa di antaranya sudah sangat terkenal. Namun, saya akan memberikan sedikit ulasan tentang mengapa saya suka atau bagian apa yang saya kurang suka dari kisah-kisah tersebut.

  1. Coppelia

Judul : Coppelia | Penulis : Novellina A. | Penerbit : Gramedia Pustaka Utama | Tebal Buku : 192 Halaman | ISBN : 9786020318103

coppelia

Coppelia bercerita tentang seorang gadis bernama Nefertiti yang sejak kecil bermasalah dengan ambisi ibunya yang menginginkan anaknya berbakat di bidang seni. Akhirnya, Nefertiti menemukan minatnya pada bidang tari, terutama balet. Hanya saja, dirinya tidak menonjol, dan itu mengecewakan ibunya. Dia kabur ke luar negeri, lari dari rumah, dan dari semua tuntutan sang ibu tentang impian serta masa depannya. Lalu, dia bertemu dengan Oliver, tetangga masa kecilnya, yang juga diam-diam mencintainya dan membantu sang tokoh perempuan untuk mengurai permasalahan pelik dalam kehidupannya.

Ini bukan hanya cerita cinta dua insan yang berbeda karakter dan kehidupan, melainkan juga kisah seorang ibu dan anak yang kompleks dan rumit. Tentang cinta yang tidak tersampaikan bahkan tidak mampu ditunjukkan. Juga persahabatan dalam ketidaksempurnaan, yang membuat mereka menyatu dalam sebuah kisah cinta yang manis dan universal.

  1. Jakarta Sebelum Pagi

Judul : Jakarta Sebelum Pagi | Penulis : Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie | Penerbit : Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) | Tebal Buku : 280 Halaman | ISBN : 9786023754847

jakarta-sblm-pagi

Bercerita tentang seorang gadis metropolitan bernama Emina yang unik. Kenapa unik? Karena kepribadiannya yang tidak biasa. Dia tipikal kaum urban yang budak korporat, tapi cukup menikmati rutinitasnya. Punya teman yang unik dan mengasyikkan juga. Suatu hari dia bersinggungan dengan situasi aneh yang melibatkan balon udara, hyacinth, dan surat misterius yang dikirim oleh stalker dari apartemennya. Dan dari penyelidikannya itu, membawa Emina pada pertemuan dengan orang-orang aneh lainnya: si anak kecil pemuja teh dan ritual minum teh, si pria korban perang yang takut dengan kebisingan, kakek nyentrik tetangga sebelah rumah kakek-neneknya.

Novel ini… genius. Keren. Juara. Saya suka dengan penggambaran karakternya, plotnya yang fantastis karena memadukan banyak hal absurd menjadi masuk akal. Petualangan tengah malam menyusuri kisah cinta aneh di masa lalu yang dituliskan dalam surat misterius, adalah salah satu bagian favorit saya dari kisah Jakarta Sebelum Pagi ini.

  1. Critical Eleven

Judul : Critical Eleven | Penulis : Ika Natassa | Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama | Tebal buku : 344 Halaman | ISBN: 9786020318929

critical-eleven

Tanya Laetitia Baskoro adalah seorang wanita karir, anak tunggal, bekerja sebagai Management Consultant yang memiliki frekuensi terbang cukup tinggi. Aldebaran Risjad bekerja sejauh-jauhnya dari rumah, di Rig, pengeboran minyak lepas pantai 25 jam penerbangan dari Jakarta. Dengan frekuensi bekerja lima minggu di lokasi, dan lima minggu off. Tanya Baskoro dan Aldebaran Risjad, adalah sepasang suami istri yang mempunyai masalah pelik dalam rumah tangga mereka. Permasalahan itu membuat rumah tangga yang baru saja dibangun menjadi goyah.

Saya suka dengan plot kisah ini, dan bagaimana penggambaran karakternya, begitu melekat. Hanya saja, penggunaan bahasa Indonesia campur Inggris cukup mengganggu, bagi yang tidak menyukai deskripsi campur seperti itu. Secara keseluruhan, novel ini direkomendasikan. Apalagi, bulan Mei nanti akan ada filmnya di layar lebar (yang jadi Ale Reza Rahadian, lho!).

  1. Some Kind of Wonderful

Judul : Some Kind of Wonderful | Penulis : Winna Efendi | Penerbit : Gramedia Pustaka Utama | Tebal Buku : 360 Halaman | ISBN : 9786020335551

some-kind-of-wonderful

Liam Kendrick, chef terkenal di Sydney, mengalami masalah dalam percintaannya karena orang yang dicintainya sejak kecil akan menikah dengan orang lain, lebih tepatnya adiknya sendiri. Rory Handinata terperangkap dalam kesedihan masa lalunya saat suami dan anaknya tewas secara mengenaskan. Keduanya bertemu dalam jaringan televisi yang menaungi mereka. Liam yang memiliki segmen acara sendiri, sementara Rory yang untuk menyambung hidup, bekerja pada serial anak-anak yang sempat menjadi kesukaan Ruben, mendiang anaknya. Kisah hidup mereka yang diwarnai oleh kehilangan orang dicintai, membuat mereka menjadi dekat. Namun, seberapa besar upaya mengikhlaskan masa lalu dan melangkah ke depan dengan cinta yang baru, masih tetap harus diperjuangkan.

Saya suka dengan novel-novel Winna Efendi. Kisah cinta yang pas, plot yang rapi, dan diselipi oleh cara menyampaikan cerita yang mengagumkan, membalut kisah kehidupan Liam dan Rory menjadi sebuah cerita yang manis dan wonderful. Emosi yang diberikannya, cara menyampaikan perasaan karakternya, cara memperkenalkan para tokohnya… Bagaimana penulis bahkan memberikan sentuhan kecil macam mengetuk-ngetuk jemari saat sedang gugup, itu detail yang berkesan.

  1. Rule of Thirds

Judul : Rule of Thirds| Penulis : Suarcani | Penerbit : Gramedia Pustaka Utama | Tebal Buku : 288 Halaman | ISBN : 9786020334752

rule-of-thirds

Ladys pergi ke Bali untuk mengejar cintanya pada Esa yang membuahkan ujung yang pahit. Esa berselingkuh, bahkan akan menikah sebentar lagi. Di Bali, selain om yang memiliki studio foto dan sering berkelana ke luar negeri, Ladys tidak punya siapa-siapa lagi. Untung saja dia yang pekerjaannya di Korea dulu sebagai fotografer fashion, sekarang bekerja pada studio foto milik omnya itu. Namun, kali ini dia harus beralih menjadi fotografer pre-wedding. Di sana dia bertemu dengan Dias, seorang pekerja di studio foto itu, seorang pria yang mempunyai bakat fotografi tapi harus berpuas diri hanya menjadi asisten saja. Kehidupan keduanya yang beririsan dengan kisah masa lalu yang sama, membuat kedekatan demi kedekatan terjalin. Hanya saja, banyak hal yang harus dilakukan untuk membuktikan cinta, atau tentang berdamai dengan masa lalu.

Novel ini keren, membuktikan bahwa label metropop tidak hanya berfokus setting pada kota Jakarta semata. Kisah ini tidak hanya bercerita tentang kehidupan dan cinta, melainkan banyak unsur fotografi yang termuat di sana.

 

Nah, itu dia beberapa novel metropop yang menjadi rekomendasi dari saya. Semoga bisa membuat tertarik untuk menyicipi genre ini dan menikmati asam-manis kehidupan para tokohnya.

Terima kasih Nisa untuk rekomendasi dan pencerahannya tentang genre Metropop, dan terima kasih ya, sudah mampir di Books to Share 🙂

 

 

 

Wishful Wednesday [219]

Tags

, ,

wishful wednesday

Selamat datang di Wishful Wednesday! Semoga hari Rabu mu menyenangkan ya…

Oiya, akhir bulan ini rencananya akan ada Wishful Wednesday Anniversary Giveaway – stay tuned ya!!

Minggu ini sebenarnya saya nggak punya wishlist yang terlalu kepingin banget… Tapi karena masih ada beberapa buku yang saya belum punya untuk memenuhi target Popsugar Reading Challenge, jadi saya memutuskan untuk memilih salah satu buku dari kategori tersebut untuk WW minggu ini.

Sweetbitter (Stephanie Danler)

This is how we meet unforgettable Tess, the twenty-two-year-old at the heart of this stunning first novel. Shot from a mundane, provincial past, she’s come to New York to look for a life she can’t define, except as a burning drive to become someone, to belong somewhere. After she stumbles into a coveted job at a renowned Union Square restaurant, we spend the year with her as she learns the chaotic, punishing, privileged life of a “backwaiter,” on duty and off. Her appetites—for food, wine, knowledge, and every kind of experience—are awakened. And she’s pulled into the magnetic thrall of two other servers—a handsome bartender she falls hard for, and an older woman she latches onto with an orphan’s ardor.

sweetbitter

These two and their enigmatic connection to each other will prove to be Tess’s hardest lesson of all. Sweetbitter is a story of discovery, enchantment, and the power of what remains after disillusionment.

Semoga bisa berjodoooh 😀

Share WW mu juga yuk!

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

 

Un Lun Dun by China Mieville

Tags

, , , , , , , ,

unlundunJudul: Un Lun Dun

Penulis: China Mieville

Penerbit: Macmillan Children’s Books (2008)

Halaman: 520p

Beli di: Borders Singapore (SGD 19.80)

Sebenarnya ini adalah reread. Saya membaca buku ini pertama kalinya tahun 2008, bahkan toko buku tempat saya membeli buku ini juga sudah tutup (RIP Borders, huhu). Tapi karena belum pernah saya review di sini, plus kebetulan buku ini cocok dengan salah satu kategori Popsugar Reading Challenge, jadi mariii kita baca ulang.

Un Lun Dun bercerita tentang petualangan dua anak perempuan, Zanna dan Deeba, yang karena satu dan lain hal bisa terdampar di sebuah kota yang berada di “bawah” kota London. Kota bernama UnLondon ini berisi segala jenis barang dan makhluk yang sudah “kadaluarsa” dan dibuang dari kota London, seperti payung rusak (yang disebut unbrella), rumah dari barang-barang bekas seperti TV atau komputer yang sudah jadul, dan ditempati oleh beragam makhluk mulai dari hantu, binatang menyerupai manusia atau manusia menyerupai binatang.

Zanna dan Deeba sangat terkejut karena ternyata penduduk UnLondon sedang berada dalam situasi gawat akibat serangan Smog, asap tebal dengan otak cerdas yang bertekad akan menguasai UnLondon, dan mereka menunggu-nunggu Zanna yang mereka sebut sebagai Schwazzy, atau “The Chosen One”, untuk menyelamatkan mereka berdasarkan ramalan yang mereka percayai.

Meski ada kejadian yang tidak menyenangkan menimpa Zanna, namun Deeba terpanggil untuk tetap menolong penduduk UnLondon, apalagi setelah ia mendapatkan teman-teman baru di sana, termasuk Kondektur Jones yang dulunya adalah penduduk kota London, Obaday Fing si penjahit baju spesialis dari bahan buku dan kertas, Hemi si manusia setengah hantu, juga Curdle, kotak susu yang sudah seperti hewan peliharaan.

Deeba tahu, menyelamatkan UnLondon berarti harus mempertaruhkan keselamatannya dan teman-temannya, namun ia bertekad akan mengalahkan Smog, apalagi setelah ia mengetahui satu fakta mengejutkan tentang Smog dan UnLondon yang juga mengancam kehidupannya di London.

Seruuu, itu adalah kesan pertama saya terhadap buku ini. Un Lun Dun merupakan kisah fantasi yang dipenuhi oleh imajinasi liar, mengingatkan saya dengan kisah City of Dreaming Books atau Neverwhere-nya Neil Gaiman. Katanya sih, Mieville memang terinspirasi dari kisah Neverwhere saat menulis buku ini, namun menargetkan anak-anak sebagai pembacanya.

Saya suka dengan penggambaran setting kota UnLondon yang bisa saya bayangkan dengan mudah. Karakter-karakter pendukungnya juga diangkat dengan cukup baik, memiliki peran yang seimbang dan bukan hanya tempelan saja. Deeba sendiri merupakan karakter yang mudah disukai dan bisa menjadi role model untuk anak-anak perempuan. Selingan ilustrasi di sana-sini juga membuat buku ini terasa semakin enak untuk diikuti.

Banyak review yang menyatakan kalau plot Un Lun Dun lemah dan merupakan salah satu kisah yang paling tidak meyakinkan dibanding kisah-kisah lain karya China Mieville. Tapi karena saya belum pernah membaca buku Mieville lainnya, mungkin ekspektasi saya jadi tidak terlalu tinggi sehingga mudah untuk dipuaskan.

Ending Un Lun Dun sendiri sebenarnya membuka peluang untuk sekuel bahkan serial. Tapi surprisingly Mieville belum menunjukkan tanda-tanda ke arah sana sampai saat ini karena Un Lun Dun masih merupakan standalone.

Submitted for:

Category: A Steampunk Novel

Category: A Steampunk Novel

 

Kategori: Fantasy Fiction

Kategori: Fantasy Fiction

Wishful Wednesday [218]

Tags

, , , , ,

wishful wednesday

Selamat hari Rabu dan selamat menyambut bulan Februari! Semoga hujan tidak membuat Rabumu jadi kelabu ya..

Saking ribetnya sama urusan kantor, dan berusaha mengikuti list reading challenge yang saya ikuti, saya sampai kelupaan mengamati perkembangan Newbery tahun ini. Tidak terasa, sudah terpilih saja lho pemenang Newbery untuk 2017!

Dan langsung bikin saya mupeng, karena bukunya memang sudah cukup lama jadi incaran akibat hypenya yang cukup lumayan di mana-mana.

The Girl Who Drank The Moon (Kelly Barnhill)

girl-who-drank-moon

Every year, the people of the Protectorate leave a baby as an offering to the witch who lives in the forest. They hope this sacrifice will keep her from terrorizing their town. But the witch in the forest, Xan, is kind and gentle. She shares her home with a wise Swamp Monster named Glerk and a Perfectly Tiny Dragon, Fyrian. Xan rescues the abandoned children and deliver them to welcoming families on the other side of the forest, nourishing the babies with starlight on the journey. 

One year, Xan accidentally feeds a baby moonlight instead of starlight, filling the ordinary child with extraordinary magic. Xan decides she must raise this enmagicked girl, whom she calls Luna, as her own. To keep young Luna safe from her own unwieldy power, Xan locks her magic deep inside her. When Luna approaches her thirteenth birthday, her magic begins to emerge on schedule–but Xan is far away. Meanwhile, a young man from the Protectorate is determined to free his people by killing the witch. Soon, it is up to Luna to protect those who have protected her–even if it means the end of the loving, safe world she’s always known.
 
The acclaimed author of The Witch’s Boy has created another epic coming-of-age fairy tale destined to become a modern classic.

Sepertinya seruuu… mengingatkan dengan nuansa The Girl With Ink and Stars 🙂 Semoga bisa berjodoooh…

Yuk share WW mu juga 🙂

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

 

A Gentleman in Moscow by Amor Towles

Tags

, , , , , , ,

gentleman-in-moscowJudul: A Gentleman in Moscow

Penulis: Amor Towles

Penerbit: Viking (2016)

Halaman: 462p

Beli di: Kinokuniya Nge Ann City (SGD 29.85) — Thanks Papa!!

Tahun 1922 adalah tahun yang penuh perubahan di Rusia. Kaum Bolshevik berkuasa setelah Revolusi besar, memunculkan tokoh seperti Stalin yang hadir dengan konsep komunismenya.

Kaum aristrokat bukan hanya tersingkir, tapi juga dimusuhi dan dianggap sebagai warga kelas dua. Tak terkecuali Count Alexander Rostov, yang kembali ke Rusia setelah Revolusi karena alasan pribadi, namun malah dituduh bersikap subversif karena puisi karangannya yang dianggap melanggar peraturan baru pemerintah komunis. Jadilah Count memperoleh hukuman berat saat itu: tahanan rumah seumur hidup! Tapi, karena sang Count bertempat tinggal di Hotel Metropol di Moskow sebagai tamu tetap, maka ia pun menjadi “tahanan hotel”.

Metropol adalah hotel paling mewah di Moskow, tapi kalau disangka menjadi tahanan di hotel mewah itu menyenangkan, wah… salah besar! Hotel tetap saja jadi penjara kalau kita tidak diizinkan pergi melangkah ke luar sama sekali. Yah… miriplah dengan istilah “burung dalam sangkar emas”.

Apa yang dilakukan Count sebagai tahanan Metropol, itulah yang menjadi inti cerita buku ini. Dari balik gedung mewah tersebut, Count mengamati perubahan yang terjadi pada Rusia yang dicintainya. Sementara itu, Count juga bertemu dengan berbagai karakter menarik yang sedikit banyak akan mempengaruhi hidupnya, termasuk Nina, gadis kecil cerdas yang menunjukkan akses menuju tempat-tempat tersembunyi di Metropol, Andrey dan Emile, karyawan restoran yang akan menjadi sahabat-sahabat terdekat Count, serta Anna Urbanova, aktris Rusia yang sedang naik daun dan kerap menginap di Metropol.

Tahun demi tahun, Count mencoba membuat hidupnya berarti meski terkungkung dinding-dinding mewah Metropol. Ia juga mengamati perubahan politik Rusia, baik melalui tamu-tamu hotel maupun melalui Mishka, sahabat lamanya yang kerap berkunjung dan berkeluh kesah tentang kekacauan yang ditimbulkan oleh Stalin dan kroni-kroninya.

A Gentleman in Moscow bukanlah jenis buku yang menegangkan, penuh klimaks dan twist mengejutkan. Justru, buku ini lebih cocok dinikmati perlahan-lahan, kaya akan diksi dan analogi-analogi yang menantang otak kita untuk mencernanya.

Saya suka gaya Amos Towles bercerita, dengan selipan humor -baik yang subtle sampai yang sarkastik- di sana-sini terutama dalam dialog antar tokohnya. Memang ada bagian-bagian yang agak lambat bahkan cenderung membosankan, tapi justru memperdalam makna kisah sang Count dalam buku ini.

Saya juga suka bagaimana Towles menggambarkan Metropol Hotel dengan detail dan hidup sampai seolah-olah saya ikut hadir di sana. Dari mulai lobbynya yang mewah, restoran Piazza yang megah, bar Sharlyapin yang hangat, sampai ruangan tersembunyi seperti basement dan loteng. Tak kalah seru, karakter yang hadir pun semuanya tidak dibuat satu dimensi, meski beberapa dari mereka sebenarnya hanya tampil sebagai pelengkap.

Namun pemenang dari semuanya tentu adalah Count Rostov sendiri, karakter utama yang mudah untuk disukai, dengan segala kerendahhatiannya sebagai “mantan” kaum aristokrat yang sudah terpinggirkan. Dari Count saya belajar banyak sekali hal: bagaimana membuat hidup berarti sekecil apapun itu, bagaimana mensyukuri hidup hari demi hari, bagaimana menerima kenyataan bahwa kehidupan selalu berubah, dan masih banyak lagi. Saya mau tidak mau selalu rooting for the Count, dan berharap entah bagaimana, ada ending yang bahagia untuknya.

A Gentleman in Moscow mungkin bukanlah buku yang sempurna, namun ketidaksempurnaannya itulah yang membuatnya begitu layak untuk dinikmati dan diapresiasi.

metropol-1

Metropol Hotel di Moscow hingga sekarang masih berdiri tegak dan menjadi salah satu hotel paling mewah dan bersejarah di Rusia. Dibangun tahun 1899 hingga 1907, hotel ini sudah menyaksikan banyak sekali peristiwa penting yang mengubah wajah Rusia, termasuk sempat menjadi tempat tinggal dan berkantor birokrat Soviet saat awal berdirinya pemerintahan baru tersebut. Dengan gaya dekorasi Art Noveau yang megah serta berlokasi di tengah-tengah pusat kota Moscow, tak heran Metropol hingga kini masih terus digemari oleh orang-orang yang berkunjung ke ibu kota Rusia itu.

metropol-2

 

Submitted for:

Category: A Book Set in a Hotel

Category: A Book Set in a Hotel

Kategori: Historical Fiction

Kategori: Historical Fiction