Tags

, , , , , , , , , ,

Judul: The Night Swim

Penulis: Megan Goldin

Penerbit: St. Martin’s Press (2020, Kindle Edition)

Halaman: 352p

Beli di: Amazon.com (USD 2.99, bargain!)

Rachel Krall adalah seorang podcast host yang terkenal dengan liputan true crime nya. Bahkan, di season pertamanya, Rachel berhasil memecahkan kasus yang sudah dianggap selesai, dan membebaskan orang tak bersalah yang sudah dihukum penjara. Kini, di season terbaru, Rachel berangkat ke Neapolis, kota kecil di pesisir North Carolina, untuk meliput salah satu pengadilan terheboh di tahun itu.

Kasusnya adalah pemerkosaan oleh seorang atlet renang muda yang menjadi idola seisi kota, terhadap murid SMA yang juga cucu mantan kepala polisi kota tersebut. Kasus yang sensitif ini membuat panas penduduk kota, yang terbagi menjadi dua kubu yang masing-masing meyakini teorinya lah yang paling benar. Rachel sendiri berusaha bersikap netral, dan hanya ingin menyajikan kebenaran terhadap pendengarnya, lewat interview, investigasi, dan liputan live jalannya persidangan yang ditunggu-tunggu oleh para pendengarnya.

Namun di tengah kasus panas tersebut, Rachel dikejutkan dengan adanya penguntit, seorang perempuan misterius bernama Hannah, yang ngotot ingin meminta pertolongan Rachel memecahkan kasus yang terjadi bertahun-tahun silam. Kakak perempuan Hannah meninggal secara misterius, semua orang yakin itu merupakan kecelakaan karena ia berenang di laut malam-malam, apalagi reputasi sang kakak yang dinilai sebagai party goers dan penggoda laki-laki. Namun Hannah yakin kalau kakaknya tidak meninggal karena kecelakaan, melainkan dibunuh. Dan Hannah yakin, satu-satunya yang bisa menolongnya membuktikan hal ini adalah Rachel.

Ini adalah pertama kalinya saya membaca buku karya Megan Goldin. And I WAS HOOKED! Saya suka penyajiannya yang pas, dengan selingan episode podcast Rachel yang sangat hidup, sampai-sampai saya bisa membayangkan suara Rachel sendiri yang membawakan skripnya. Saya juga suka dengan penggambaran karakter Rachel, yang tidak dibuat sebagai superhero di sini, tapi justru mewakili kita para pembaca yang ingin mengetahui kejelasan kasus-kasus ini sampai akhir. Rachel tidak mendistraksi kita dengan agenda personalnya, sehingga cukup konsisten dari awal hingga akhir berperan menjadi detektif amatir yang cukup bisa relate dengan pembaca.

Saya juga suka bagaimana Goldin meramu dua kasus yang sama-sama berkaitan dengan pemerkosaan, walaupun berlangsung di dua timeline yang berbeda. Penyatuan dua kasus ini hingga akhirnya memiliki kejelasan yang memuaskan, adalah salah satu kekuatan utama buku ini. Goldin juga membahas secara cukup detail tentang sulitnya posisi korban dalam kasus pemerkosaan, yang tidak akan terjadi di kasus dengan jenis kejahatan lainnya. Betapa stigma yang melekat di korban pada kasus pemerkosaan terasa amat memberatkan: dituduh pembohong, disalahkan, dijatuhkan reputasinya. Ini adalah isu yang sangat relevan, dan miris rasanya karena tidak banyak yang berubah sejak masa lampau hingga sekarang.

Overall, a very recommended book. Saya langsung ingin mencari buku-buku Megan Goldin yang lain 🙂

Rating: 4/5

Recommended if you like: psychological thriller, controversial cases, dramatic court scenes, twisted ending, sympathetic main character