Tags

, , , , , ,

Judul: Matilda

Penulis: Roald Dahl

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2010)

Halaman: 264 p

Bagian dari boxset Roald Dahl yang dibeli di bazaar Gramedia (IDR 75k)


Melanjutkan Character Thursday yang kemarin, sekaligus posting barengan BBI edisi buku anak, sekarang gilirannya Matilda untuk direview. Matilda adalah salah satu buku Roald Dahl yang termasuk favoritku saat kecil dulu, dan ternyata setelah membacanya saat udah jadi ibu-ibu, buku ini tetap menyenangkan, meskipun terasa lebih absurd, lebih gila, dan lebih aneh dibandingkan waktu aku membacanya jaman dulu. Membayangkan buku ini ditulis untuk anak dan dibaca untuk anak, memang sedikit rancu sih, karena banyak adegan yang super edan, haha…tapi itulah ciri khas Roald Dahl and I love his books for that!

Matilda Wormwood adalah seorang anak yang jenius. Dan betul-betul jenius, karena di usia 4 tahun dia sudah bisa membaca, nggak tanggung-tanggung nih, buku-buku Dickens dan Kipling pun dilahapnya! Sayang, Matilda bernasib sial karena mempunyai orang tua yang tidak peduli, egois, tidak bertanggung jawab, dan tidak layak diberi peran sebagai orang tua. Ayahnya, penjual mobil bekas, hanya sibuk membanggakan bisnisnya yang sebenarnya sukses akibat kelihaiannya menipu pelanggan. Sedangkan ibunya justru tidak pernah berada di rumah, bukan karena bekerja, tapi bermain Bingo! Mungkin kalau orang tua semacam ini benar-benar ada jaman sekarang, sudah dituntut oleh Komnas Perlindungan Anak! =p

Orang tua Matilda menganggap kebiasaan membaca anaknya sangat menjengkelkan, dan sebagai keluarga yang mengagungkan televisi, bahkan makan malam di depan televisi setiap hari, mereka sama sekali tidak mengerti mengapa Matilda lebih menyukai buku dibandingkan acara TV.

Ketika Matilda masuk sekolah, sepertinya hari-harinya lebih cerah, karena mendapatkan peluang belajar, apalagi diajar oleh seorang guru yang manis dan baik hati, Miss Honey, yang jauh lebih peduli pada Matilda dibandingkan orang tuanya sendiri. Namun, sayangnya di sekolah pun Matilda harus bertemu dengan sosok menyebalkan, Miss Trunchbull, kepala sekolah mengerikan yang hobinya menyiksa anak-anak kecil. Hukuman yang diberikannya pada anak-anak sangat gila, misalnya mengayunkan kepang rambut anak perempuan dan melemparnya seperti martil, atau menyuruh seorang anak yang kedapatan mencuri kuenya untuk memakan satu loyang kue raksasa di depan seisi sekolah. Lagi-lagi, kalau ada guru seperti ini di dunia nyata, kayaknya sudah diserbu semua orang tua deh!

Cerita semakin seru saat Matilda menemukan fakta menarik tentang kemampuan supernatural yang diam-diam dimilikinya. Dengan maksud hendak membalas perlakuan jahat Miss Trunchbull, Matilda pun berusaha menggunakan kekuatannya. Berhasilkah dia?

Roald Dahl selalu berhasil membuatku terkagum-kagum dengan ceritanya yang luar biasa out of the box. Karakter yang hiperbola, imajinasi yang liar, absurditas plot cerita, semuanya merupakan hal-hal yang membuat bukunya sangat mengasyikkan untuk dibaca, terutama saat aku masih kecil dulu. Namun membacanya ulang saat ini membuatku bertanya-tanya juga, sejauh apa imajinasi itu bisa ditangkap oleh anak kecil?

Mungkin kekhawatiran itu juga yang dirasakan oleh penerbit saat menerjemahkan buku ini pertama kalinya tahun 1991 lalu, karena di bagian depan buku ada catatan dari penerjemah, Agus Setiadi, yang menegaskan bahwa cerita ini hanyalah fiksi dan tidak mungkin terjadi di dunia nyata =) Aku pikir, buku-buku anak semacam inilah yang membuat bimbingan orang tua sangat penting dalam mendampingi anaknya mengeksplorasi dunia buku yang menyenangkan. Jangan dilarang, tapi jangan juga dilepas sendirian.

Anyway, satu lagi yang lucu dari buku Matilda versi terjemahan ini adalah betapa asingnya judul-judul buku bacaan Matilda yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia: Harapan-Harapan Besar (Great Expectations?), Cerita-Cerita Iseng (Just So Stories?), dan masih banyak lagi yang bikin senyum-senyum. Mungkin kalau dibuat edisi revisi terjemahan, bagus juga bila judul asli buku-buku tersebut tetap ditampilkan sebelum diterjemahkan.

Oya, buku ini adalah bagian dari boxset Roald Dahl yang diterbitkan Gramedia dan secara baik hati didiskon hingga IDR 75,000 saja di salah satu bazaar Gramedia. Bener-bener nggak rugi dan sangat recommended untuk dikoleksi para pencinta buku anak, apalagi dengan cover seru warna-warni dan ilustrasi keren dari Quentin Blake!