Tags

, , , , , , , , ,

juliet nakedJudul: Juliet, Naked

Penulis: Nick Hornby

Penerbit: Penguin Books (2010)

Halaman: 249p

Beli di: Dahara Books, Carrefour Central Park (IDR 25k, bargain!)

Annie
Lima belas tahun yang dijalaninya bersama Duncan bukanlah waktu yang sebentar. Namun Annie merasa kehidupannya di kota pesisir kecil di Inggris, Gooleness, begitu hampa. Dan ia ingin tahun-tahun yang disia-siakannya bisa kembali lagi, termasuk keinginannya untuk memiliki anak. Sampai suatu hari Duncan memutuskannya, dan Annie bertekad tidak akan menyia-nyiakan hidupnya lagi. Tapi ke mana ia harus mencari soulmatenya?

Duncan
Mengajar di sebuah universitas kecil di Gooleness, Duncan sangat terobsesi dengan Tucker Crowe, rocker asal Amerika yang mendadak berhenti dari dunia musik dan kini bersembunyi entah di mana. Duncan mengelola fans website dan menjadi salah satu pionir fandom Tucker Crowe. Obsesinya ini bahkan mengalahkan posisi Annie di hatinya, fakta yang Annie sendiri sudah sadar sejak lama.

Tucker
Mantan penyanyi/penulis lagu yang berasal dari Amerika. Album terakhirnya, Juliet, disebut-sebut sebagai album patah hati paling jenius di kancah musik dunia. Suatu hari sekitar 20 tahun yang lalu, Tucker memutuskan untuk berhenti bermusik, membatalkan seluruh rangkaian tur nya, dan menghilang dari dunia hiburan. Keputusannya ini menimbulkan banyak teori dari fansnya. Namun alasan sebenarnya, tak ada seorangpun yang tahu kecuali Tucker sendiri.

Juliet, Naked
Versi akustik dari album Juliet yang mendadak beredar lebih dari 20 tahun setelah Tucker Crowe berhenti bermusik. Album ini menimbulkan polemik di kalangan fansnya, dan bahkan menjadi pemicu berakhirnya hubungan Annie dan Duncan. Dan karena album ini pula, Annie bisa mengenal Tucker. Yap, the real Tucker Crowe.

My two cents

Nick Hornby mungkin adalah salah satu dari sedikit penulis laki-laki yang karyanya masih bisa dinikmati oleh pembaca perempuan (misalnya: About a Boy, High Fidelity), meski cukup kental dengan nuansa maskulin. Musik adalah salah satu elemen terbaiknya, dan hal itu dapat terasa jelas di buku ini.

Sesungguhnya tidak ada yang istimewa dengan Juliet, Naked. Bahkan karakter-karakternya pun tidak ada yang bisa disukai. Annie adalah perempuan egois dan pathetic yang haus drama. Duncan adalah laki-laki membosankan, childish dan sok tahu. Dan Tucker? He’s the worst. A total bastard, egois tingkat dewa, womanizer yang nggak jelas, tidak bertanggung jawab dan lari dari kenyataan hidup. Kalau bukan seorang (eks) rock star, dia mungkin sudah hidup jadi gelandangan di pinggir jalan.

Tapi apa yang membuat saya bertahan (dan bahkan memberi 3 bintang) pada buku ini?

Gaya penuturan Hornby.

Enak, mengalir dan believable. Sehingga meskipun saya tidak peduli dengan karakter-karakter yang ada di sini, saya masih tetap dibuat penasaran bagaimana ending buku ini. Penggambaran kota kecil Gooleness yang suram, tanpa kehidupan yang berarti, dengan tepat melambangkan kehidupan tiga orang karakter utama buku ini, yang diombang-ambingkan oleh kehampaan hidup.

Dan Nick Hornby- betapapun suram dan satir karyanya- tetap seorang pencerita yang baik. Inilah yang menyelamatkannya dari caci maki saya sebagai pembaca🙂 Mungkin dia adalah kebalikan beberapa penulis yang memiliki “premis luar biasa, eksekusi gagal”. Karena untuk Hornby, kasusnya adalah “premis yang nggak jelas, namun dieksekusi dengan lumayan baik”.

Bukan karya Hornby yang terbaik (dan endingnya pun betul-betul “meh” menurut saya), tapi lumayanlah🙂

Submitted for:

aname-1