Tags

, , , , , , ,

Judul: Circe

Penulis: Madeline Miller

Penerbit: Bloomsbury Publishing (2018)

Halaman: 336p

Beli di: Periplus.com (IDR 192k, disc 20%)

Kisah berawal di istana Dewa Matahari yang paling berkuasa di antara kaum Titan, Helios. Seorang anak perempuan lahir, namun berbeda dari anak-anak lainnya, Circe tidak memiliki suara atau penampilan sempurna layaknya para dewi. Ia dibenci oleh kaumnya dan bahkan semakin ditakuti karena ternyata memiliki keahlian tersembunyi: sihir.

Suatu tragedi yang dipicu Circe membuatnya dihukum dan diusir ke sebuah pulau terpencil bernama Aiaia. Di sini Circe belajar banyak hal, tentang cinta, kehidupan, manusia, dan terutama, tentang dirinya sendiri. Circe tahu takdir tidak bisa dilangkahi dan ia memang dilahirkan sebagai dewi yang immortal. Namun mengapa keingintahuan dan kepeduliannya terhadap manusia, kaum yang fana, seolah mengalahkan keinginannya untuk hidup selamanya? Untuk menemukan jawaban yang akan menentukan jalan hidupnya ini, Circe harus bersinggungan lebih dulu dengan kepedihan, kehilangan, dan orang-orang yang menyakiti hatinya lagi dan lagi.

Saya sendiri bukan termasuk penggemar -apalagi ahli- mitologi Yunani. Saya masih suka bingung apa bedanya Olympian dengan Titan, siapa itu Artemis dan Athena, dan mengapa Zeus merupakan dewa yang paling berkuasa. Rasa-rasanya kisah tentang para dewa ini terlalu banyak dipenuhi oleh drama dan kadang plot cerita ruwet yang tidak perlu, dan saya tidak punya cukup kesabaran untuk mengikutinya.

Namun anehnya, Circe berhasil memikat saya sejak halaman yang pertama. Saya belum pernah membaca buku Madeline Miller sebelumnya (The Song of Achilles merupakan karya yang melambungkan namanya), tapi saya langsung jatuh cinta dengan gaya bertuturnya yang sangat enak diikuti.

Layaknya the master of storytelling, Miller berhasil merunut kisah Circe menjadi rangkaian cerita menarik yang membuat kita mau tidak mau bersimpati padanya, sekaligus ingin akhir yang bahagia untuknya. Memang ada beberapa bagian yang agak lambat, terutama di awal kisah saat Circe masih berusaha mencari tahu jati dirinya. Namun tone cerita menjadi lebih cepat dan enak diikuti di pertengahan buku.

Dari buku ini juga saya jadi tahu tentang asal muasal beberapa mitologi lainnya, seperti naga Scylla yang melegenda, tokoh Odysseus yang sering disebut-sebut dalam tragedi Troya, serta banyak lagi kisah tentang para dewa-dewi Yunani yang lumayan banyak terlibat dalam hidup Circe. Tokoh favorit saya di buku ini entah kenapa adalah Hermes, si dewa iseng yang seringkali mengganggu Circe dan menjadikan hidupnya kacau, tapi kehadirannya justru membuat hidup Circe lebih berwarna.

Now I can’t wait to dive into Madeline Miller’s other book(s)!!