Tags

, , , , , , ,

antony cleoJudul: Antony & Cleopatra

Penulis: Colleen McCullough

Penerjemah: Gita Yuliani

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2013)

Halaman: 704p

Beli di: @HobbyBuku (IDR 98k, disc 20%)

Saya termasuk penggemar kisah-kisah sejarah Romawi. Intrik politik, konflik antar penguasa, dan terbentuknya peradaban, selalu membuat saya tertarik. Termasuk begitu banyaknya tokoh politik, filsuf maupun pejuang yang namanya akan dikenang sepanjang masa.

Salah satu yang paling membuat saya terkesan adalah serial Imperium-nya Robert Harris. Sayang, buku ketiganya tak kunjung terbit, sehingga akhirnya saya terpaksa mencari-cari selingan lain. Banyak yang menyarankan saya untuk mencoba karya-karya Colleen McCullough, yang juga rajin menerbitkan fiksi sejarah bertema Romawi. Yang sudah diterjemahkan adalah Antony & Cleopatra, jadi saya berniat mulai dari situ.

Cerita dimulai dari perpecahan Roma setelah Caesar tewas. Kekuasaan Roma dibagi-bagi untuk para pemimpin tertinggi yang memiliki paling banyak pengikut. Lepidus mendapatkan Afrika, Antony memilih daerah Timur, sementara Octavian, pewaris resmi Caesar, memerintah jantung Roma di Barat.

Antony yang masih menyimpan rasa sakit hati akibat tidak dipilih menjadi ahli waris Julius Caesar yang sah, bertekad ingin merebut kekuasaan Roma seutuhnya, termasuk menyingkirkan Octavian, si anak lemah yang menyebalkan namun memiliki banyak pengikut.

Selain adu strategi, pertempuran dan perang antara pemimpin Roma ini, kisah diwarnai pula dengan intrik-intrik yang dipelopori oleh kaum wanita. Antony sendiri tergoda oleh Cleopatra, ratu Mesir yang memiliki agenda pribadi, menempatkan Caesarion, putera hasil hubungannya dengan Julius Caesar, sebagai pemimpin Roma yang sejati. Cleopatra mempengaruhi Antony untuk menyatukan kekuatan, dan Antony, yang memang lebih banyak diatur oleh gairah besar terhadap perempuan, pesta, anggur dan kehidupan hedon, akhirnya bertekuk lutut di hadapan Cleopatra.

Berdua mereka mengatur strategi untuk mengalahkan Octavian. Namun, mereka lupa akan kehadiran Livia Drusilla, istri Octavian yang memiliki sifat selicin ular, dan ambisi yang bahkan lebih besar daripada suaminya.

Terus terang, menghabiskan buku setebal 704 halaman ini merupakan perjuangan berat bagi saya. Bukan karena tebalnya (buku setebal apapun, asal menarik hati, tidak akan terasa seperti beban), tapi lebih karena kisahnya yang super bertele-tele, ditambah terjemahan yang kurang enak, serta huruf yang terlampau kecil.

Mungkin juga karena harapan saya terlalu tinggi, mengira buku ini bisa menjadi pengganti serial Imperium. Yang pasti, saya tidak bisa menikmati kisahnya.

Ditambah lagi, tidak ada sosok protagonis yang bisa saya dukung sepenuh hati, membuat cerita ini makin terasa menyebalkan. Sebenarnya saya suka Antony, yang meski gila dan bodoh, tapi paling tidak memiliki ketulusan dan kejujuran yang masih bisa mengundang simpati. Sayangnya, semua yang tahu sejarah Roma pasti mengerti apa yang akan terjadi terhadap Antony, dan saya tidak sanggup menghadapi akhir cerita ini. Bahkan saya melewati beberapa halaman terakhir saking muaknya dengan jalan cerita yang terjadi.

Ketika tokoh antagonis yang memperoleh kemenangan, saya rasa kisah manapun pasti akan menjadi sangat menyebalkan. Terlebih lagi, banyak faktor lain yang membuat saya merasa tidak bisa menikmati cerita ini. Well, better wait for the next Robert Harris’s book, then!

Submitted for:

Category: Chunky Brick

Category: Chunky Brick

Advertisements