Tags

, , , , , ,

angels gameJudul: The Angel’s Game

Penulis: Carlos Ruiz Zafon

Penerbit: Phoenix (2010)

Penerjemah: Lucia Graves

Halaman: 504p

Beli di: Kinokuniya Centralworld, Bangkok (266 Baht)

Masih dengan gaya gothic dan setting Barcelona di masa lalu yang menonjol, Carlos Ruis Zafon kembali memukauku lewat sekuel dari The Shadow of The Wind. Sebenarnya, buku berjudul The Angel’s Game ini lebih cocok disebut dengan prekuel, karena bersetting sekitar 40 tahun sebelum buku pertamanya.

Kisah diceritakan dari sudut pandang seorang penulis muda berbakat, David Martin. Latar belakang David yang berasal dari golongan miskin membuatnya sulit meraih mimpinya menjadi seorang novelis sukses, sehingga akhirnya ia terpaksa menerima tawaran mentornya, penulis terkenal Pedro Vidal, untuk menulis kisah-kisah sensasional berlatar Barcelona dengan menggunakan pseudonim. Buku-buku tersebut laris di pasaran, dan David membeli sebuah rumah tua yang sudah terbengkalai sebagai tempat tinggalnya.

Di sinilah berbagai keganjilan mulai muncul. Diawali dengan hadirnya sosok misterius yang memaksa David untuk menulis sebuah buku dengan tema religius yang akan menantang iman para pembaca, sekaligus mengguncangkan dunia, diikuti dengan misteri tentang rumah tua itu sendiri, yang dulunya ternyata merupakan tempat tinggal seorang penulis juga. David semakin dalam terlibat dalam jalinan rumit masalah yang tidak sepenuhnya ia mengerti, dan ketika berusaha untuk keluar, ia baru sadar sudah terjerat terlalu erat.

The Angel’s Game memiliki nuansa yang mirip, namun sekaligus berbeda, dengan Shadow of The Wind. Kekentalan suasana Barcelona masih terasa, di buku ini kita juga diperkenalkan dengan toko buku Sempere & Son serta Cemetery of Forgotten Books yang berperan besar dalam kehidupan David (dan muncul juga di buku Shadow). Hadirnya sosok Isabella, calon penulis yang ingin menjadi asisten David, awalnya sangat menjengkelkan, namun lama kelamaan cukup menghibur dengan beberapa adegan humor yang sedikit mempercerah nuansa kelam buku ini.

Kisah yang masih berbalut misteri juga sedikit mirip dengan buku pertama, namun bila Shadow of The Wind lebih menekankan pada kisah sejarah, Angel’s Game justru bermain-main dengan unsur mistis, religi, dan supranatural, sehingga endingnya pun terasa agak surreal. Bagi yang berharap buku ini akan mengulang formula yang sama persis dengan pendahulunya, silakan bersiap-siap untuk kecewa. Namun jika ingin merasakan kembali suasana misterius Barcelona masa lampau, dengan setting buku-buku kuno penuh rahasia, dan alunan kalimat indah khas Carlos Ruiz Zafon, silakan bersiap untuk terpukau.

Kudos juga untuk sang penerjemah, Lucia Graves yang telah berhasil mentransformasi untaian kalimat indah Zafon ke dalam bahasa Inggris dengan gemilang.

Advertisements