Tags

, , , , ,

Judul: The Shadow of The Wind

Penulis: Carlos Ruiz Zafon

Penerbit: Penguin Books (2005)

Pages : 486p

Beli di: Betterworldbooks.com (USD 7,48)

Membaca buku yang bercerita tentang buku, ibarat makan es krim rasa karamel: kenikmatannya dua kali lipat =) Itulah yang kurasakan saat membaca The Shadow of The Wind, karya pertama Carlos Ruiz Zafon yang pernah kucicipi. Berkisah tentang Daniel Sempere, anak laki-laki pemilik toko buku antik di Barcelona yang hidupnya berubah total setelah membaca sebuah buku berjudul The Shadow of The Wind.

Buku itu ditemukan Daniel saat ia berkunjung bersama ayahnya ke Cemetery of Forgotten Books, tempat di mana buku-buku tua yang sudah terlupakan disimpan dan dijaga oleh seorang pria eksentrik bernama Isaac. Buku itu sangat menggugah Daniel, sehingga ia bertekad untuk mencari karya-karya lain dari penulisnya, Julian Carax.

Namun betapa anehnya saat Daniel menyadari kalau semua buku Carax telah musnah – dibakar oleh sosok misterius yang berkeliling ke seluruh penjuru benua untuk memburu buku-buku Carax dan menghancurkannya. Tanpa sadar, Daniel tersedot masuk ke dalam dunia Carax yang gelap, keberadaannya yang misterius, bayang-bayang masa lalu yang penuh dengan tragedi, rahasia, serta kisah cinta yang kelam. Dibantu oleh sidekick nyentrik yang juga bekerja di toko buku ayahnya, Fermin Romero Tores, Daniel berusaha menyelidiki misteri di balik kehidupan Carax dan buku-bukunya.

Membaca karya seorang penulis untuk pertama kalinya merupakan pengalaman yang tak terduga, antara memuaskan atau membuat kapok.. Dan syukurlah, berkenalan dengan Carlos Ruiz Zafron ternyata merupakan pengalaman yang luar biasa menyenangkan. Kisah dalam buku ini benar-benar mengalir lancar, kita dibuat terbuai oleh dialog-dialog yang dalam namun tetap diselipkan humor yang pas, setting Barcelona di tahun 50-an yang dikuasai oleh rezim diktator, teka-teki yang diramu sempurna dengan benang merah tragedi serta kisah romansa, perbandingan hidup Carax di masa lalu dan Daniel di masa kini yang disajikan dengan memukau, dan tentu saja – kota Barcelona dengan segala seluk-beluk jalannya yang sempit, gedung-gedungnya yang serba kuno, dan aura budaya Spanyol yang kental..Benar-benar menambah nuansa gothic yang ada dalam buku ini, dan mampu membuat kita seolah ikut menelusuri perjalanan Daniel, termasuk pertemuannya dengan karakter-karakter unik di sepanjang cerita.

Tak heran karya ini menjadi best seller, baik dalam bahasa aslinya di Spanyol, maupun terjemahan bahasa Inggrisnya di seluruh dunia.

Trivia:

  • Di buku terbitan Penguin ini, diselipkan “guide for walking tour” kalau kita ingin menyusuri perjalanan Daniel menyelidiki kisah hidup Carax. Namun meski beberapa tempat memang benar-benar ada – seperti Plaza Cataluna atau jalan Las Ramblas, ada beberapa tempat yang merupakan rekayasa sang penulis, seperti Cemetery of Forgotten Books (padahal kalau tempat itu benar-benar ada, labirin buku-buku tua yang disimpan dalam sebuah bangunan ala benteng, ahhhh keren banget!!!)

Walking tour – menelusuri kisah Daniel dan Julian Carax

  • Buku ini bersetting di masa setelah Perang Saudara Spanyol, saat Barcelona dikuasai oleh sang diktator, Franco. Di masa ini, Franco bahkan melarang penggunaan bahasa Catalan, yang merupakan bahasa yang banyak digunakan di Barcelona, dan memaksa penggunaan bahasa Spanyol sebagai bahasa nasional.

Plaza Cataluna saat ini – sudah menjadi objek turis terkenal di Barcelona

Gambar dari sini