Tags

, , , , , , , , ,

Judul: The Round House

Penulis: Louise Erdrich

Penerbit: Harper Perennial (2013)

Halaman: 321p

Beli di: Books and Beyond (IDR 70k, bargain!)

Di musim semi tahun 1988, di sebuah reservasi Indian di North Dakota, Geraldine Coutts diserang dan nyaris terbunuh. Kasus ini semakin sulit ditelurusi karena Geraldine yang amat trauma dengan insiden tersebut tidak mau memberikan informasi kepada suaminya maupun pada pihak polisi.

Anak Geraldine, Joe, merasa putus asa. Ia ingin melindungi ibunya, namun ia juga ingin mencari tahu siapa pelaku penyerangan tersebut. Karena frustrasi dengan perkembangan penyelidikan pihak berwajib, termasuk ayahnya yang adalah seorang tribal judge, Joe dibantu oleh sahabat-sahabatnya, Cappy, Zack, dan Angus, menemukan jawaban atas misteri tersebut.

Penyelidikan membawa mereka ke Round House, gedung pertemuan yang dianggap sakral bagi suku Ojibwe. Namun ketika mereka menyangka sudah memecahkan kasus, ternyata hal itu baru merupakan langkah awal, karena mereka dihadapkan pada kenyataan pahit: sistem hukum yang tidak memihak kaum Indian.

Saya masih cukup jarang membaca buku tentang Native American, dan beberapa buku yang sudah saya baca lebih banyak berkisah tentang identitas dan budaya Native American. The Round House menawarkan sisi lain: di sini saya diajak melihat kehidupan nyata kaum Indian di era 80-an, dan bagaimana sistem hukum Amerika mempengaruhi hidup mereka.

Tidak seperti kisah thriller/crime pada umumnya, The Round House, meski memiliki unsur misteri dan twist yang cukup cerdas, lebih banyak berkutat tentang apa pengaruh sistem hukum Amerika terhadap keadilan yang diharapkan oleh para Native American. Lokasi terjadinya kejahatan bisa menentukan apakah kasus tersebut ditangani oleh pemerintah federal atau polisi tribal, yang akan menentukan juga proses pengadilan selanjutnya. Tidak cukup hanya mengalami diskriminasi rasial dalam kehidupan sehari-hari, di”singkir”kan ke reservasi Indian, dan dipersulit dalam mengakses hak-hak sebagai warga negara Amerika Serikat, para Native American pun harus mengalami diskriminasi di sistem peradilan.

Buku ini benar-benar membuka mata saya tentang sulitnya menjadi suku Indian di Amerika Serikat, khususnya di era 80-an. Dan narasi yang dibawakan Joe terasa sangat pas di sini. Meski usianya baru 13 tahun, Joe dipaksa untuk menjadi lebih cepat dewasa akibat lingkungan sekitar dan situasi yang ia hadapi. Dan persahabatannya dengan ketiga anak laki-laki dari reservasi juga memberikan nuansa yang lebih humane, meski cukup heartbreaking.

Louisa Erdirch adalah pencerita yang hebat, dan kisahnya diperkuat dari pengalaman keluarganya yang memang masih keturunan Native American. Saya tidak sabar untuk membaca buku-bukunya yang lain.

Rating: 4/5

Recommended if you want to read about: Native American culture, slow burn thriller/crime, heartbreaking friendship, superb narrator, nostalgic 80s vibes

Submitted for:

Category: A book by an Indigenous author