Tags

, , , , ,

2016-2017

Happy new year! Selamat tahun baru, semoga tahun 2017 ini lebih baik dalam segala hal untuk kita semua. Maaf ya, bulan Desember kemarin saya hectic sekali mengejar berbagai deadline sebelum cuti selama akhir tahun, jadilah blog cukup terbengkalai, termasuk postingan Wishful Wednesday yang sempat vakum. Biasanya, saya juga bikin postingan khusus A Year in Books yang rutin saya tulis dari tahun ke tahun, tapi karena kesibukan saya kemarin ini, saya memutuskan untuk menggabungkan rekap tersebut ke postingan ini saja deh 😀

Tapi… untungnya belum telat untuk ikut posting bareng alias posbar terakhir BBI yang dibagi dalam dua topik: BBI Top Choice 2016 dan BBI Wishlist 2017.

Mariii kita mulai dulu dari topik pertama, Top Choice 2016.

Selama tahun 2016 kemarin, saya sama sekali tidak ikut reading challenge apapun, kecuali Goodreads reading challenge yang hanya menentukan target jumlah buku yang dibaca. Saya memasang target 75 buku, dan syukurlah, tahun 2016 saya berhasil menamatkan 79 buku, sedikit di atas target.

Membaca tanpa harus memenuhi challenge apapun, kecuali ikutan posbar BBI setiap bulan, ternyata membuat saya lebih fresh setelah beberapa tahun berturut-turut selalu memaksakan diri ikut challenge ini-itu, bahkan sempat dua tahun menjadi host Lucky Number 14 & Lucky Number 15 Reading Challenge. Sepertinya saya memang sudah jenuh dengan segala jenis challenge yang justru terasa menghimpit dengan batasan-batasan dan ketentuan-ketentuan.

Ternyata, tahun 2016 kemarin terasa sangat liberating karena saya sama sekali tidak punya target bacaan. Saya membaca tergantung mood saja, kalau lagi pingin yang tegang, saya pilih misteri, kalau lagi pingin santai, saya pilih buku anak, kalau lagi pingin mikir, saya pilih buku pemenang award atau sastra klasik sekalian. Rasanya menenangkan sekaligus santai.

Dan dari segala ke-random-an membaca tanpa plan ini, saya akan share 5 buku terbaik versi saya tahun 2016 ini, bukan saja karena memang bukunya keren, tapi saya membacanya sesuai dengan mood dan keinginan saya – tanpa embel-embel target, tema, topik, genre, ataupun ketentuan lainnya. Here we go!

5. Americanah by Chimamanda Ngozi Adichie

americanah

Saya membaca buku ini selama perjalanan dinas ke Amerika, dalam suasana menghadapi anak-anak Amerika yang nantinya akan datang ke Indonesia di bawah program yang saya kelola. Dan buku Americanah, yang membahas masalah identitas yang menjadi topik krusial di Amerika saat ini, benar-benar menjadi background story yang sempurna selama perjalanan saya tersebut. Saya menghabiskan hampir seluruh perjalanan saya untuk menamatkan buku ini, tapi bukan karena bukunya lambat atau membosankan, tapi karena I was savoring every bit of it.

4. The Day The Crayons Quit by Drew Daywalt

crayons quit

Hilarious, kocak, lucu. Buku ini adalah satu dari sedikit buku yang sempat saya baca dengan Yofel tahun ini. Pas banget momennya memang kita lagi butuh yang seru-seru, hihi.. Salah satu resolusi tahun 2017 adalah lebih banyak membaca bersama Yofel, mudah-mudahan ketemu lagi buku-buku seru semacam serial Crayons ini.

3. A Storm of Swords by George R.R. Martin

a storm of swords

Buku ketiga serial A Song of Ice and Fire ini benar-benar seru bangeeet… dan membuat saya tidak sabar untuk membaca sekuel-sekuelnya (bring it on 2017!). Seperti biasa, membaca serial ini bikin geregetan, stress tapi addictive. Benar-benar sesuai dengan suasana hati saya saat membaca buku ini, yang butuh suntikan adrenalin tinggi 😀

2. Ready Player One by Ernest Cline

ready player one

Yes, this is one of the best books I’ve read in 2016, and perhaps, ever. Science fiction tapi nggak bikin pusing, young adult tapi nggak menye-menye, menyentuh segala isu masa kini mulai dari teknologi, media sosial, virtual reality, sampai identitas dan segala topik kekinian lainnya, tapi tanpa bernada menggurui. Plus, twist dan misterinya pas banget dengan unsur action dan suspensenya. Pokoknya, keren pake banget.

1. The One and Only Ivan by Katherine Applegate

one and only ivan

Buku Newbery selalu menjadi kelemahan saya, dan benar kaaan… The One and Only Ivan berhasil bikin saya termehek-mehek. Buku ini hadir di saat saya lagi craving baca buku yang sedih menyentuh hati, bittersweet dan tearjerker. Dan voilaaa… buku ini tepat sesuai harapan saya, bahkan exceed my expectation.

Dan itulah, 5 terbaik versi saya. Satu hal yang juga saya catat dari bacaan saya tahun 2016 lalu adalah, saya lumayan banyak membaca buku bertemakan buku, atau books about books, salah satu genre favorit saya. Rata-rata buku dengan genre ini selalu memuaskan sih, dan meski tidak ada yang saya masukkan di list Top Choice di atas, tapi sebenarnya hampir semua buku dari genre ini layak masuk ke daftar tersebut 🙂

Nah… bagaimana dengan tahun 2017? Apa resolusi saya terkait buku dan membaca? Apa wishlist yang sangat saya harap-harapkan di tahun ini? Semuanya akan saya tulis di postingan berikutnya ya, BBI Wishlist 2017. See you there 🙂

Submitted for:

Banner Posbar 2016

 

 

Advertisements