Tags

, , , , ,

look at the sweet cover!

Judul: The One and Only Ivan

Penulis: Katherine Applegate

Penerbit: HarperCollins Children (First paperback edition, 2014)

Halaman: 319p

Beli di: KramerBooks Washington, DC (USD 7.99)

Beautiful.

Itulah kesan saya setelah membaca buku ini. Bagaimana tidak? Ceritanya sangat simple, namun meninggalkan kesan mendalam. Meski menggunakan karakter binatang sebagai naratornya, ‎tidak ada kesan kekanak-kanakan yang membosankan dari The One and Only Ivan. Yang ada: terharu, simpati, dan bahagia, bercampur menjadi satu. Tak heran buku ini memenangkan penghargaan bergengsi Newbery tahun 2013.

Ivan adalah seekor gorila yang sudah tinggal di lingkungan manusia sejak masih bayi. Kini ia menempati kandang eksibisi di sebuah mall dekat jalan tol. Bersama-sama dengan Ivan, ada Stella, gajah yang sudah tua, serta berbagai binatang lainnya yang memang ditugaskan untuk menghibur pengunjung. Teman lain Ivan adalah Bob, seekor anjing liar yang rutin mengunjungi Ivan di kandangnya.

Hobi Ivan, tidak seperti gorila pada umumnya, adalah menonton TV, makan arum manis, dan melukis. Ivan selalu yakin ia memiliki bakat menjadi artis, dan memang, hasil lukisannya laku dijual di gift shop.

Suatu hari, hidup Ivan berubah total saat eksibisi mereka kedatangan seekor hewan baru: bayi gajah mungil bernama Ruby. Ruby yang tidak berdaya dan selalu menjadi korban kekejaman Mack, pengelola eksibisi mereka, menggugah naluri Ivan sebagai seekor gorila silverback yang memang ‎bertugas melindungi keluarganya.

Dibantu oleh George, pembersih mall, serta anaknya yang jago menggambar, Julia, Ivan mulai menyusun rencana pembebasan Ruby, yang nantinya, akan mengubah total hidup mereka semua.

Katherine Applegate adalah seorang pencerita ulung, yang dengan mudah mampu membuat kita terhubung dengan Ivan dan bahkan membayangkan kehidupan miris seekor gorila yang kesepian. Terkurung selama ribuan hari di dalam kandang, bahkan tidak pernah bertemu dengan satu pun kaumnya selama bertahun-tahun. Namun alih-alih memenuhi buku dengan kisah melankoli yang menyedihkan, Applegate dengan lihai menyelipkan berbagai humor ke dalam kisah Ivan, terutama percakapannya dengan Bob si anjing liar. Saya rasanya kepingin memeluk mereka semua dan bertemu mereka di dunia nyata (meski saya sadar, gorila silverback dewasa tidak akan seimut Ivan dalam cerita ini).

Di bagian akhir buku, Applegate juga menyelipkan kisah Ivan yang memang terinspirasi dari gorila asli bernama Ivan. Bukan saja mengajarkan tentang cinta binatang dan kepekaan terhadap sesama makhluk hidup, Ivan mampu mengenalkan pada anak-anak tentang kehidupan dan kebutuhan binatang, dan bahkan peran kebun binatang sebagai komunitas rehabilitasi hewan-hewan yang mendapat perlakuan tak layak.

Saya merekomendasikan The One and Only Ivan sebagai bacaan wajib anak-anak usia middle grade ke bawah, dan untuk siapapun yang mencintai kisah-kisah indah.