Tags

, , , , , , ,

americanahJudul: Americanah

Penulis: Chimamanda Ngozi Adichie

Penerbit: Fourth Estate (2013)

Halaman: 477p

Beli di: Big Bad Wolf (IDR45k, bargain!)

Ifemelu dan Obinze tumbuh besar di Lagos, Nigeria, di mana mereka saling jatuh cinta dan berusaha menemukan jati diri masing-masing di tengah kekacauan situasi negeri mereka yang penuh korupsi, skandal politik, dan kemiskinan.

Kondisi Nigeria yang memburuk membuat generasi muda di sana berusaha menemukan cara untuk keluar dari negara mereka dan mengungsi ke negara lain yang lebih baik. Ifemelu termasuk yang beruntung, karena ia memiliki tante yang sudah lebih dulu tinggal di Amerika, sehingga ia bisa menyusul ke sana untuk melanjutkan sekolah.

Di Amerika, Ifemelu bersinggungan dengan banyak perspektif budaya yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya, termasuk masalah ras. Ifemelu membuat blog tentang ras yang ia tulis sebagai orang kulit hitam yang bukan berasal dari Amerika, dan blognya ternyata m‎emiliki banyak pengikut.

Sementara itu, Obinze terputus dari kontak Ifemelu tanpa tahu penyebab yang jelas, dan berusaha mencari jalannya sendiri. Ia pergi ke London dan tinggal sebagai imigran gelap selama beberapa tahun, sebelum akhirnya kembali ke Nigeria dan malah menjadi sukses. Namun pikirannya selalu kembali lagi ke Ifemelu, dan apakah mungkin ada jalan yang bisa membawa mereka kembali bersama.

Pendapat saya tentang Americanah terbagi menjadi dua bagian:

Yang pertama, saya sangat suka dengan bagian kisah Ifemelu di Amerika, termasuk potongan-potongan tulisan dari blognya. Isu rasial dan diskriminasi yang dibahas Ifemelu menurut saya sangat relevan dan memang sesuai dengan kenyataan yang saya alami selama bekerja dengan orang-orang Amerika beberapa tahun ini. Sindiran, bercandaan bahkan kadang kritik yang lumayan tajam yang disampaikan Ifemelu seringkali membuat saya tersenyum-senyum sambil mengangguk setuju. Tentang Amerika yang mencari jati diri, tentang berkumpulnya berbagai suku bangsa yang membentuk satu negara besar tersebut, dan tentang protes yang dilayangkan berbagai pihak yang menganggap diri mereka adalah korban yang paling kejam dari diskriminasi rasial: I totally agree!

Tapi perasaan kagum dan senang saat membaca potongan-potongan cerdas tersebut agak terganggu dengan sosok Ifemelu sendiri, yang menurut saya, terlalu arogan dan menyebalkan sebagai karakter utama yang seharusnya witty, penuh humor dan cerdas tanpa pretensius. Terlebih lagi, Ifemelu – yang sempat berhubungan dengan beberapa laki-laki Amerika yang memiliki berbagai karakter- sepertinya terlalu mudah disukai oleh orang-orang, padahal saya sendiri tidak bisa merasakan daya tariknya dan tidak mengerti akan ketertarikan orang-orang, terutama para cowok, pada Ifemelu, sementara Ifemelu dengan gampangnya mencampakkan mereka.

Satu lagi yang membuat saya sebal adalah hubungan Ifemelu dan Obinze, serta ending buku ini yang totally unnecessary. Ugh.

Yang pasti, buku ini tidak sempurna. Saya sendiri menyayangkannya karena menurut saya buku ini sangat penuh potensi untuk menjadi buku 5 bintang (versi saya), sayangnya tidak lolos karena sang penulis tidak mampu menciptakan karakter utama yang sejalan dengan pemikiran-pemikiran yang dituangkannya di sepanjang buku.Tapi, saya masih bersedia memberikan 4 bintang untuk buku ini, dan relevansinya terhadap masalah rasial, diskriminasi, serta imigran yang masih menjadi topik hangat sampai saat ini.

Advertisements