Tags

,

Postingan ini dibuat untuk diikutsertakan dalam event Agatha Christie Read-a-Long, dengan challenge bulan ini yang bertema Miss Marple. Peserta diminta menuliskan dua pucuk surat: satu untuk teman, dan satu untuk musuh.Hadiah challenge ini keren bangeeeet dan disponsori oleh the one and only Sel Sel Kelabu. Wish me luck ya!

Agatha Christie Button Meme 1

A Letter to a Dear Friend

Dear Miss Marple,

Membaca kisahmu di The Mirror Crack’s From Side To Side, mau tidak mau membuatku merasa sedih. Aku masih ingat di buku-buku yang lama, betapa meriahnya kehidupan di St Mary Mead, dengan gosip-gosip yang beredar di antara penduduk, wisma pendeta yang penuh kejadian seru, teman-teman sesama perempuan tua yang lincah dan selalu punya berita, bahkan rumah keluarga Bantry yang pernah menjadi setting kasus pembunuhan terkenal.

Namun di buku Mirror, semuanya terasa berubah. Beberapa teman akrabmu sudah meninggal dunia, dan yang masih hidup kondisinya pun sudah tidak memungkinkan untuk berkeliaran ke mana-mana. Bahkan kondisimu juga tidak bisa dibilang baik! Miss Marple yang selalu tangguh meski sudah tua, kini harus dibantu oleh seorang pendamping? I can feel your pain, Miss Marple.

Perubahanpun menghampiri St Mary Mead, dengan para pendatang dan permukiman baru yang seolah mendesak desamu yang kuno untuk tampil berbeda. Aku merasakan kesepianmu, kehilanganmu atas segala yang familiar, bahkan kenanganmu di masa lalu. Aku sedih saat mengetahui Kolonel Bantry sudah tiada, dan kini Mrs. Bantry sudah tidak tinggal di rumah besar mereka yang bersejarah.

Sepanjang buku ini, aku mengingat dan mengenang berbagai kasus yang pernah kau hadapi di masa lalu. Dari mulai yang penuh bahaya, intrik dendam dan percintaan, atau yang butuh analisa tajam keahlianmu. Tak pernah ada satupun yang gagal kauselesaikan. Dan meski aku sering menempatkan dirimu di urutan kedua setelah Hercule Poirot, harus kuakui, kadang kala kau jauh lebih tangguh daripada si detektif Belgia, Miss Marple! Kau sering mengecoh orang dengan penampilanmu yang tua dan lugu. Namun ketajaman otakmu seringkali membuat orang terkejut pada akhirnya.

Tak terkecuali di buku ini. Meski terlihat semakin rapuh, bahkan tak mampu berjalan cepat seperti dulu, namun betapa leganya aku, ternyata kau masih menunjukkan kemampuanmu. Otakmu tetap tangguh, analisamu tajam, dan hatimu masih sehalus biasanya. Dan biarlah perubahan terjadi, karena memang begitulah kehidupan. Tapi kau juga membuktikan, perubahan bukan berarti menyerah pada keadaan.

Terima kasih Miss Marple, untuk satu lagi kasus yang luar biasa.

Dan untuk mengajarkanku tentang perubahan🙂

Sincerely,

Astrid

A Letter to My Worst Enemy

Dear Marina Gregg,

Well, sebenarnya sih nggak tepat juga kalau aku menyebutmu my worst enemy. Karena, meskipun kamu menyebalkan, aku sedikit kasihan juga denganmu. Mungkin menjadi bintang film memang susah ya? Terlalu banyak drama, bahkan di luar film alias di kehidupan nyatamu.

Masa lalu yang suram juga sepertinya benar-benar mempengaruhimu. Sulit punya anak, dan sekalinya punya malah kehilangan. Tapi terus terang, aku tidak setuju dengan tindakanmu yang menelantarkan anak-anak adposimu begitu kamu merasa bosan dengan mereka. Hahhh…benar-benar tidak bertanggung jawab.

Yang membuatku sebal juga, sepertinya kamu menghalalkan segala cara- bersikap seenaknya, dan membuat setiap orang stress karena tingkah lakumu – dan menjustifikasi segala kelakuanmu itu karena kamu adalah seorang bintang film- dengan masa lalu yang sulit! Hmph… Aku paling nggak suka model orang seperti ini. Apalagi, sepertinya kamu benar-benar egois dan hidup di duniamu sendiri. Tidak peduli dengan orang lain, dan tidak sadar kalau kelakuanmu itu berdampak besar bagi hidup orang lain.

Mungkin dalam buku The Mirror Crack’d From Side To Side, kamu adalah karakter yang paling menyebalkan. Meski begitu, tetap ada setitik rasa kasihan juga pada dirimu, karena sepertinya kamu memang tipe orang yang nggak mungkin bahagia. Oh well.. mungkin apa yang terjadi di buku ini adalah yang terbaik untuk kamu.

Toodle loo,

Astrid