Tags

, , , , , , ,

pocket full of ryeJudul: A Pocket Full Of Rye (Misteri Burung Hitam)

Penulis: Agatha Christie

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2012)

Penerjemah: Ny Suwarni AS

Halaman: 320p

Beli di: Gramedia Central Park (IDR 48k)

 

 

 

Sing a song of sixpence,
A pocket full of rye,
Four and twenty blackbirds,
Baked in a pie!

When the pie was opened,
The birds began to sing,
“Wasn’t that a dainty dish
To set before the king?”

The king was in his counting-house,
Counting out his money.
The queen was in the parlor,
Eating bread and honey.

The maid was in the garden,
Hanging out the clothes.
Down came a blackbird,
And pecked off her nose.

Selalu suka kalau Agatha Christie sudah menulis kisah yang terinspirasi dari sajak atau lagu anak-anak yang kesannya Inggris banget. Tak terkecuali buku ini, yang merupakan kasus Miss Marple. Kebetulan lagu nina bobo yang dijadikan ide cerita pernah menjadi favorit Yofel. Jadi semakin menambah faktor ketertarikan sama buku ini🙂

Kisah berawal dari meninggalnya Rex Fortescue, pengusaha kaya raya yang dikenal licik dan punya lumayan banyak musuh. Racun yang digunakan untuk membunuhnya adalah taxine, yang terdapat pada tanaman yew. Yang menarik, rumah keluarga Fortescue memang penuh dikelilingi pohon yew, dan dinamakan Yewtree Lodge. Jadi siapapun penghuni rumah tersebut dapat memasukkan racun dengan mudah.

Inspektur Neele berusaha keras menemukan siapa pelaku pembunuhan ini, dan apa motifnya. Apakah si anak sulung pewaris harta, Percival? Atau istri kedua Rex Fortescue yang masing sangat muda, Adele? Lalu ada juga pengurus rumah tangga yang misterius, Mary Dove, dan kakak ipar Rex Fortescue yang “gila agama”, Miss Ramsbottom.

Keadaan bertambah pelik saat Lance Fortescue, anak laki-laki yang dianggap kambing hitam keluarga, mendadak pulang dari Afrika dan muncul di rumah keluarga Fortescue. Apakah ada hubungannya dengan tragedi yang baru menimpa mereka?

Dan ketika seorang pelayan rumah tangga, Gladys Martin, ditemukan terbunuh pula, Miss Marple pun muncul. Gladys dulu adalah anak asuhnya di St Mary Mead, yang ia latih supaya bisa menjadi pelayan yang baik. Bagi Miss Marple, ini adalah kasus yang personal. Tak heran ia tampak lebih fierce daripada biasanya.

Aku menyukai buku ini karena kisahnya merupakan satu kesatuan yang utuh. Dari mulai setting keluarga kaya dengan segala intrik-intriknya, karakter yang lengkap dan berwarna-warni, lagu anak-anak yang dipakai sang pembunuh sebagai pola pembunuhannya, sampai duet Inspektur Neele yang tenang dengan Miss Marple yang terlihat tangguh disini. Twist di endingnya pun terasa pas, tidak tertebak, tapi masuk akal sekaligus heartbreaking juga. Sifat-sifat manusia, memang sama saja dimana-mana🙂

Hands down, this is one of my favorite Marple stories so far!

Agatha Christie Button Meme 1