Tags

, , , , ,

bbw9

Saya pernah menulis tentang pesta yang paling disukai oleh para kutu buku di postingan ini. Seperti kebanyakan manusia, kutu buku juga suka berpesta kok, hanya saja mungkin pestanya agak sedikit lain, karena didominasi oleh deretan buku. Bookfair, book bazaar, book market, book sale, apapun namanya, pasti akan memancing kutu buku untuk berbondong-bondong datang ke sana.

Saya sendiri merasa pesta buku di Indonesia masih agak kurang memuaskan. Meski ada beberapa event tahunan seperti Indonesian Book Fair (IBF) atau Pesta Buku Jakarta (PBJ), isinya masih agak nanggung menurut saya, karena harganya kadang masih cukup mahal, pilihan bukunya pun kurang nendang. Dan lagi, akhir-akhir ini event bazaar buku murah seperti itu lebih sering didompleng oleh acara lain seperti talk show, peluncuran buku, lomba mewarnai, dan lain-lain yang sebenarnya kurang berhubungan dengan belanja buku murah dan sifatnya lebih untuk promosi para sponsor.

Saya sendiri mendambakan bazaar buku murah seperti boekenfestijn di Belanda – yang sifatnya memang besar-besaran dan digelar bergantian di banyak kota. Saya ingat suasana seru saat bertemu dengan sesama bookworm yang datang ke bazaar tersebut sambil menenteng koper.

Harapan saya mulai membuncah lagi saat mendengar kabar kalau Big Bad Wolf- event bazaar buku murah yang biasanya rutin digelar di Malaysia- untuk pertama kalinya akan berkunjung ke Jakarta (tepatnya ke BSD di Tangerang hehe). Sempat agak skeptis sih, soalnya banyak yang meramalkan kalau buku-bukunya nggak akan semurah di Malaysia, pilihannya lebih sedikit, dan mungkin banyak buku-buku lama. Tapi karena ini adalah bazaar buku impor murah yang pertama di Indonesia, saya memutuskan untuk datang saja. Apalagi promosinya gencar banget.

Saya datang di hari Sabtu (30 April), hari pertama Big Bad Wolf (BBW) dibuka secara resmi di ICE, gedung konvensi super besar yang berlokasi di BSD. Ini pertama kalinya juga saya berkunjung ke ICE dan kesan pertama saya, tempat ini memang cocok untuk menggelar acara bazaar buku besar seperti BBW ini, karena lapangan parkirnya luas banget, sementara Hall nya juga bisa menampung puluhan meja panjang yang dipadati tumpukan buku.

Suasana BBW hari pertama

Suasana BBW hari pertama

Saat saya datang ke sana, suasananya belum terlalu ramai. Masih nyaman untuk mencari buku tanpa harus berdesakan. Dan meski susunan bukunya tidak terlalu teratur dan agak random, saya masih bisa menikmati pencarian buku dengan tenang. Hanya saja, karena waktu itu saya datang bersama Yofel, memang agak sedikit rempong juga karena yang ada saya lebih banyak menemani dia mencari buku dibandingkan berburu buku buat saya, hahaha..

Yofel hepi!

Yofel hepi!

Dan akhirnya, memang Yofel yang membeli buku lebih banyak. Saya sendiri hanya sempat mengambil yang kebetulan lewat saja, ditambah beberapa titipan. Buku-buku yang sempat saya lihat hanya yang bergenre fiction (general, literature dan young adult), dan buku anak-anak.

Antrian kasir pun masih sepi dan semuanya berjalan lancar. Hanya saja, saya belum puassss karena belum sempat belanja untuk diri sendiri hahaha. Saya pun bertekad ingin datang lagi sebelum BBW berakhir.

Hmm...pilih-pilih!

Hmm…pilih-pilih!

Masih rapi dan sepi

Masih rapi dan sepi

Pojok poster yang bikin ngilerrr

Pojok poster yang bikin ngilerrr

Tak disangka, setelah hari pertama itu, banyak orang mulai memposting kunjungan mereka ke BBW di social media. Ditambah dengan promo dari akun BBW yang juga gencar, maka tiba-tiba saja BBW menjadi fenomena yang luar biasa, dan mendadak saja belanja buku menjadi sesuatu yang sangat cool! Apalagi, saat weekend dan long weekend kemarin ini, BBW buka 24 jam, menjadikan pengalaman belanja buku tengah malam menjadi suatu tren yang baru πŸ˜€

Saya sendiri sebenarnya senang karena tiba-tiba saja buku dan kutu buku menjadi pusat perhatian masyarakat khususnya Jakarta. Semua orang mendadak ikut serta berlomba-lomba belanja buku impor dan tak mau ketinggalan fenomena ini. Meski saya tahu, orang Indonesia memang latah dan kadang niatnya lain, tapi nggak papalah, sesekali menempatkan dunia perbukuan sebagai topik pembicaraan.

Namun, sisi buruknya adalah: BBW jadi sangat ramai dan padat, selalu penuh setiap waktu bahkan di jam-jam aneh seperti tengah malam atau subuh sekalipun. Sepertinya semua orang tidak mau kehabisan sale buku murah ini – memperoleh buku anak seharga IDR 30k atau novel yang lumayan baru seharga IDR 45k, dan semuanya berbahasa Inggris- memang godaan yang luar biasa- bahkan bagi orang-orang yang sebelumnya bukan pencinta buku kelas berat.

Saya sendiri akhirnya hadir lagi ke BBW saat long weekend kemarin, bersama-sama Mama saya yang juga penasaran akan event ini, dan ponakan saya yang juga kutu buku. Namun, memang suasananya sudah amat berbeda. Masuk ke tempat parkir saja sudah mengantri, lalu mau ambil trolley berebutan, dan yang pasti, menyusuri meja demi meja pajangan jadi tidak bebas lagi karena penuh orang di mana-mana. Hiks! Padahal, kami datang menjelang tengah malam, tapi banyak sekali pengunjung yang berdesakan, termasuk yang masih membawa anak kecil maupun bayi. Bahkan, mengantri kasir pun sampai lebih dari 1/2 jam sendiri.

Sementara itu, pilihan bukunya juga sudah berubah dari saat kunjungan saya yang pertama. Banyak juga buku-buku baru atau boxset yang sudah out of stock. Untunglah saya masih menemukan beberapa buku incaran saya πŸ™‚

Matthew, ponakan saya di tengah kekacauan BBW

Matthew, ponakan saya di tengah kekacauan BBW

Saya hanya bisa berharap, semoga animo masyarakat yang menggila terhadap acara ini akan menjadi alasan BBW untuk mengadakan event ini secara reguler di Indonesia, bukan hanya di Jakarta tapi bahkan berkeliling ke kota-kota lain di Indonesia, seperti yang mereka lakukan di Malaysia.

Dan terlepas dari apapun alasan orang untuk datang ke BBW, saya berharap semoga sajaaa memang belanja buku, membaca buku, dan segala hal terkait buku, bisa terus menjadi hal yang hip dan cool di Indonesia, bukan hanya tren sesaat saja, seperti yang seringkali terjadi di negara ini, di mana masyarakatnya memang sangat-sangat mudah terkena penyakit latah πŸ™‚

Long live the bookworms!

Belanjaan kloter 1 - kebanyakan punya Yofel!

Belanjaan kloter 1 – kebanyakan punya Yofel!

Belanjaan kloter 2 :)

Belanjaan kloter 2 πŸ™‚

Advertisements