Tags

, , , , , ,

a clash of kingsJudul: A Clash of Kings

Penulis: George R.R. Martin

Penerbit: Bantam Books Mass Market Edition (2011)

Halaman: 1009 p

Gift from: Eka (Markituka!)

Buku kedua dari serial fenomenal A Song of Ice and Fire ini langsung melanjutkan ending buku pertamanya, Game of Thrones. Keluarga Lannister, diwakili oleh Joffrey di Iron Throne, masih menguasai the Seven Kingdoms, terutama dengan hadirnya sosok sang ratu yang kejam, Cersei, dan adiknya, si kerdil yang cerdik, Tyrion. Namun jangan salah, ada tiga raja lagi yang mengangkat diri mereka sendiri dan menyatakan kekuasaannya atas the Seven Kingdoms maupun sebagian dari wilayahnya.

Di Utara, Robb Stark masih memproklamirkan dirinya sebagai raja di wilayah tersebut, dan terus memenangkan pertarungan serta perang dengan didampingi oleh direwolf nya yang setia, Grey Wind. Meski ibu Robb, Lady Catelyn tidak sepenuhnya setuju dengan taktik-taktik anaknya yang berbahaya, namun ia tak kuasa melarang anaknya yang semangatnya berkobar-kobar untuk mengalahkan musuh-musuh mereka, terutama keluarga Lannister yang bertanggung jawab atas kematian Ned Stark.

Di Selatan, ada Renly Baratheon, adik bungsu mendiang raja terakhir Robert Baratheon, yang juga menyatakan dirinya sebagai raja yang sah untuk menggantikan abangnya, karena ia didukung oleh seluruh rakyat di wilayah selatan yang mengelu-elukannya dan istrinya yang masih muda.

Sementara itu, dari Dragonstone yang agak terpencil, muncul abang Renly, Stannis Baratheon, yang tak mau kalah dan memproklamirkan dirinya sebagai penerus Robert. Stannis juga didukung ‎oleh penyihir kejam yang memuja dewa cahaya, suatu kepercayaan baru yang bukan merupakan dewa tradisional di realm Westeros. Kekuatan dan kekejaman penyihir ini membuat Stannis memiliki keunggulan dalam membunuh lawan-lawannya dengan cara-cara misterius.

Perebutan tahta dan perang di antara keempat raja ini semakin dibuat rumit pula oleh tiga kejadian lainnya:

  1. Daenerys Targaryen, keturunan terakhir dari keluarga Targaryen yang menjadi penguasa Westeros selama berabad-abad, kini tinggal selangkah lagi untuk berangkat ke tanah kelahirannya dan menancapkan klaimnya sebagai penguasa yang sah, diiringi oleh pengikutnya yang setia dan tentu saja ketiga naganya yang ajaib.
  1. Winterfell, sepeninggal Rob Stark dan Lady Catelyn, menjadi target empuk bagi pihak-pihak yang ingin menguasainya, termasuk salah satu pengkhianat besar yang sebelumnya menjadi bagian dari keluarga Stark namun kini haus kekuasaan, mungkin ketularan fenomena gila perang dan rebutan kekuasaan antar raja-raja di Westeros.
  1. ‎Di wilayah luar Wall alias perbatasan Westeros dengan realm liar, perang mulai berkecamuk dan kaum liar ingin ikut-ikut menancapkan kekuasaan mereka di Westeros, dengan membawa serta kekuatan-kekuatan asing dan mengerikan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Dan di sinilah petualangan Jon Snow, si anak haram keluarga Stark, benar-benar dimulai.

Buku kedua ini bisa dibilang lebih kompleks dan padat dibandingkan buku pertama, yang lebih banyak memperkenalkan kita pada realm Westeros dan karakter-karakter intinya.

Di buku ini, pertarungan baik fisik maupun politik mendapatkan porsi yang sangat besar, meski masih diimbangi dengan perkembangan beberapa karakter intinya. Memang ada cukup banyak adegan perang dan pertempuran yang terlalu teknis dan agak bertele-tele, serta pengulangan yang mirip antara perang yang satu dengan yang lain, sehingga terdapat beberapa bagian yang cukup membosankan di bagian pertengahan buku.

Namun untungnya, George RR Martin adalah seorang penulis yang piawai, sehingga tetap saja ada hal-hal menarik yang bisa dinikmati dari setiap babnya, terutama humor sarkasme yang banyak terlontar- terutama dalam bab-bab yang mengangkat karakter Tyrion.

Beberapa twist juga masih cukup menarik untuk diikuti, dan tentu saja, bersiaplah melihat begitu banyak kematian demi kematian, satu hal yang sepertinya memang menjadi ciri khas buku-buku Martin.

Dan meski begitu banyak spoiler bertebaran di internet, apalagi karena serial TV nya baru tayang lagi episode terbarunya, saya masih bertekad akan terus mengikuti petualangan di Westeros ini melalui bukunya terlebih dulu. Jadi- mari mencari buku ketiga!🙂