Tags

, , , , , , , , ,

Judul: Les Misérables

Penulis: Victor Hugo

Penerjemah: Julie Rose

Penerbit: Modern Library (2009, first published 1862)

Halaman: 1329p

Beli di: Books and Beyond (IDR 130k, bargain!)

Sejujurnya, saya bingung bagaimana mereview buku legendaris setebal lebih dari 1000 halaman ini. Where should I start?

Mungkin, yang paling mudah dan masuk akal adalah membuat summary singkat setiap volume, kemudian menyampaikan kesan-kesan saya secara keseluruhan di bagian akhir review ini 🙂 I hope that’s okay.

Les Misérables terdiri dari lima bagian atau volume, yang masing-masing dipecah lagi menjadi beberapa “buku” yang terdiri dari beberapa “chapter”. Tak heran buku ini begitu panjang, karena mencakup perjalanan sejarah Prancis dalam rentang waktu yang cukup lama, dan diisi oleh amat banyak karakter, baik yang hanya muncul sepintas lalu, atau yang memang menjadi tokoh utama dalam cerita tragedi ini.

PART ONE: FANTINE

Di bagian pertama buku ini, kita diajak menemui beberapa karakter yang nantinya akan menjadi tokoh-tokoh utama dalam Les Misérables. Ada Jean Valjean, mantan napi yang meski sudah keluar dari penjara, namun masa lalunya tetap membuatnya susah diterima oleh lingkungannya, sehingga ia harus mengkhianati identitasnya sendiri. Ada Fantine, perempuan yang sangat ingin membahagiakan anaknya, namun berbagai keputusan buruk yang ia buat malah menjauhkannya dan anaknya dari kebahagiaan. Dan ada Javert, polisi yang akan menjadi nemesis Jean Valjean.

PART TWO: COSETTE

Kali ini kita beralih ke Cosette, setelah bertahun-tahun hidup menderita, akhirnya dipertemukan dengan Jean Valjean, dan mereka berusaha bertahan hidup sebagai keluarga, meski Javert tetap mengejar Jean Valjean akibat masa lalunya yang suram.

PART THREE: MARIUS

Cosette tumbuh menjadi gadis cantik, yang memikat hati seorang pemuda bernama Marius. Namun, Marius dalam keadaan galau, antara mengikuti jejak ayahnya, pendukung Republik, atau tetap setia dengan kakek yang mengurusnya dari kecil, yang merupakan bagian dari kaum elite. Marius pun bertemu dengan sekelompok pemuda yang sedanng berkobar-kobar ingin melancarkan revolusi terhadap pemerintah Prancis saat itu.

PART FOUR: THE IDYLL OF THE RUE PLUMET AND THE EPIC OF THE RUE SAINT-DENIS

Di tengah kisah cinta Marius dan Cosette yang penuh drama, termasuk tentangan dari Jean Valjean (yang tidak rela kehilangan Cosette), Marius ikut serta dalam demonstrasi yang digagas teman-temannya. Klimaks yang terjadi kemudian melibatkan juga Jean Valjean serta Javert, yang berada di tengah situasi penuh bahaya tersebut.

PART FIVE: JEAN VALJEAN

Bagaimanakah Jean Valjean akan mengakhiri kisahnya? Apakah dengan kejujuran, penerimaan terhadap identitasnya, meski itu artinya ia akan kehilangan Cosette, satu-satunya orang paling berarti di hidupnya? Dan bagaimanakah akhir perseteruan Jean Valjean dengan Javert?

Les Misérablesadalah sebuah buku tentang identitas, penerimaan pada masa lalu, kejujuran, dan cinta. Sejauh mana kita akan berkorban demi membahagiakan orang-orang yang kita cintai?

Tema yang (sebetulnya) sederhana ini, dibuat rumit oleh Victor Hugo karena kecenderungannya untuk menulis dengan panjang lebar, terutama untuk hal-hal yang menjadi passionnya. Misalnya, di Part One, ada satu bagian yang amat panjang, yang bercerita tentang Bishop Bienvenu, yang tidak akan muncul lagi di sepanjang buku, tapi karena memiliki peran cukup penting dalam turning point Jean Valjean, maka kisah sang Bishop ditulis dengan amat detail, hingga ke masa lalu dan latar belakangnya yang panjang.

Contoh lain adalah di Part Two, saat Hugo menuliskan kisah perang Waterloo secara amat mendetail, mulai dari suasana hingga beberapa tokoh yang berperan penting, padahal Waterloo sendiri hanya memiliki keterkaitan amat kecil dengan kisah Les Misérables.

Saya pernah mendengar pendapat orang yang bilang kalau membaca Les Misérables itu ibarat membaca kisah hidup Jean Valjean, yang diselingi dengan banyak sekali sejarah random Prancis. And I can’t agree more, lol!

Satu hal yang saya sadari dari membaca Les Misérables adalah betapa sedikitnya sejarah Prancis yang saya ketahui selama ini. Saya tidak aware kalau Prancis mengalami banyak sekali revolusi dan demonstrasi, baik besar dan kecil, sehingga sering berganti bentuk pemerintahan dengan amat cepat. Selama ini saya hanya tahu peristiwa Louis XVI, juga Revolusi Bastille, yang memang sering diangkat ke buku atau layar lebar. Les Misérables menawarkan banyak sudut pandang dan fakta baru, yang memang seringkali membingungkan akibat minimnya pengetahuan saya tentang sejarah Prancis, namun pada akhirnya malah jadi membuka mata saya tentang sejarah negara tersebut.

Saya sendiri belum pernah menonton versi musikal Les Misérables, baik yang dipentaskan di teater maupun yang diangkat ke layar lebar, sehingga tidak bisa membandingkan dengan bukunya. Namun, jujur saja, selama seminggu lebih saya berkutat dengan buku ini, saya beberapa kali ingin menyerah saja, terutama ketika bertemu dengan narasi sejarah yang panjang, detail, dan alot, dan tidak jelas hubungannya dengan keseluruhan kisah. Apalagi, Les Misérables memiliki banyak sekali footnotes, baik yang berhubungan dengan fakta sejarah maupun terjemahan dalam bahasa Inggris, yang memang sebaiknya dibaca juga kalau ingin lebih mengerti konteks kisah tersebut.

Pada akhirnya, saya bersyukur berhasil menyelesaikan buku ini, yang – eventhough indeed a monster- terasa epik, menakjubkan, dan menyajikan salah satu pengalaman membaca luar biasa yang sudah jarang saya temui dari buku fiksi kontemporer.

Sekarang, tinggal menonton filmnya, untuk melihat whether they do this book justice? 😀

Rating: 4/5

Recommended if you like: history, French, epic drama, brick books, everlasting classics

Submitted for:

Category: The longest book (by pages) on your TBR list