Tags

, , , , ,

Judul: Concrete Rose

Penulis: Angie Thomas

Penerbit: Balzer + Bray (2021)

Halaman: 368p

Beli di: Periplus BBFH (IDR 151k)

Untuk seorang penulis, pasti rasanya cukup sulit menerbitkan buku baru yang mumpuni jika buku sebelumnya begitu fenomenal, digadang-gadang sebagai best book di berbagai list, mendapatkan beragam penghargaan, dan diangkat ke layar lebar dengan hasil yang tak kalah menakjubkan.

Namun, Angie Thomas sepertinya santai saja, dan menelurkan buku yang tidak kalah luar biasa, Concrete Rose, yang merupakan prekuel buku fenomenalnya, The Hate U Give.

Concrete Rose bercerita tentang Maverick Carter, ayah Starr, yang merupakan tokoh utama di buku THUG, ketika masih duduk di bangku SMA, dan sebelum dunianya jungkir balik ketika ia menjadi seorang ayah. Maverick tinggal di Garden Heights, ketika pertempuran antar geng berlangsung sengit, terutama memperebutkan lokasi berjual beli obat terlarang. Meski ibunya tidak ingin Maverick masuk ke dalam geng, karena ayahnya sudah mendekam di penjara, Maverick tidak memiliki pilihan lain. King Lords, geng tempatnya bergabung, yang juga merupakan komunitas ayahnya, adalah satu-satunya yang bisa melindunginya dari bahaya kehidupan jalanan, yang penuh aksi baku hantam hingga tembak menembak.

Hidup Maverick berubah total saat ia mendapat kabar kalau anak laki-laki Iesha, yang awalnya disangka adalah anak King (sahabat Maverick), ternyata 100% anak Maverick, hasil hubungan kilatnya dengan Iesha. Padahal, saat ini Maverick sedang menjalin hubungan serius dengan Lisa, anak perempuan dari kalangan lebih “atas” yang keluarganya tidak setuju dengan Maverick.

Rumit banget kan?

Tapi, Concrete Rose bisa menjawab lumayan banyak pertanyaan yang timbul saat membaca kerumitan keluarga Carter, yang penuh dengan anggota keluarga half siblings, step sisters, etc etc. Dan menurut saya, meski gaya bahasa ala jalanan di Concrete Rose lebih sulit untuk diikuti dibandingkan gaya bahasa THUG, namun Concrete Rose memiliki jalan cerita yang sangat menyegarkan. Mengikuti sudut pandang Maverick, cowok jalanan 17 tahun yang bahkan tidak tahu apa yang akan ia lakukan di masa depan, namun dihadapkan pada kenyataan bahwa ia harus bertanggung jawab terhadap seorang anak yang baru lahir, yang ibunya pun menghilang entah ke mana.

Di buku ini, kita juga diajak untuk melihat transformasi Maverick yang mengubahnya menjadi ayah yang diidolakan anak-anaknya seperti yang kita baca di buku THUG. Dan transformasi ini, dengan segala up and down nya, digambarkan dengan sangat real, sangat relatable, dan sangat memikat, sehingga kita mau tidak mau rooting for Maverick dengan segala permasalahannya.

Angie Thomas berhasil membuat saya semakin penasaran dengan para penghuni Garden Heights, dan berharap suatu hari nanti ia akan melanjutkan sekuel maupun pre-prekuel dan apapun yang berhubungan dengan Garden Heights,

Rating: 4/5

Recommended if you like: THUG, and want to read more about: Black lives in the 90s, BLM movement, street gangs reality, lots of slang XD