Tags

, , , , , , , , ,

Judul: The Case of the Left-Handed Lady (Enola Holmes Mystery #2)

Penulis: Nancy Springer

Penerbit: Puffin Books (2011, reissued edition)

Halaman: 234p

Beli di: Periplus (IDR 106k)

Enola is back! Setelah petualangan pertama yang sekaligus menjadi awal hidupnya yang bebas, Enola Holmes kini menetap di London, bersembunyi di balik kedok Ivy Meshle, tangan kanan Dr. Leslie T. Ragostin, tokoh fiktif yang memiliki kantor The Scientific Perditorian yang bekerja mencari orang hilang.

Suatu hari Enola dikejutkan dengan kehadiran Dr. Watson, sahabat kakaknya, Sherlock, yang ingin meminta bantuan Dr. Ragostin mencari adik perempuan dan ibu Sherlock yang menghiang tanpa jejak. Dr. Watson mulai khawatir dengan kondisi Sherlock akibat menghilangnya anggota keluarganya tersebut. Meski terharu membayangkan Sherlock memikirkannya, Enola bertekad tidak akan membiarkan Sherlock menemukannya, karena ia tidak rela melepaskan kebebasan yang baru diraihnya.

Saat beradu otak dalam kejar-kejarannya dengan Sherlock, Enola juga menemukan kasus baru yang menggelitiknya. Lady Cecily, anak perempuan tokoh bangsawan yang tiba-tiba lenyap tanpa jejak. Satu-satunya petunjuk yang dimiliki Enola adalah serangkaian gambar charcoal yang dilukis dengan penuh gairah (sangat berbeda dari lukisan pastel Lady Cecily lainnya), dan digambar dengan tangan kiri! Di era di mana menjadi kidal merupakan suatu aib, terutama untuk perempuan terhormat, Enola semakin merasa ingin tahu dan bertekad akan menemukan Lady Cecily, meski itu berarti ia harus menempuh resiko samarannya terbongkar!

Seperti buku pertama, buku kedua ini masih menggunakan formula yang sama: hubungan keluarga Holmes dan kasus misterius di kota London. Enola masih tetap menyegarkan seperti biasa, cerdas dan banyak akal, dan senang rasanya membayangkan Sherlock yang angkuh kini harus mulai mengakui kemampuan adik perempuannya yang tidak kalah dengan otaknya.

Misterinya sendiri terbilang biasa, tidak terlalu membawa twist yang mengejutkan. Tapi tetap seru juga menyaksikan cara Elona memecahkan kasus ini, meski ia pun kadang mengambil keputusan yang salah. Dan saya suka dengan suasana kota London, dari mulai kehidupan aristokratik sampai area kumuhnya, yang memang digambarkan dengan sangat hidup oleh Nancy Springer.

Overall, Enola Holmes adalah jenis buku yang I wish I could have read it when I was growing up. Perpaduan antara karakter remaja perempuan yang kuat, kisah yang dinamis, kasus yang menantang otak, dan drama keluarga, rasanya merupakan buku yang pas untuk yang menyukai kisah-kisah coming of age.

Semoga saja Netflix akan konsisten mengadaptasi serial ini!

Rating: 4/5

Recommended if you like: family drama, strong heroine, intriguing mystery, feminist issues, historical London setting