Tags

, , , , ,

Judul: Wintering

Penulis: Katherine May

Penerbit: Rider, Penguin Random House UK (2020)

Halaman: 273p

Beli di: Periplus Ngurah Rai Online (IDR 158k)

Wintering adalah buku yang menyejukkan. Subtitlenya “The power of rest and retreat in difficult times” menggambarkan dengan jelas apa tujuan buku ini. Dan membacanya di tengah suasana gelap pandemi yang entah kapan berakhirnya (meski di beberapa belahan dunia ada yang sudah menganggap pandemi ini selesai), terasa amat pas.

Katherine May berbagi kisah saat ia mengalami depresi, dan membandingkannya dengan musim dingin. Ia menggunakan metafora ini di sepanjang buku, mengaitkan persiapan yang dilakukan sebelum menyambut musim dingin, dengan persiapan saat keadaan sulit yang cenderung menyebabkan depresi sedang menyambangi hidup kita.

Katherine sendiri mengalami “winter” sejak ia kecil, saat autisme nya tidak terdiagnosis, saat suaminya sakit, saat ia sendiri sakit berkepanjangan, dan harus mundur dari pekerjaannya, serta saat anaknya mengalami kesulitan belajar. Seperti kata Katherine, musim dingin kadang datang berulang-ulang, seolah tidak memiliki jeda musim panas yang lebih menyenangkan di antaranya.

Untuk mengaitkan metafora musim dingin secara fisik dengan musim dingin secara mental, Katherine mengeksplorasi banyak hal, mulai dari binatang dan tumbuhan yang bisa menyesuaikan diri dengan winter alih-alih melawannya, hingga belajar dari orang-orang yang tinggal di ujung belahan utara dunia, di mana malam hari berlangsung terus-menerus sepanjang musim dingin tanpa ada secercah matahari sedikitpun.

Saya menyukai prosa dan gaya menulis May, yang memang indah, simpel tapi mengena. Saya juga menyukai idenya untuk membandingkan dan mengaitkan winter sebagai musim fisik maupun mental. Dan memang benar, pada akhirnya kita sebagai manusia perlu menyadari kapan waktunya beristirahat, retreating, dan menerima segala hal gelap dalam hidup kita sambil menunggu musim yang lebih hangat datang kembali.

Namun menurut saya, ada beberapa metafora yang agak terlalu dipaksakan di dalam buku ini, serta topik yang agak terlalu menjauh dari isu utamanya. Beberapa chapter juga ditulis dengan agak kurang halus, saat May berusaha mengaitkan unsur musim dingin dengan mental health.

Namun overall, Wintering tetap merupakan buku yang menyenangkan untuk dibaca, menenangkan, jernih, dan cocok dibuka-buka kembali saat kita sedang mengalami musim dingin pribadi.

Rating: 3.5/5

Recommended if you like: subtle memoirs, mental health issues, beautiful prose, calming tone