Tags

, , ,

Judul: Cerita- Cerita Jakarta

Editor: Maesy Ang & Teddy W. Kusuma

Penerbit: POST Press (2021)

Halaman: 213p

Beli di: @post_santa (IDR 80k)

Cerita-Cerita Jakarta berisi sepuluh cerita pendek yang semuanya bermuara pada kota megapolis kita tercinta ini. Genrenya beraneka ragam, memenuhi selera paling biasa atau paling absurd dari setiap pembacanya.

Beberapa favorit saya adalah Aroma Terasi (Hanna Francisca), tentang seorang wanita keturunan Tionghoa yang pergi ke kantor imigrasi untuk mengurus paspor, masih di zaman Orde Baru yang serba rempong dan diskriminatif. Meski dibantu oleh seorang calo jagoan, pengalaman wanita ini jauh dari mulus. Dan gaya menulis Hanna Francisca yang kocak, santai, dan sedikit satir, membuat saya ngakak berat, terutama karena kisahnya cukup relate dengan keluarga saya yang selalu ada drama setiap berhubungan dengan kantor imigrasi, apalagi dengan embel-embel marga Lim di ujung nama kami 😀

Kisah kocak lainnya yang berhasil membuat saya tertawa adalah Buyan (utiuts), yang bergenre fantasi dystopia- Jakarta di masa depan, meski sudah memiliki armada taksi online tanpa supir, masih harus berjibaku dengan kondisi banjir yang semakin menggila. Kreatif dan refreshing.

Selain kisah-kisah kocak nan absurd, saya juga menyukai beberapa kisah yang dituturkan dengan gaya yang lebih bersahaja, apa adanya namun tetap memikat. Suatu Hari dalam Kehidupan Seorang Warga Depok yang Pergi ke Jakarta (Yusi Avianto Pareanom) merupakan kisah sehari-hari namun amat relatable dari suara hari seorang penduduk suburban yang menghabiskan satu hari untuk membereskan beberapa urusan di Jakarta. Dari tema yang amat standar ini lahir kisah yang hangat, lucu, dan dekat dengan hati pembaca, baik yang merupakan komuter maupun bukan.

Sedangkan Haji Syiah (Ben Sohib) menyentil tentang agama dan hipokrisi, serta nilai-nilai berbeda yang dianut oleh generasi masa lalu dan masa kini. Again, ada sentuhan kocak meskipun tone keseluruhan cerita ini termasuk ironis dan membuat miris.

Selain judul-judul di atas, saya cukup terkesan dengan Anak-Anak Dewasa (Ziggy Zezsyazeoviennazabriskie), yang juga memiliki tone future dystopian yang cukup absurd, serta Rahasia dari Kramat Tunggak (Kharisma Michellia) yang berbau-bau thriller misteri, dengan latar belakang Kramat Tunggak yang bersejarah kelam.

Meski saya suka dengan hampir semua kisah di buku ini, ada juga cerita yang menurut saya agak meh atau malah terlalu pretensius, seperti B217AN yang nggak jelas apa maksudnya, juga Masalah yang agak kurang sreg dengan gaya narasinya.

Anyway, keapikan koleksi cerita pendek ini tidak lepas dari tangan dingin para editornya, Maesy Ang dan Teddy W Kusuma yang menggawangi POST Press. Saya juga bersyukur membaca buku ini dalam bahasa Indonesia, karena menurut saya beberapa pemilihan diksi, detail setting dan suasana, serta dialognya banyak yang sangat khas Jakarta, dan meski banyak yang juga memuji hasil terjemahan buku ini ke dalam bahasa Inggris, menurut saya membaca dalam bahasa aslinya justru memiliki nilai tambah tersendiri yang sulit tergantikan.

Rating: 4/5

Recommended if you like: Indonesian stories, short stories, diverse genre, absurd plot, funny little gems, and everything about Jakarta