Tags

, , , , , ,

Judul: Cold Comfort Farm

Penulis: Stella Gibbons

Penerbit: Penguin Essentials (2011, first publshed 1932)

Halaman: 233p

Beli di: Bookdepository (IDR 92k)

Flora Poste resmi menjadi yatim piatu di usia 20 tahun. Berbekal pendidikan (yang menurutnya terlalu berlebihan tapi tidak bisa membantunya mendapatkan uang) dan sederet kerabat yang tidak terlalu ia kenal, Flora memutuskan satu-satunya jalan yang paling praktis adalah menumpang di rumah salah satu kerabatnya tersebut.

Setelah melalui serangkaian proses seleksi ketat, Flora memilih keluarga Starkadders di Sussex sebagai calon tempat tinggalnya yang baru. Keluarga Starkadders memiliki pertanian bernama Cold Comfort Farm, dan Flora bertekad akan menemukan rumah yang nyaman di tengah iklim pedesaan tersebut.

Ternyata keluarga Starkadders memiliki berbagai masalah yang menjadikan mereka orang-orang paling tidak bahagia yang pernah Flora kenal. Judith, sepupu Flora, terobsesi dengan anak laki-lakinya, Seth. Seth sendiri dikenal sebagai playboy di desa, yang kerap menimbulkan masalah di antara para gadis desa. Amos, suami Judith yang seharusnya menjadi kepala keluarga, malah lebih fokus dengan kegiatannya sebagai penginjil dan terus menghakimi keluarganya yang penuh dosa. Dan di tengah semua kekacauan keluarga Starkadders, ada Ada Doom, yang mengutuk keluarga ini sehingga tidak ada yang bisa meninggalkan pertanian selamanya.

Tapi bukan Flora namanya kalau menyerah dengan situasi. Ia malah tertantang untuk memperbaiki kondisi keluarga Starkadders dan membuat pertanian Cold Comfort menjadi tempat yang paling hangat dan nyaman sedunia. Sifatnya yang praktis dan berkepala dingin membantunya menghadapi setiap masalah, dan Flora selalu memiliki ide yang fresh untuk setiap anggota keluarga dan permasalahan mereka.

Tentu saja awalnya kehadiran Flora ditolak mentah-mentah oleh keluarga Starkadders. Ia dianggap sebagai pengganggu yang menyebalkan, perempuan sok tahu yang ingin mengacaukan keluarga mereka (yang sebenarnya sudah sangat kacau). Tapi lama kelamaan, keluarga Starkadders mulai mempercayai Flora, dan satu demi satu, mereka tunduk pada rencana Flora.

Buku ini adalah salah satu buku klasik yang tidak pernah saya dengar sebelumnya, dan satu-satunya alasan saya membeli buku ini adalah karena ingin melengkapi koleksi Penguin Essentials saya. Ternyata, unexpectedly, I enjoyed this book a lot! Awalnya saya kira buku ini akan sedikit membosankan, apalagi dengan latar belakang pertanian di pedesaan, dan tokoh utamanya sepertinya agak menyebalkan. Tapi ternyata, dugaan saya meleset jauh! Cold Comfort Farm ditulis dengan penuh humor satir khas penulis Inggris, yang senang menertawakan diri sendiri. Sifat tipikal orang Inggris dibahas tuntas di sini, terutama di era 1930-an, sambil memperlihatkan betapa konyolnya orang-orang yang ingin mempertahankan tradisi sikap dan budaya yang tidak ada faedahnya.

Flora sendiri digambarkan sebagai perempuan praktis, apa adanya, sehingga tidak ada kesan sok tahu atau sok ikut campur, dan kita mau tidak mau malah jadi ikut mendukungnya untuk memperbaiki keluarga Starkadders. Setiap anggota keluarga memiliki karakter yang tidak dua dimensi – dan saya suka cara Stella Gibbons memperkenalkan mereka lewat anekdot, kisah selewat, gosip, atau gambaran gerak-gerik yang awalnya tidak terkesan penting, namun ternyata menyimpan arti yang mendalam. Dan pada akhirnya, saya pun ikut terlibat dan jatuh hati dengan keluarga aneh ini.

As a reader, once in a while we stumbled into something unknown, without much expectations, but turned out, it was one of the best encounters we’ve ever had.

Rating: 4/5

Recommended if you like: British humor and satire, subtle funny moments, classics British story, dysfunctional family with happy ending 🙂

Submitted for:

Category: A book with an oxymoron in the title