Tags

, , , , , , , ,

Judul: The Hollow

Penulis: Agatha Christie

Penerbit: HarperCollins (paperback edition, 2015)

Halaman: 308p

Beli di: Kinokuniya iLotte (IDR 129k)

Saya memutuskan untuk ikut ReadChristie2021 reading challenge – membaca satu buku Agatha Christie setiap bulan sesuai tema yang telah ditentukan. Bulan Januari, temanya adalah “a story set in a grand house”. Dan sesuai dengan official pick dari @officialagathachristie, maka The Hollow lah yang menjadi buku pertama challenge ini.

Saya sudah pernah membaca The Hollow, dan kesan yang saya ingat adalah ini bukan buku Christie favorit saya. Tapi, kali ini saya memutuskan untuk membaca versi bahasa Inggrisnya, dan membuka pikiran saya untuk menelaah apakah ketidaksukaan saya pada buku ini masih bertahan, dan kalaupun iya, apa yang menyebabkannya?

Sir Henry Angkatell dan istrinya, Lucy, tinggal di sebuah rumah besar di pinggiran kota London yang bernama The Hollow. Weekend kali ini, mereka mengundang beberapa teman dekat dan kerabat untuk bersantai menikmati liburan di pedesaan. Ada Midge Hardcastle, sepupu muda Lucy yang miskin, Henrietta Savernake, sepupu lain yang juga seorang pemahat berbakat, Edward Angkatell yang mewarisi Answick, rumah besar keluarga Angkatell, David Angkatell yang masih muda dan pemarah, serta John Christow dan istrinya, Gerda, yang merupakan teman lama keluarga Angkatell.

Kisah dimulai dengan perkenalan terhadap karakter-karakter ini, hubungan antar mereka, perasaan yang dipendam dalam hati, serta persiapan mereka menghadapi weekend tersebut. Ada yang dengan tegang, dengan terpaksa, dan dengan bahagia. Namun satu hal yang pasti, ada ketegangan tersembunyi di antara para karakter ini, yang mulai menunjukkan tanda-tanda akan munculnya sebuah tragedi.

Tragedi tersebut terjadi di hari Minggu siang, saat Poirot, yang tinggal di dekat The Hollow, diundang untuk makan siang bersama keluarga Angkatell dan tamu-tamu mereka. Ia disambut oleh pemandangan yang membuatnya muak. Sesosok mayat terbaring di tepi kolam renang, dan seorang wanita berdiri di sampingnya sambil memegang pistol. Poirot awalnya mengira ini semua hanyalah permainan yang ditujukan untuknya. Dan sikapnya yang sudah sinis dari awal, semakin pahit menanggapi “pertunjukan” di depannya ini. Namun ia kaget juga saat menyadari kalau yang terjadi adalah pembunuhan sungguhan. Sosok John Christow lah yang terbaring di tepi kolam, dan istrinya, Gerda, yang memegang pistol dengan linglung di sebelahnya.

Sekilas, kasus ini tampak begitu sederhana. Tentu saja Gerda yang membunuh John, meski tak ada yang tahu mengapa, karena ia sangat memuja suaminya. Namun satu demi satu bukti bermunculan, membuat nama Gerda dicoret dari daftar tersangka, dan Poirot (bersama Inspektur Grange yang bingung) dihadapkan pada kasus yang luar biasa kompleks, dengan para saksi yang sangat tidak reliable.

Sekilas, The Hollow bisa disandingkan dengan kisah-kisah Christie lainnya yang melibatkan rumah besar, pembunuhan misterius, dan keluarga dysfunctional, yang biasanya memang menjadi spesialisasi Poirot. Namun di sini, kehadiran Poirot terasa agak dipaksakan. Perannya kecil, baru muncul di pertengahan buku, dan tidak ada penjabaran tentang penyelidikannya, karena kita lebih banyak dibawa masuk ke seluk beluk drama keluarga Angkatell. Lucy yang mengawang-awang, Midge yang sedih, Edward yang lemah, Henrietta yang egois, semuanya dibahas dengan detail, namun porsi Poirot memang sangat kurang di sini. Itulah salah satu sebabnya saya kurang menyukai The Hollow.

Sebab lainnya adalah anggota keluarga Angkatell yang semuanya menyebalkan, dengan drama-drama lebay yang membuat kesal. Yang paling mendingan adalah Midge, tapi perannya juga tidak terlalu besar di sini. Selain itu, saya juga tidak menyukai John Christow, sehingga sebagai korban pun dia tidak bisa mengambil simpati saya, hahaha.

Kesimpulannya, perasaan saya masih sama terhadap The Hollow. Not my favorite, especially compare to other Poirot books. Karena ini adalah rereading, saya juga sebenarnya sudah tahu plot cerita dan twistnya, sehingga bisa melihat dengan lebih objektif juga. Dan menurut saya, bahkan plot dan red herringnya juga termasuk lemah untuk ukuran Agatha Christie, karena sebenarnya bisa terlihat sejak awal.

Poirot sendiri terlihat agak letih di sini, lebih sinis dan tidak berada dalam kondisi terbaik. Bahkan ia tidak diberi kesempatan untuk memberikan kuliah singkat di akhir buku untuk mengungkap sang pembunuh. Hiks. Saya memang pernah membaca artikel yang menyatakan kalau Agatha Christie sebenarnya agak menyesal menampilkan Poirot di The Hollow, dan akhirnya memang karakter Poirot dihilangkan dari naskah untuk versi teater The Hollow. No wonder!

Rating: 3/5

Recommended for: Agatha Christie lovers who wanted to read less superior books of hers, if you like dysfunctional family stories set in old fashion mansion, and for family drama chasers.

Submitted for:

Category: Story set in a grand house