Tags

, , , , , , , ,

Judul: Evil Under the Sun (Pembunuhan di Teluk Pixy)

Penulis: Agatha Christie

Penerjemah: Joyce K. Isa

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2014, cetakan ke-6)

Halaman: 288p

Beli di: @HobbyBuku (bagian dari bundle Agatha Christie)

Hercule Poirot sedang berlibur, dan seperti biasa, kejahatan tetap menghampirinya. Kadang-kadang saya tidak mengerti dengan para pembunuh yang ngotot melakukan pembunuhan padahal sudah tahu ada Poirot di sana XD

Evil Under the Sun berkisah tentang pembunuhan seorang perempuan “penggoda” di Teluk Pixy yang sunyi. Yang menarik, orang-orang yang paling dicurigai dan memiliki motif kuat untuk membunuh, justru adalah orang-orang yang mempunyai alibi paling kuat.

Ada suami Arlena (si korban), yang sedang mengetik surat saat pembunuhan berlangsung. Ada juga Patrick, korban terbaru Arlena yang tergila-gila dengannya, namun saat pembunuhan berlangsung ia sedang menunggu Arlena di pantai, dengan banyak saksi.

Tapi ada beberapa tersangka lain yang memiliki motif yang tidak terlalu mencolok, namun entah bagaimana Poirot bisa menemukannya 🙂 Dan seperti biasa, hanya Poirot lah yang bisa melihat dengan jelas sejak awal bagaimana sebenarnya kepribadian sang korban, mengapa ia perlu mati, dan siapa yang paling mungkin membunuhnya (dan tentu saja, cara pembunuhan dilakukan!).

Evil Under the Sun bukanlah karya paling superior dari Agatha Christie. Malah, plot dan pemecahan misterinya yang mengandalkan drama rumah tangga, romansa, dan kecemburuan, dibungkus oleh beberapa motif-motif lain yang tak terduga, sudah pernah dipakai di beberapa buku lain (yang agak sejenis misalnya Death on the Nile dan Endless Night). Tapi bukan Christie namanya kalau tidak bisa mendaur ulang bahan-bahannya menjadi suatu buku baru yang tak kalah gemilang.

Setting liburan di sini lumayan menghibur, terutama karena Poirot sering mengeluh tentang banyak hal, yang sudah menjadi ciri khasnya. Dan teman-teman bergosipnya di pantai juga menghadirkan dialog kocak meski agak stereityping.

Overall, buku ini cukup bisa dinikmati kalau kita sedang kangen dengan kisah klasik Poirot, karena di sini ia diberi porsi cukup banyak untuk menyelidiki, bercakap-cakap, dan tentu saja – membuat kesimpulan yang menakjubkan.

Submitted for:

Category: A book with “sun”,”sand”, or “waves” in the title