Tags

, , , , , , ,

Judul: The House in the Cerulean Sea

Penulis: T.J. Klune

Penerbit: Tor Books, Kindle Edition (2020)

Halaman: 393p

Beli di: Amazon.com (USD 1.99, bargain!)

Buku ini agak susah digambarkan, mungkin karena tidak masuk ke satu genre khusus. Ekspetasi saya adalah kisah fantasi untuk middle grade atau young adult. Tapi ternyata, The House in the Cerulean Sea lebih dari sekadar deskripsi tersebut.

Linus Baker adalah seorang karyawan introvert yang bekerja sebagai Case Worker di Department in Charge of Magical Youth. Pekerjaannya mereview panti asuhan yang berada di bawah pengawasan pemerintah dan yang khusus menampung anak-anak dengan kemampuan khusus (magical).

Namun rutinitasnya terganggu saat ia ditunjuk oleh bosnya di Extremely Upper Management untuk mengobservasi panti asuhan  Marsyas Island yang berada jauh di area pantai. Yang membuat panti asuhan ini berbeda, selain lokasinya yang terpencil, adalah keenam anak yang diasuh di sana: gnome, sprite, wyvern, makhluk hijau yang tidak jelas jenisnya, Pomeranian shape-shifter, dan yang paling mengejutkan: Antichrist alias anak sang iblis sendiri.

Tidak hanya itu. Linus juga harus menghadapi pemimpin panti yang memiliki masa lalu tak kalah misterius, Arthur Parnassus, dan yang akan melakukan segalanya agar panti asuhannya tidak ditutup dan ia tidak berpisah dengan anak-anak yang ia cintai.

Buku ini memiliki semua unsur yang akan menjadikannya sebagai future classics. Karakter-karakter yang memorable, moment yang menggugah, serta setting yang tidak biasa. Saya bersimpati dengan Linus, si introvert yang terpaksa keluar dari zona nyamannya dan menghadapi hal-hal tak pasti yang selama ini selalu ia hindari. Bagaimana ia yang selama ini hidup sendirian, dihadapkan pada kenyataan baru, yaitu ia sebenarnya mampu untuk mencintai.

Saya juga ikut jatuh cinta dengan Arthur Parnassus, yang kalem, yang bijaksana, yang penuh kasih, namun  ternyata memiliki “demon”nya sendiri. Dan saya tak bisa tidak menyukai para penghuni panti asuhan yang serba nakal, menyebalkan, namun mengundang simpati. Mereka adalah outcasts dan misfits, and at the end of the day, what they really want is to find a home. Bahkan tak terkecuali si anak Lucifer.

The House in the Cerulean Sea dengan pas bisa membawa kita ke suasana suram, kocak, hingga penuh haru. Ini adalah pengalaman pertama saya membaca karya T.J. Klune, namun yang pasti bukan yang terakhir kalinya 🙂

Submitted for:

Category: A book with a body of water or pool on the cover