Tags

, , , , , , ,

Judul: Home Before Dark

Penulis: Riley Sager

Penerbit: Dutton (Kindle Books, 2020)

Halaman: 384p

Beli di: Amazon.com (USD 12.90)

Kalau kamu pencinta kisah bertema buku, dan menyukai kisah thriller dengan twist tak terduga, maka Home Before Dark benar-benar sempurna untukmu.

Buku ini berkisah tentang Maggie, yang setelah ayahnya meninggal dunia, diwariskan rumah bernama Baneberry Hall. Tapi ini bukan sembarang rumah, karena Baneberry Hall merupakan setting memoir  horror yang ditulis ayah Maggie dan menjadi best seller di seluruh dunia. Dalam memoirnya, ayah Maggie bercerita tentang kepindahan keluarga mereka ke Baneberry Hall (yang memiliki sejarah mencekam), dan hanya bertahan selama sekitar 3 minggu di sana, sebelum mereka juga harus keluar dari rumah tersebut setelah mengalami kejadian demi kejadian yang mengerikan.

Maggie tumbuh dewasa seiring mencuatnya buku “House of Horrors” yang mengubah kehidupan keluarganya. Herannya, ia tidak ingat sedikitpun kejadian demi kejadian yang ditulis oleh ayahnya di buku tersebut, dan ia tumbuh dengan kecurigaan bahwa ayahnya adalah sosok pembohong yang amat lihai. Meskipun demikian, Maggie juga seringkali diganggu oleh mimpi buruk seperti terror yang sepertinya berasal dari masa kecilnya di Baneberry Hall. Dan Maggie tahu, satu-satunya cara untuk membuktikan kebenaran tulisan ayahnya adalah dengan menerima warisan rumah tersebut, dan menggali masa lalunya di sana.

Home Before Dark ditulis dalam format yang cukup unik, di mana babnya berselang-seling antara kisah Maggie masa kini, dengan kisahnya di masa lalu yang diambil dari bab-bab buku “House of Horrors”. Namun meskipun agak rumit, format ini bekerja dengan baik karena Riley Sager dengan piawai menjalin kisah masa lalu dan masa kini, berhasil menyatukan misteri dan adegan-adegan horor yang saling berhubungan satu dengan lain, sambil sedikit demi sedikit membuka rahasia tentang seberapa otentiknya kisah memoir yang ditulis ayah Maggie, dan mana yang merupakan kebohongan belaka.

Sager mampu menciptakan atmosfer yang sangat eerie, spooky, dengan detail-detail yang entah kenapa bisa terasa amat nyata, seolah saya benar-benar sedang berada di Baneberry Hall bersama Maggie. Kemunculan ular yang tiba-tiba, lagu dari film Sound of Music yang suka menyala secara misterius, aghhh… don’t read book alone after dark, kalau tidak mau dikunjungi mimpi buruk Baneberry Hall!!!

Karakter-karekternya menurut saya cukup meyakinkan, dan twist yang disajikan di akhir cerita juga patut diacungi jempol. Sager adalah penulis yang rapi, yang memikirkan setiap penjelasan tanpa menyisakan loopholes. Ini adalah pengalaman pertama saya membaca buku karya Riley Sager, namun yang pasti bukan yang terakhir!

Submitted for:

popsugar rc 2020 button

Kategori:A book that’s published in 2020

Category: A scary book you’d read around a camp fire