Tags

, , , , , , , ,

Judul: The Binding

Penulis: Bridget Collins

Penerbit: The Borough Press

Halaman: 438p

Beli di: @BaliBooks (IDR 135k)

Hal pertama yang membuat saya tertarik pada buku ini adalah covernya. It’s so beautiful, with intricate details and the blue hues. Lalu, baca sinopsisnya pun langsung suka. Ceritanya melibatkan buku, and which book lovers do not love books about books? šŸ™‚

Emmet Farmer adalah seorang anak petani, yang akibat suatu kejadian misterius yang tidak terlalu jelas baginya, mengalami serangan hebat yang membuatnya sakit. Frustrasi dengan rasa “tidak berguna” di pertanian ayahnya, membuat Emmet mengambil kesempatan yang ditawarkan oleh seorang Binder, atau penjilid buku, bernama Seredith yang tinggal di sebuah rumah terpencil, untuk menjadi asistennya.

Masyarakat sekitar menganggap Seredith seorang penyihir, namun Emmet lama kelamaan makin menyukai dan respek pada mentornya ini. Hanya saja, suatu hari ia dikejutkan oleh fakta tentang pekerjaan menjilid, yang ternyata mengandung lebih dari sekadar membuat sebuah buku.

Buku yang dijilid oleh Binder merupakan memori yang diambil dari orang-orang yang ingin melupakan berbagai kejadian dalam hidup mereka, dari mulai yang menyedihkan hingga menyakitkan. Setelah seseorang merelakan memorinya diambil dan dijilid menjadi sebuah buku, maka orang tersebut tidak memiliki ingatan apapun tentang bagian hidupnya yang sudah berpindah ke dalam halaman-halaman buku.

Emmet sendiri kurang merasa sreg dengan pekerjaan Binder, apalagi saat ia tahu banyak Binder bandel di luar sana yang memperjualbelikan memori orang-orang yang masih hidup secara ilegal, dan bukannya menyimpan buku tersebut seperti yang seharusnya menjadi kewajiban para Binder.

Suatu hari, Emmet bertemu dengan sesosok pemuda misterius bernama Lucian, yang entah kenapa menimbulkan perasaan tidak enak dalam hatinya, dan membuatnya yakin ada suatu kejadian dalam hidupnya yang sudah tidak terdapat dalam memorinya. Kejadian yang menyangkut Lucian.

Maka Emmet memulai perjalanannya menyusuri masa lalu – dan di sinilah kita mulai mengenal sosok Lucian yang misterius, dan mengungkap apa sebenarnya yang terjadi dalam jalinan hidup mereka berdua.

The Binding, sesuai dengan covernya yang cantik, dipenuhi oleh kalimat-kalimat dan jalinan kisah yang tidak kalah memikat. Di bagian pertama, kita mengenal Emmet dengan segala permasalahannya. Di bagian kedua, kita pergi ke masa lalu Emmet untuk melihat apa yang menimbulkan masalah-masalah dalam hidupnya. Dan di bagian tiga, kita diberi kesempatan menjalani kisah dari sudut pandang Lucian.

Pengaturan yang rapi, menurut saya, dan fase-fase kisah ditulis dengan apik dan tetap mempertahankan tensi dan atmosfer keseluruhan cerita. Hanya saja, beberapa bagian memang terasa agak terlalu panjang dan bertele-tele. Bridget Collins senang sekali menuliskan detail suasana di sekitar tokoh-tokohnya, terutama lansekap, setting, dan cuaca. Sebenarnya tidak apa-apa sih, karena justru memperkental unsur atmospheric dalam cerita. Namun lama-kelamaan memang terasa agak mengganggu, apalagi misalnya baru saja digambarkan mengenai langit kelabu, lalu di halaman selanjutnya diulang lagi tentang langit yang semakin kelabu dan angin kencang. Sebenarnya kita mau membaca fiksi atau laporan cuaca ya? XD

Tapi overall saya cukup menikmati kisah The Bindung. Emmet dan Lucian sama-sama membuat penasaran dan merupakan pasangan yang cukup compatible. Adegan romansnya terasa pas, tidak berlebihan, dan meskipun saya berharap lebih banyak diulas tentang dunia buku dan binder (instead of masa lalu Emmet dan Lucian), namun untungnya kisah mereka pun masih menyenangkan untuk diikuti.

Oiya, satu lagi – endingnya amat sangat cliffhanger, jadi untuk yang kurang suka kisah menggantung, sepertinya The Binding akan terasa cukup mengecewakan di bagian akhirnya.

Submitted for:

Category: A book with an LGBTQ+ protagonist