Tags

, , , , ,

Judul: The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy

Penulis: Douglas Adams

Penerbit: Macmillan Children’s Books (2009)

Halaman: 184p

Beli di: Bookdepository.com (IDR 100,465)

Saya sudah sering mendengar dan membaca review buku ini, tapi belum tertarik membacanya karena science fiction bukanlah termasuk genre favorit saya. Tapi karena Popsugar Reading Challenge, saya akhirnya membaca buku yang sudah menjadi kategori klasik ini.

Arthur Dent, tokoh utama buku ini, mengalami hari yang buruk. Rumahnya akan dihancurkan (tanpa pemberitahuan yang memadai sebelumnya), dan ia mendapat info kalau hari itu Bumi juga akan hancur (karena posisinya menghalangi jalan bebas hambatan yang sedang dibangun di galaksi!)

Namun sedikit keberuntungan masih menyertai Arthur karena temannya, Ford Prefect, ternyata adalah alien yang sudah terdampar di Bumi bertahun-tahun lamanya, dan ia mengajak Arthur untuk bersama-sama kabur dari Bumi sebelum planet itu dihancurkan. Caranya? Dengan menumpang (hitchhike) pesawat luar angkasa yang ditugaskan untuk menghancurkan Bumi.

Dari sana mulailah petualangan Arthur menjelajahi galaksi dan luar angkasa yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Bermodalkan selembar handuk, seekor ikan kuning kecil, dan buku panduan hitchhiking di luar angkasa (yang salah satu kontributornya adalah Ford Prefect), Arthur berusaha menerima kenyataan bahwa planet yang merupakan kampung halamannya sudah lenyap, dan ia kini harus menjadikan luar angkasa sebagai rumahnya.

Kebetulan dan ketidakmungkinan menjadi teman Arthur dan Ford dalam menjalani petualangan mereka, menumpang dari satu pesawat ke pesawat lain, yang akhirnya membawa mereka ke sebuah planet misterius yang kabarnya merupakan tempat diciptakannya planet-planet lain di seluruh universe. Dan Arthur pun terlibat dalam konspirasi aneh yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy merupakan kisah science fiction klasik yang sarat humor dan fantasi yang luar biasa. Tak heran buku ini tetap berjaya meski sudah puluhan tahun sejak diterbitkan pertama kali. Serial ini pun sudah diadaptasi dan ditulis ulang, baik oleh penulis original maupun penerusnya, menjadi beragam bentuk, termasuk serial televisi, film, sandiwara radio, dan sebagainya. Akhirnya terciptalah cannon yang membingungkan, bahkan Douglas Adams sendiri mengaku kerepotan bila harus menjelaskan asal mula kisah ini dan dari mana kita harus memulainya.

Yang menarik dari buku ini adalah karakter-karakternya yang unik, serta imajinasi liar Douglas dalam menciptakan beragam planet, pesawat luar angkasa dan karakter alien, yang bisa dibayangkan dengan cukup mudah, meski kisahnya sendiri (seperti genre scifi pada umumnya) penuh dengan logika dan scientific details yang kadang membuat bingung.

Bagaimanapun, kisah ini termasuk menyenangkan untuk diikuti, bahkan untuk non penggemar science fiction seperti saya. Masih ada 4 buku lagi dalam serial ini yang menurut saya layak untuk diteruskan.

Submitted for:

Kategori: A book with a robot, cyborg, or AI character