Tags

, , , , , , ,

Judul: Inside Out

Penulis: Demi Moore

Penerbit: Fourth Estate (2019)

Halaman: 304p

Beli di: @BaliBooks (free book!)

Demi Moore adalah salah satu sosok aktris modern paling legendaris di Hollywood. Bukan hanya pencapaian profesionalnya dikenang oleh para penggemarnya, namun juga kehidupan personalnya yang tidak kalah sensasional.

Demi dibesarkan dalam keluarga yang tidak bisa dibilang stabil. Ayah dan ibunya bukanlah tipe orang tua bertanggung jawab yang peduli dengan kesejahteraan dan masa depan anak-anaknya. Sifat egois dan kekanak-kanakan kerap membuat rumah tangga mereka kacau balau, terpecah belah, dipenuh dengan drama yang tak jarang berakhir dengan tragedi dan kekerasan. Perpisahan pun kerap terjadi, baik yang sifatnya sementara maupun cukup permanen.

Masa kecil yang serba tak pasti ini membuat Demi tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri, tidak jelas ingin melangkah ke mana, terlebih tidak ada sosok mentor yang bisa ia jadikan pegangan. Saat remaja, Demi tinggal bersama ibunya di Los Angeles, untuk pertama kalinya mendekati area yang nantinya akan membesarkan namanya.

Setelah itu, hidup Demi mulai berubah. Bertemu dengan para pria yang satu per satu akan merebut hatinya, memberinya nama baru, keluarga baru, bahkan status baru di Hollywood. Yang paling dikenang orang mungkin adalah pernikahannya dengan Bruce Willis di saat keduanya sedang berada di puncak karier. Dekade Hollywood 80 dan 90-an tidak akan pernah sama tanpa kehadiran mereka. Mereka dengan cepat menjadi salah satu pasangan paling legendaris di Hollywood.

Namun kehidupan Demi seolah tidak pernah berhenti dari drama- pernikahannya dengan Bruce berakhir, dan ia bertemu dengan Ashton Kutcher, aktor yang sedang menanjak kariernya, beberapa puluh tahun lebih muda, namun Demi yakin mereka adalah soulmate. Tapi seperti yang kita semua tahu – ini pun tidak berakhir dengan kebahagiaan untuk Demi.

Buku ini, sesuai dengan pengakuan Demi, lebih seperti terapi baginya. Ia mencurahkan seluruh keluh kesah, kepedihan, penyesalan, kemarahan dan semua emosi yang selama ini terpendam dalam hatinya, yang membentuk hidupnya seperti sekarang ini. Ia mengakui segala kesalahannya yang membuatnya menjadi istri dan ibu yang tidak baik, bahkan sempat berhenti bicara dengan anak-anaknya.

Secara materi, buku autobiography ini dipenuhi dengan detail yang juicy, yang saking dramatisnya kadang terasa sudah seperti film Hollywood. Namun tak bisa dipungkiri, saya merasa ada yang kurang dengan cara penyampaian Demi. Mungkin karena ia bukan seorang penulis, dan tidak ingin bukunya dipengaruhi terlalu kuat oleh ghostwriter maupun editor. Hasilnya memang jadi lumayan datar. Kesan emosional yang kuat tidak saya tangkap di sini, dan bahkan beberapa bagian terasa seperti hanya merupakan wadah Demi mengeluarkan unek-unek saja.

Yang juga cukup terasa adalah betapa singkat halaman yang didedikasikan Demi untuk menceritakan tentang hubungannya dengan Ashton, dari sejak awal mereka jatuh cinta hingga pengkhianatan sang suami. Sepertinya Demi masih merasa amat sakit hati dan belum bisa membuka diri terlalu dalam di bagian kisah hidupnya yang ini. Kesan yang saya dapatkan adalah bagian akhir buku ini terasa ditulis dengan terburu-buru, dan saya kurang memperoleh kesan refleksi Demi di sini. Sayang memang, karena mungkin inilah salah satu hal yang menjadikan kisah hidup Demi layak untuk dibaca. Karena semua ingin rooting untuk kebahagiaan Demi. Namun yang saya rasakan, Demi seperti seorang teman yang belum rela membuka diri seutuhnya.

Submitted for:

Kategori: A book with the same title as a movie or TV show but is unrelated to it