Tags

, , , , , , ,

Judul: The President is Missing

Penulis: Bill Clinton & James Patterson

Penerbit: Arrow Books (2019)

Halaman: 513p

Beli di: @BaliBooks (IDR 80k)

Apa jadinya bila dua nama besar berkolaborasi dalam satu buku? Yang satu adalah penulis best seller yang karya-karyanya sudah dikenal di seluruh dunia, sementara yang seorang lagi adalah mantan presiden Amerika Serikat, politikus andal yang juga terkenal karena salah satu skandal terbesar di White House.

Saya sendiri penasaran ketika pertama kali mendengar tentang kolaborasi ini. Saya sudah membaca beberapa karya James Patterson, dan meskipun tidak semuanya masuk ke kategori wow, namun rata-rata bukunya dikemas dalam kisah cepat penuh twist yang memang bikin ketagihan. Sedangkan Bill Clinton? Saya malah tidak bisa membayangkan eks POTUS tersebut menulis buku, apalagi yang bergenre thriller!

Ternyata, hasilnya adalah kisah thriller bertema terorisme yang merupakan page turner, bikin penasaran dan deg-degan sampai akhir. Yang membuatnya beda dari buku Patterson lainnya adalah detail-detail kepresidenan, mulai dari setting di White House hingga intrik politik dan protokoler yang terkesan sangat akurat, karena memang dibuat berdasarkan pengalaman Clinton saat menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

Kisahnya adalah tentang seorang Presiden yang menghadapi ancaman mengerikan dari teroris, yang bisa berakibat pada hancurnya sistem internet, dan basically, semua sistem peradaban manusia modern. Cyber terrorism adalah topik yang in, dan memang mungkin terjadi di masa sekarang ini, sehingga semua detail di buku ini seolah memang terjadi di dunia nyata, menambah kesan mencekam di sepanjang cerita.

Ancamana ini membuat sang Presiden harus mengambil langkah-langkah tidak biasa, termasuk bernegosiasi dengan salah satu pemimpin kelompok terorisme paling terkenal, bekerja sama dengan hacker yang diragukan kesetiannya, hingga menghilang dan beraksi seorang diri. Langkah-langkahnya tentu saja dikritik sejumlah pihak, termasuk rivalnya di dunia politik, dari mulai juru bicara Congress hingga bahkan Wakil Presiden-nya sendiri yang seolah ingin mencari kesempatan di tengah kesempitan.

Kisah semakin rumit dan tak tertebak ketika muncul sosok pembunuh misterius, serta orang dalam yang merupakan pengkhianat alias musuh dalam selimut.

Juicy dan menegangkan, dengan intrik rumit namun pemecahan yang cukup mengesankan, menurut saya buku kolaborasi pertama ini bisa dibilang cukup berhasil. Biasanya, Patterson memang piawai menyusun kisah thriller cepat, tapi seringkali mengabaikan beberapa detail penting dan menyisakan lubang-lubang dalam plotnya. Hal inilah yang berhasil diimbangi oleh Clinton, yang menyumbangkan expertise-nya dan membuat kisah terjalin dengan lebih rapat, dengan karakter-karakter dunia politik yang meyakinkan.

Next collab?

Berangkat dari kesuksesan ini, Patterson dan Clinton baru-baru ini mengumumkan rencana mereka menerbitkan kolaborasi yang kedua di bulan Juni 2021. Kisahnya adalah tentang penculikan anak perempuan mantan presiden (dari buku pertama). Sepertinya akan sama serunya dengan buku sebelumnya!

Submitted for:

Kategori: A fiction or nonfiction book about a world leader