Tags

, , , , , , ,

Judul: My Sister, the Serial Killer

Penulis: Oyinkan Braithwaite

Penerbit: Atlantic Books (2019)

Halaman: 226p

Beli di: Readings Melbourne (AUD 19.99, disc 25%)

Judul buku ini sangat menarik. Premisnya, tentang seorang perempuan yang berusaha melindungi adiknya yang adalah seorang pembunuh berantai, juga menguak rasa ingin tahu. Dan settingnya di Nigeria pun merupakan sesuatu yang unik dan termasuk jarang ditemui di jejeran buku best seller international.

Intinya, semua tentang buku ini meneriakkan pesan “READ ME, YOU’LL BE SATISFIED!”

Namun, entah ekspektasi saya yang jadi terlalu tinggi, atau memang buku ini kurang nendang (saya menemukan beberapa review di Goodreads yang satu pandangan dengan saya), yang jelas kesan saya memang datar-datar saja terhadap buku ini.

Korede, tokoh utama di buku ini, bekerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit di Lagos. Korede adalah perempuan yang serius, bertanggung jawab, dan bisa diandalkan, terutama setelah keluarganya bergantung padanya sepeninggal sang Ayah.

Namun, Korede memiliki masalah besar. Adiknya, Ayoola, memiliki kebiasaan buruk: membunuh para pria yang dekat dengannya, dengan alasan self defense. Apakah ini merupakan alasan yang bisa dibenarkan atau tidak, Korede tidak pernah tahu. Namun ia terpaksa selalu membereskan masalah Ayoola, ikut membersihkan TKP dan menciptakan alibi bagi adiknya. Apapun alasan Ayoola menjadi seorang pembunuh berantai, Korede hanya tahu satu hal: ia harus melindungi adiknya.

Apa alasan Korede mengambil keputusan seperti itu, sampai-sampai ia rela mengorbankan kariernya dan bahkan memilih untuk tidak dekat dengan lelaki manapun? Perlahan-lahan, sejarah keluarga Korede dan Ayoola dibuka, dan kita diajak masuk menyelami rahasia yang membuat kakak beradik ini mengambil keputusan-keputusan yang tak bisa dipahami sebelumnya.

Sampai di satu titik, Ayoola jatuh cinta dengan Tade, dokter yang bekerja di rumah sakit yang sama dengan Korede, dan yang sudah dicintai oleh Korede diam-diam sejak lama. Apakah Korede masih mau melindungi adiknya, dengan resiko Tade juga akan menjadi korban selanjutnya? Atau sudah saatnya Korede mengambil sikap yang akan mengubah hubungannya dengan Ayoola?

Satu hal yang saya sayangkan dari buku ini adalah minimnya pendalaman karakter-karakter yang ada. Buku ini menggunakan sudut pandang Korede sebagai narator, namun saya tidak pernah bisa merasa terhubung dengannya. Seolah Korede yang kita kenal hanyalah di permukaan saja, sehingga apapun keputusan yang ia ambil, saya jadi tidak begitu merasa peduuli.

Oversimplified mungkin adalah kata yang paling bisa menggambarkan kesan saya terhadap buku ini. Entah mengapa, Braithwaite lebih senang menggunakan kalimat-kalimat dan bab yang serba singkat. Kadang satu bab hanya terdiri dari dua halaman, dengan penggalan kalimat-kalimat pendek yang serba menggantung. Mungkin ini dianggap sebagai gaya penulisan yang modern atau penuh terobosan? Namun menurut saya malah jadi kurang kena ke plot keseluruhan buku. Karena jenis buku seperti ini, yang masuk ke ranah thriller dan misteri, masalah gaya penulisan yang serba modern bukanlah concern utama pembaca. Yang saya cari adalah plot yang rapi, karakterisasi yang mendalam, dan twist yang mengejutkan.

Sayangnya, saya tidak merasakan elemen-elemen tersebut di buku ini. Unsur kultur nya pun tidak dikupas sedemikian mendalam. Ya, memang sempat dibahas tentang KDRT dan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan yang menjadi salah satu isu utama di Nigeria. Tapi harapan saya akan penggambaran mendetail (mungkin sejenis buku-buku thriller dan crime dari Jepang yang suka bermain dengan tema yang sama), tidak kesampaian.

Semoga saja buku-buku selanjutnya dari Oyinkan Braithwaite akan lebih “kena” ke ekspektasi saya, karena sebenarnya potensi penulis ini masih amat besar.

Submitted for:

Kategori: A book published the month of your birthday