Tags

, , , , , , , ,

Judul: Beloved

Penulis: Toni Morrison

Penerbit: Vintage International (2004)

Halaman: 324 p

Beli di: Periplus (IDR 50k, bargain price!)

Saya sudah sering mendengar tentang kehebatan Toni Morrison dalam meramu kisah, track recordnya di dunia literatur dari mulai mendapat penghargaan Pulitzer sampai Nobel. Tapi saya masih suka merasa tidak pede untuk membaca karya-karya sang penulis legendaris ini.

Namun kebetulan salah satu bukunya yang sudah ada di timbunan sejak lebih dari lima tahun lalu, bisa masuk ke dalam salah satu kategori Popsugar Reading Challenge yang sedang saya ikuti, yaitu kategori A book that passes the Bechdel test – artinya, buku ini karakternya sebagian besar perempuan.

Beloved merupakan masterpiece Toni Morrison, berkisah tentang Sethe, seorang perempuan yang lahir sebagai budak, namun berhasil melarikan diri dan tinggal bersama mertuanya di Ohio. Namun bertahun-tahun setelah Sethe lepas dari perbudakan, ia belum merasa bebas sepenuhnya. Kenangannya akan Sweet Home, pertanian tempatnya bekerja, terus menghantuinya, termasuk suaminya yang tak kunjung menyusul ke Ohio (padahal mereka berjanji melarikan diri bersama-sama), serta teman-temannya sesama budak yang nasibnya entah bagaimana.

Bukan hanya masa lalunya sebagai budak yang menghantui Sethe, namun ada tragedi lain yang dia alami selama tinggal di rumahnya di Ohio, yang menyebabkan rumah tersebut dihantui oleh anaknya yang paling kecil, yang ia panggil Beloved.

Beloved menghantui Sethe dan anak perempuannya yang lain, Denver, hingga suatu hari ada tamu tak terduga datang ke rumah mereka: Paul D, yang pernah menjadi budak bersama Sethe di Sweet Home. Setelah kehadiran Paul D, arwah gentayangan Beloved pergi. Namun tak lama kemudian, sesosok perempuan muda hadir di rumah mereka. Apakah ini adalah Beloved yang menjelma menjadi manusia?

Butuh mood yang sangat pas untuk bisa mencerna dan menikmati buku ini. Karena ini adalah pengalaman pertama saya membaca karya Morrison, saya tidak bisa membandingkannya dengan buku-bukunya yang lain. Tapi gaya penulisan Morrison yang menggabungkan historical fiction, magical realism, dan topik penting seperti perbudakan dan kebebasan, diramu dengan kentalnya metafora yang bertebaran di sepanjang buku, menjadikan Beloved memang sebuah kisah yang cukup berat, sulit dipahami dan dinikmati, meski tetap terasa keindahan prosa dan kejeniusan sang penulis.

Awalnya saya masih meraba-raba mau dibawa ke mana cerita ini. Morrison membawa pembaca perlahan-lahan menelusuri masa lalu Sethe di Sweet Home, lalu memakai alur maju-mundur hingga menguak tragedi yang menyebabkan sosok Beloved menghantui rumah mereka. Dan semakin lama, semakin liar jugalah kekejaman dan peristiwa seram yang diungkapkan oleh Morrison, sehingga saya sempat tidak bisa membedakan mana yang merupakan realisme dan mana unsur magisnya, saking tipisnya batas di antara keduanya.

Beloved bukanlah kisah ringan yang dapat dinikmati begitu saja, namun perlu perenungan cukup dalam bahkan lama setelah buku ini usai. Betapa mahalnya harga kebebasan, dan betapa mengerikannya bila pilihan kematian terasa jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan kenyataan yang harus dihadapi sebagai seorang budak

Submitted for:

Kategori: A book that passes the Bechdel test