Tags

, , , ,

Judul: So You’ve Been Publicly Shamed

Penulis: Jon Ronson

Penerbit: Picador (2016)

Halaman: 305p

Beli di: Book Depository (IDR 77k, bargain price!)

Di era media sosial seperti sekarang ini, mungkin mimpi buruk terbesar seseorang adalah dihakimi dan dibully oleh para netizen yang mahabenar.

Hukuman terberat bukan lagi berada di koridor legal, tapi sanksi sosial yang dalam hitungan detik bisa mengubah total hidup seseorang.

Hal inilah yang diekplorasi oleh Jon Ronson, penulis psikologi populer sekaligus jurnalis yang karya-karyanya sudah beredar di berbagai media cetak maupun digital. Ronson mengambil contoh beberapa kasus fenomenal yang terjadi di dunia sosial media modern, dari mulai seorang perempuan yang memposting joke namun ditanggapi sebagai pernyataan rasis oleh netizen, dan membuat si pelaku dibully habis-habisan bahkan dipecat dari pekerjaannya; hingga kasus seorang penulis terkenal yang diketahui melakukan plagiarisme dan kariernya hancur dalam sekejap setelah dibongkar melalui postingan seorang jurnalis.

Buku ini sangat relevan dengan kondisi sekarang, di mana kita menghadapi beragam manusia di internet- keyboard warriors, yang tidak segan-segan bertengkar atau membully orang lain yang tidak sepaham dengan mereka, bahkan bisa berlanjut dengan ancaman yang lebih serius. Dan Ronson adalah penulis yang baik, runut dalam menelusuri setiap kasus, mewawancarai semua pihak yang terlibat, dan berhasil menyajikan opininya tanpa terkesan menggurui atau memaksa.

Keseriusan Ronson terlihat dari sistemnya mentracking dan mewawancarai narasumber selama berbulan-bulan. Beberapa “korban shaming” ia wawancarai segera setelah kejadian, lalu dilanjutkan lagi beberapa waktu setelah kejadian tersebut berlalu, sehingga terlihat perbedaan dalam hidup si korban akibat shaming yang dialaminya dari netizen.

Buku ini sangat eye opening karena menurut saya terkadang kita lupa apa yang bisa diakibatkan dari retweet, repost, comment yang menghina atau membully, terhadap kehidupan seseorang. Mungkin bagi si pembully, komennya hanyalah cara untuk melampiaskan emosi sesaat saja, tapi ternyata bisa mengubah total kehidupan si korban shaming – baik secara emosional, finansial, maupun kariernya di masa depan.

Ronson sendiri sempat sharing saat ia pernah menjadi korban online shaming, yaitu saat draft bukunya yang belum diedit beredar dan dihujat karena memuat kalimat yang dianggap anti feminis.

Gaya menulis Ronson yang jujur terasa menyegarkan di sini, dan ia berhasil menghindari jebakan “judgmental” dan bersikap lumayan netral di sepanjang buku. Recommended.

Submitted for:

Kategori:A book about or involving social media