Tags

, , , , , ,

Judul: Bookworm: A Memoir of Childhood Reading

Penulis: Lucy Mangan

Penerbit: Vintage (2018)

Halaman: 321p

Beli di: Book Depository (IDR 160,754)

Bookworm: a person unusually devoted to reading and study (Merriam-Webster)

Untuk para bookworm: apakah kalian pernah berpikir tentang kapan dan mengapa membaca menjadi bagian penting dalam hidup kalian? Apakah ada momen tertentu atau buku tertentu yang membuat kalian secara tidak sadar masuk ke dalam kategori kutu buku?

Hal inilah yang digali oleh Lucy Mangan, penulis dan pencinta buku yang mengaku sudah menjadi kutu buku sejak ia memiliki memori pertama puluhan tahun lalu.

Lucy berusaha menelaah perjalanannya sebagai kutu buku, melalui buku-buku dan penulis yang ia temui di masa kecilnya dan memiliki pengaruh besar dalam hidupnya serta membentuk identitasnya hingga menjadi seorang bookworm seperti sekarang ini.

Studi ini ditulis secara kronologis, mulai dari buku-buku pertama yang Lucy kenal saat ia masih balita, hingga bacaan menjelang dewasa yang membantunya melewati transisi sulit masa remaja.

Karena lahir dan tumbuh besar di Inggris, tidak semua buku yang Lucy bahas di sini terasa familiar. Ada banyak judul dan penulis (terutama di bagian buku anak/balita) yang namanya bahkan belum pernah saya dengar, mungkin karena tidak ada akses terhadap buku-buku tersebut saat saya kecil dulu.

Namun tentu saja ada bagian-bagian yang lebih relate dengan saya, judul dan penulis yang membangkitkan nostalgia, seperti Enid Blyton, serial Narnia, kisah klasik seperti Little Women dan Alice in Wonderland, dan masih banyak lagi. Semuanya dibahas dengan cukup mendetail oleh Lucy, dan dianalisis dengan sistematis mengenai pengaruhnya terhadap perkembangan karakternya serta kecintaannya pada dunia buku.

Selain menganalisis secara subjektif, Lucy juga memaparkan sejarah serta teori literatur masing-masing buku menurut genrenya dari sisi akademis, dan ini tidak mengherankan bila mengingat latar belakangnya dalam bidang sastra.

Sebagian besar analisis Lucy terasa cukup mencerahkan bagi saya, dan ikut membuat saya berefleksi tentang kecintaan saya pada buku dan masa kecil yang membentuk saya menjadi seorang bookworm seperti sekarang ini. Betapa Enid Blyton menjadi sosok yang sangat mengagumkan, tetapi ketika membaca ulang buku-bukunya saat saya sudah lebih dewasa, beberapa ceritanya terasa amat preachy dan stuffy. Tak heran anak sekarang kurang bisa merasa relate dengan buku dan karakter ciptaan Blyton.

Beberapa bagian dalam buku ini ada yang terasa cukup kering dan agak bertele-tele seperti membaca buku teks, terutama yang berkaitan dengan sejarah dan teori tentang genre (serta tentang buku-buku yang saya kurang familiar). Namun secara keseluruhan, pemaparan Lucy sangat menarik, penting, dan memancing kita untuk ikut berefleksi mengenai sejarah kita masing-masing, para bookworm yang di antara perkembangan dunia modern, masih menganggap buku dan membaca sebagai bagian penting dari hidup.

Submitted for:

Kategori: A book you picked because the title caught your attention