Tags

, , , , , ,

Judul: Harriet Wolf’s Seventh Book of Wonders

Judul: Julianna Baggott

Penerbit: Little, Brown and Company (2015)

Halaman: 328p

Beli di: Big Bad Wolf Surabaya (IDR 80k)

Buku ini bercerita tentang sebuah keluarga yang tidak bahagia dan betapa sulitnya move on dari masa lalu.

Harriet: tumbuh besar di panti asuhan akibat kesalahpahaman di keluarganya, merindukan kasih sayang dan menemukannya dalam sosok seorang anak laki-laki bernama Eppitt Clapp. Namun berbagai rintangan kerap menghalangi kisah cinta mereka. Rasa frustrasi ini dituangkan Harriett lewat buku-buku yang membuatnya menjadi seorang penulis best seller terkenal.

Eleanor: anak perempuan Harriet yang merasa tidak akan pernah bisa membuat ibunya bangga dan sayang padanya. Ketidakberuntungannya dalam hal cinta membuatnya berpisah dari suaminya dan membesarkan dua anak perempuannya bersama Harriet. Namun kepahitan hidup membentuknya menjadi seorang ibu yang tidak bisa mengerti anak-anaknya.

Ruth: anak perempuan tertua Eleanor, kabur dari rumah saat remaja karena tidak bisa cocok dengan ibunya. Pencariannya akan penerimaan dan cinta seolah tak berujung, dan pada akhirnya ia berpikir pulang ke rumah dan menyelesaikan masalahnya mungkin adalah jalan keluar terbaik.

Tilton: anak bungsu Eleanor, menjadi “korban” keposesifan ibunya dan membentuknya menjadi anak yang anti sosial. Namun Tilton lah yang paling mengerti Harriet dan mengetahui rahasia terdalamnya.

Fokus cerita berputar pada perjalanan hidup keempat perempuan ini, dan satu misteri besar tentang buku ketujuh Harriet, yang rumornya sudah ditulis namun tidak diterbitkan dan disembunyikan Harriet di suatu tempat sebelum ia meninggal dunia.

Dan ternyata, di buku tersebut Harriet membuka rahasia hidupnya, bercerita tentang masa lalu yang membentuknya dan tidak pernah ia kisahkan pada anak dan cucunya selagi ia hidup.

Sebenarnya premis kisah ini cukup menarik. Buku tentang buku merupakan salah satu genre favorit saya, apalagi dipadukan dengan historical topic dan cerita rahasia keluarga.

Tapi saya merasa kisah Harriet dituturkan dengan agak tersendat-sendat. Pengenalan antar karakternya memang lumayan memakan waktu, apalagi ceritanya dituturkan bergantian setiap babnya dengan narator berbeda di antara keempat karakter perempuan tersebut.

Rahasia Harriet yang ia tuangkan dalam buku ketujuhnya termasuk cukup menarik, tapi perjalanan anak dan cucunya hingga tiba di titik klimaks konflik mereka cukup bertele-tele. Apalagi ketiganya bukanlah karakter yang mudah untuk disukai (mungkin kecuali Tilton yang cukup bisa mengundang simpati).

A decent book, good premise, but not too engaging.

Submitted for:

Kategori: A book that has a book on the cover