Tags

, , , , , , ,

Judul: The Strange Case of Dr Jekyll & Mr Hyde

Penulis: Robert Louis Stevenson

Penerjemah: Julanda Tantani

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2011)

Halaman: 128p

Beli di: Gramedia Sale (IDR 15k)

Rasa-rasanya saya sudah menonton cukup banyak film adaptasi novel ini, baik yang mengacu dengan cukup akurat pada kisah aslinya, maupun yang sudah disadur menjadi film komedi atau kontemporer. Namun saya memang belum pernah membaca novel aslinya, dan bahkan sudah lupa kalau memiliki buku ini (alasan klasik penimbun buku).

Kisah Dr Jekyll dan Mr Hyde sudah amat melegenda sehingga tanpa membaca bukunya pun sepertinya kebanyakan orang sudah bisa menceritakan plotnya dengan cukup tepat. Tapi ternyata ada kesan tersendiri yang saya peroleh saat membaca langsung karya Robert Louis Stevenson ini.

Yang pertama tentu saja kesan gothic yang amat kental. Cerita ini berlangsung tahun 1800-an di kota London yang berkabut. Dr. Jekyll yang menutup diri dari dunia luar akibat obsesinya terhadap eksperimen rahasianya, tinggal di sebuah rumah besar yang dilengkapi oleh laboratorium kuno yang menjadi tempat kerjanya. Bagaimana ia mengurung diri dan menjadi korban dari eksperimennya sendiri, digambarkan dengan cukup detail oleh Stevenson, termasuk adegan memorable malam mencekam yang mengakhiri kisah ini. Penantian, kegelisahan dan keputusasaan di tengah malam gelap dan rumah yang suram, benar-benar memberikan suasana yang terasa nyata.

Selain itu, seperti kebanyakan buku klasik dari era yang sama, kisah Dr Jekyll dan Mr Hyde menyentuh tema yang amat digandrungi oleh penulis pada masa itu: moralitas, pilihan antara kebaikan dan kejahatan, serta batas-batas tak kasat mata antara keduanya.

Dr Jekyll bergumul dengan filosofi tersebut, bagaimana bisa seorang manusia memiliki sifat baik dan jahat sekaligus, dan apakah mungkin kedua sifat itu sebenarnya bisa dipisahkan dan masing-masing membentuk pribadi yang berbeda. Bagaimana jadinya bila seorang manusia hanya terdiri dari sifat jahat saja? Apakah esensi jahat tersebut bisa membentuk entitas pribadi baru yang sama sekali terpisah dari pribadi manusia sebelumnya?

Pemikiran itulah yang membawa Dr Jekyll pada eksperimen yang akan menghancurkan hidupnya, dan memunculkan sosok Mr Hyde yang mengerikan. Yang lebih menarik adalah gambaran Dr Jekyll akan godaannya untuk kembali lagi dan lagi pada sosok Mr Hyde bahkan setelah ia bertobat dan berubah menjadi Dr Jekyll. Karena memang, berbuat jahat adalah godaan yang tak pernah hilang dan akan terlalu mudah kembali lagi pada diri kita- terutama saat kita dihadapkan pada pilihan yang dilematis.

Meski buku ini termasuk singkat, tapi isinya cukup padat. Gaya bahasa Stevenson dapat diterjemahkan dengan cukup baik oleh penerjemah buku ini, satu hal yang cukup sulit ditemui pada terjemahan buku-buku klasik. Syukurlah, GPU termasuk cukup konsisten menerbitkan buku-buku klasik dengan kualitas terjemahan yang baik.

Submitted for:

Kategori: The first book you touch on a shelf with your eyes closed