Tags

, , , , , , , , ,

Judul: The Memory Keeper’s Daughter

Penulis: Kim Edwards

Penerjemah: Evi Setyarini

Penerbit: OnRead- Books Publisher

Halaman: 467p

Beli: @vixxio (IDR 15k)

Paul dan Phoebe lahir di malam penuh badai dalam kondisi yang tidak ideal. Namun jalan hidup mereka benar-benar berbeda karena keputusan fatal yang diambil oleh David, ayah mereka.

Saat mengetahui kalau Phoebe lahir dengan pembawaan Down Syndrome, David meminta perawat yang membantu kelahiran anak kembarnya, Caroline, untuk membawa Phoebe ke panti perawatan dan menyembunyikan kenyataan tersebut dari Norah, istrinya yang dalam keadaan  tidak sadar setelah proses melahirkan yang berat tersebut.

Namun nurani Caroline terketuk dan ia memutuskan untuk merawat Phoebe sendirian, pergi jauh dan menyembunyikan diri dari David. Caroline memulai hidup baru dan memganggap Phoebe sebagai anaknya sendiri, terlepas dari segala tantangan yang harus ia hadapi.

Sementara itu, David menyimpan rahasia tentang Phoebe dari Norah. Dan meski ia seringkali dirundung perasaan bersalah, ia tetap berpikir kenyataan yang sebenarnya justru akan lebih menyakitkan untuk Norah. Tanpa sadar, sikap David yang menyimpan rahasia dan memendam rasa bersalah justru sedikit demi sedikit membuat hubungannya dengan Norah menjadi jauh. Dan Norah yang putus asa dengan ketertutupan David akhirnya berusaha mencari kebahagiaannya sendiri.

Buku ini dipenuhi oleh banyak isu yang lumayan berat, mulai dari hak-hak penyandang keterbelakangan mental di era 60-70an, emansipasi perempuan hingga isu keluarga yang cukup menyentuh. Saya sendiri merasa bagian yang paling menarik adalah kisah tentang perjuangan Caroline dalam membesarkan Phoebe dengan segala tantangan yang ada.

Yang menjadi inti konflik adalah rahasia yang dipendam bertahun-tahun akan semakin sulit untuk diungkapkan, dan mau tidak mau saya jadi menyimpulkan kalau saja David bisa jujur dari awal maka tidak perlu ada konflik berkepanjangan yang akan menyakitkan semua pihak (tapi ya berarti nggak bakal ada buku ini, dong ya, hahaha). Karena kejujuran seberapa pun menyakitkan tetap lebih bisa ditanggung dibandingkan kebohongan yang disimpan sekian lama.

Sedikit yang saya sayangkan adalah kurangnya perspektif dari Paul, si saudara kembar yang juga menjadi korban dalam drama keluarga ini. Ada sih, bab-bab yang membahas tentang Paul, tapi menurut saya masih bisa digali lebih dalam lagi.

Saya membaca edisi terjemahan buku ini yang meski ada kesan kaku di sana sini tapi masih tetap bisa dinikmati. Namun saya jadi bertanya-tanya sendiri apa kabarnya ya penerbit yang menerbitkan buku ini? Sepertinya tidak pernah terdengar lagi kiprahnya (atau mungkin saya yg tidak mengikuti perkembangan penerbit lokal).

Kim Edwards merupakan salah satu penulis yang agak underrated menurut saya, gayanya mirip gaya bercerita Jodi Picoult namun dengan eksekusi yang lebih baik, tapi entah kenapa namanya kurang bergaung dibandingkan Picoult atau beberapa penulis drama kontemporer lainnya.

Saya merekomendasikan The Memory Keeper’s Daughter untuk yang menyukai kisah rahasia keluarga, drama domestik yang intens serta ending yang mengharu-biru 🙂

Submitted for:

Category: A book with characters who are twins

 

 

 

 

Advertisements