Tags

, , , , , , , ,

Judul: Neverworld Wake

Penulis: Marisha Pessl

Penerbit: Scholastic Children’s Books (2018)

Halaman: 327p

Beli di: Book Depository (IDR 113k)

Marisha Pessl adalah salah seorang penulis ‘autobuy’ versi saya- apapun yang dia tulis, saya otomatis akan membelinya. Tak terkecuali buku terbarunya, Neverworld Wake, yang meski ratingnya tidak setinggi buku sebelumnya, tetap membuat saya penasaran.

Bee tidak pernah bicara dengan sahabat-sahabatnya di SMA sejak Jim, pacarnya meninggal secara misterius. Selain berduka, Bee juga memiliki kecurigaan tentang keterlibatan para sahabatnya dalam tragedi kematian Jim.

Setahun kemudian, Bee mendapat pesan undangan dari Whitley untuk menghadiri  pesta ulang tahunnya di vila orangtuanya. Seluruh geng akan ada di sana: Kip, cowok gay centil sarkastik, Cannon, si jenius komputer yang baik hati, dan Martha, yang nyentrik dan introvert dan selalu menyimpan rahasia.

Meski enggan, Bee akhirnya memenuhi undangan tersebut. Ia ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi saat malam kematian Jim.

Namun di perayaan ulang tahun itu, sebuah malapetaka terjadi yang menyebabkan Bee beserta keempat temannya terjebak di suatu semesta aneh bernama Neverworld Wake. Sebuah kondisi di antara kehidupan dan kematian, di mana mereka harus voting secara bulat tentang siapa yang akan selamat dan diizinkan tetap hidup. Celakanya, hanya satu orang saja yang boleh hidup, sedangkan sisanya akan terus ke dunia lain dan tak akan kembali ke kehidupan di Bumi. Sebelum mencapai kesepakatan, mereka akan terus mengulangi hari yang sama terus menerus dan berada dalam Neverworld Wake.

Saya merasa Marisha Pessl banyak bereksperimen di buku ini. Selain lebih kental nuansa YA (ia mengakui target audiens utamanya di buku ini memang young adult), tema time travel dan science fiction pun terbilang baru ia coba di sini. Saya sendiri cenderung berharap Pessl tetap setia di jalurnya yang biasa: kisah persahabatan, misteri, thriller gelap dengan karakterisasi dan setting yang kuat. Karena hal-hal itulah yang membuat saya jatuh cinta pada Pessl.

Tapi tidak benar juga bila Pessl dinilai gagal berkesperimen di sini, karena setelah berhasil mengatasi kekagetan saya akan unsur-unsur yang tidak biasa ini, saya langsung mudah masuk ke dalam kisah aneh Bee dan teman-temannya. Masing-masing karakter memiliki rahasia mengejutkan yang dibuka satu per satu di sepertiga akhir buku. Pace yang lumayan cepat namun tidak melupakan detail juga memudahkan saya untuk mengikuti buku ini dengan enak.

Endingnya sendiri lumayan mengejutkan dan menohok, dan seperti biasa Pessl berhasil membuat saya berpikir lama setelah saya menutup halaman terakhir. Bee tidak selovable Blue, memang.. tapi masih tetap mudah untuk disukai.

Plot time travelnya sendiri agak mengingatkan saya dengan Groundhog Day, dan meskipun penjelasan tentang Neverworld Wake awalnya agak membingungkan (dengan loophole di sana-sini), tapi untunglah berhasil diatasi dengan jalinan kisah yang believable dan masih mudah untuk diikuti, serta beberapa penjelasan tambahan mendekati akhir buku.

Saya merekomendasikan buku ini untuk yang menyukai We Were Liars (untuk kisah persahabatan dengan ending yang twisted), When You Reach Me (untuk kisah perjalanan menembus waktu yang membingungkan tapi sekaligus mencerahkan) atau Special Topics in Calamity Physics (untuk kisah misteri dengan karakter-karakter yang memorable).

Submitted for:

Category: A book about time travel

Advertisements