Tags

, , , , , , , ,

Judul: The Mystery of the Blue Train (Misteri Kereta Api Biru)

Penulis: Agatha Christie

Penerjemah: Ny. Suwarni A.S.

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2014, cetakan ke-9)

Halaman: 376p

Beli di: HobbyBuku (bagian dari bundel Agatha Christie)

Seumur hidupnya, Katherine bekerja keras menjadi pendamping wanita tua dan orang sakit. Namun nasib baik menghampirinya saat ia mendapatkan warisan yang lumayan dari wanita tua yang ia dampingi selama 10 tahun terakhir. Katherine bertekad ingin menggunakan uangnya untuk bepergian melihat-lihat tempat yang belum pernah dikunjunginya.

Perjalanan ke Riviera dengan Kereta Api Biru menjadi pilihannya, namun ia tak menduga sama sekali kalau perjalanan tersebut berubah menjadi petualangan yang mendebarkan.

Berawal dari pertemuannya dengan seorang lelaki misterius, pembicaraannya dengan perempuan kaya raya yang mendadak curhat padahal Katherine tidak mengenalnya sama sekali, pembunuhan mengejutkan di dalam kereta, permata-permata yang hilang, dan seorang detektif lucu bernama Hercule Poirot.

Bersama Poirot, Katherine tiba-tiba terlibat dalam penyelidikan pembunuhan wanita tersebut, yang ternyata menyimpan banyak rahasia dalam hidupnya. Hidup Katherine mendadak jadi penuh drama, belum lagi harus memilih di antara dua pria yang sama-sama jatuh cinta kepadanya- namun ada kemungkinan salah satu dari mereka adalah sang pembunuh!

Jangan berharap Misteri Kereta Api Biru akan sefenomenal, secanggih, dan semengejutkan Pembunuhan di Orient Express yang sama-sama mengambil setting cerita di kereta api mahal. Kisah misteri di kereta biru jauh lebih sederhana dan mudah ditebak, dengan penyelesaian yang menurut saya agak terlalu dipaksakan. Peran Poirot sendiri di sini agak kurang kuat, karena Christie tampak lebih ingin memusatkan fokus pada Katherine sebagai karakter utama.

Saya sendiri lumayan suka dengan Katherine yang digambarkan sebagai karakter perempuan muda mandiri yang mencari nafkah sendiri, satu hal yang cukup jarang terjadi di masa tersebut. Namun plot romans yang diselipkan jadi membawa alur kisah sedikit klise. Menurut saya, alangkah baiknya bila pada akhirnya Katherine tidak memilih salah satu dari laki-laki yang memujanya itu 🙂

Plot misterinya sendiri terasa agak familiar buat saya, dan memang agak mirip dengan salah satu cerita pendek yang pernah saya baca di buku Christie lainnya (Plymouth Express). Bahkan penyelesaiannya pun bisa dibilang hampir sama, hanya ada sempalan plot baru di sana-sini. Mengembangkan cerita pendek menjadi novel panjang memang bukan hal baru bagi Agatha Christie, karena ia pernah melakukannya beberapa kali.

Overall, a nice short read, bukan yang terbaik dari Christie namun masih bisa untuk dinikmati terutama bila tidak ingin dipusingkan oleh kasus yang terlalu rumit!

Setting alat transportasi

Selain Misteri Kereta Api Biru, Agatha Christie pernah menulis beberapa kisah dengan setting alat transportasi lainnya. Berikut beberapa di antaranya:

Death on The Nile

Berkisah tentang pembunuhan gadis muda dan cantik, Linnet Ridgeway, di atas kapal pesiar yang sedang menyusuri Sungai Nil. Untung ada Papa Poirot yang siap beraksi! Buku ini akan diangkat ke layar lebar dan rencananya rilis tahun 2020, dengan Gal Gadot sebagai Linnet. Can’t wait!

Death in the Clouds

Kali ini Christie nekat berimajinasi tentang pembunuhan di atas pesawat terbang – dengan panah beracun sebagai alatnya!! Agak terlalu fantastis, memang, tapi tidak mengurangi keseruan buku ini, apalagi saat Poirot, sebagai salah satu penumpang, sempat ikut dijadikan tersangka 😀

Murder on the Orient Express

Buku ini banyak disebut sebagai salah satu karya terbaik Christie, karena sangat out of the box. Sudah diangkat beberapa kali ke layar lebar, terakhir di tahun 2017 dengan Kenneth Branagh sebagai sutradara sekaligus pemeran Hercule Poirot.

Submitted for:

Category: A book with your favorite color in the title

Advertisements