Tags

, , , , , , , , ,

Judul: Magpie Murders

Penulis: Anthony Horowitz

Penerbit: Orion (paperback edition, 2017)

Halaman: 234p

Beli di: The Book Depository (IDR 116,584)

Alan Conway adalah seorang penulis kisah misteri terkenal, yang menciptakan tokoh detektif legendaris, Atticus Pund.

Novelnya yang terakhir berjudul Magpie Murders, yang siap untuk direview oleh editornya, Susan Ryeland. Susan sendiri menjadi narator utama kisah ini, yang memperingatkan kita, pembaca, tentang betapa Magpie Murders bukanlah buku biasa, dan sudah mengubah total hidupnya.

Kita pun diajak masuk menelusuri kisah Magpie Murders, dan pembunuhan (atau kecelakaan?) yang terjadi di desa Saxon-on-Avon. Atticus Pund menyelidiki petunjuk demi petunjuk dan hampir berhasil mengungkap siapa pembunuh sesungguhnya, namun sayangnya bab terakhir Magpie Murders menghilang. Susan tentu saja tidak puas, apalagi karena kisah tersebut sedang seru-serunya.

Lebih parah lagi, Conway ditemukan meninggal dunia di rumahnya, dan bos Susan, Charles, menerima surat perpisahan dari Conway yang mengungkapkan alasannya bunuh diri.

Susan merasa ada yang janggal dengan semua kejadian ini. Conway yang ia kenal bukanlah orang yang memiliki kecenderungan bunuh diri- apalagi kariernya sukses dan ia baru akan menerbitkan buku yang fenomenal. Lalu, ke mana halaman-halaman manuskrip buku tersebut menghilang, dan apakah ada hubungannya dengan kematian Conway?

Magpie Murders adalah satu lagi karya jenius dari Anthony Horowitz, yang hingga saat ini belum berhasil mengecewakan saya lewat kemampuannya menciptakan jalinan kisah yang rumit, menggigit dan penuh kejutan tak terduga. Susan berperan sebagai detektif amatir di sini, dan bagaimana ia mencocokkan misteri di dalam buku dengan misteri sesungguhnya yang ia hadapi, adalah salah satu daya tarik utama kisah ini. Buku di dalam buku, misteri di dalam misteri- adalah salah satu tema favorit saya yang untungnya berhasil dipaparkan dengan gemilang oleh Horowitz.

Kepingan demi kepingan puzzle dipasangkan dengan hati-hati, dan Horowitz mengajak kita pembaca ikut bermain mencari petunjuk bersama Susan, menebak-nebak bagaimana kisah ini berakhir, dan bagaimana dua misteri besar akan menyatu dalam jawaban yang mengejutkan.

Anthony Horowitz, yang juga menjadi penulis pastiche buku-buku Sherlock Holmes dengan keberhasilan yang luar biasa, adalah salah satu penulis kisah misteri terbaik saat ini. Kemampuannya mengolah ide yang unik, dengan karakter dan setting yang seringkali menjadi homage bagi kisah whodunit klasik, serta tidak lupa twist tak terduga namun masuk akal, yang seringkali mengecoh pembaca, merupakan kekuatan utamanya yang mengingatkan saya pada Agatha Christie. Salah satu impian saya adalah suatu hari nanti Horowitz akan menulis pastiche Hercule Poirot, karena terus terang saja saya cukup kecewa dengan Sophie Hannah yang sudah memorakporandakan kisah detektif Agatha Christie ini. Namun mau tahu apa jawaban Horowitz?

Super LOL 😀

Submitted for:

Category: A book with alliteration in the title