Tags

, , , , , , , , ,

Judul: Aristotle and Dante Discover the Secrets of the Universe

Penulis: Benjamin Alire Saenz

Penerbit: Simon & Schuster BFYR (paperback edition, April 2014)

Halaman: 359p

Beli dari: Althesia (IDR 50k)

Dante: percaya diri, pintar, tahu apa yang menjadi cita-citanya, berkulit terang, terbuka, didukung oleh orang tua yang liberal dan open minded.

Aristotle alias Ari: terutup, membentengi diri dari dunia, dibebani oleh kisah kelam keluarga, berkulit gelap, tidak percaya diri.

Keduanya bertemu secara tidak sengaja di sebuah kolam renang umum di musim panas. Pelajaran berenang menjadi awal persahabatan mereka, yang nantinya berkembang menjadi hubungan yang lebih dalam.

Entah kenapa, belakangan ini saya lebih tertarik membaca buku YA dengan unsur romance yang melibatkan karakter LGBTQ dibandingkan karakter remaja straight. Mungkin karena biasanya kisah romance YA straight yang standar lebih banyak peran cewek yang menye-menye ala Mary Sue, jatuh cinta dengan cowok playboy ganteng, plus ending kisah yang terlalu klise.

Dan klise tidak saya temui di buku Aristotle and Dante ini. Karakter kedua anak laki-laki ini masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan yang seimbang, dan tahap-tahap hubungan mereka (dari mulai berkenalan hingga mengakui perasaan masing-masing) juga dibahas dengan pas. Tambahan lagi, kedua karakter utama berasal dari keluarga keturunan Hispanic, membuat kisah ini semakin berwarna karena mengungkapkan sisi lain kelompok minoritas. Bahwa generalisasi tidak berguna, dan cinta dengan segala kompleksitasnya tidak pernah pandang bulu.

Banyak quote-quote cantik nan romantis di buku ini terlebih karena Dante memang karakter yang digambarkan puitis dan kadang mengawang-awang. Untungnya, tidak membuat buku ini menjadi cheesy, malahan menambah nuansa indah yang menyenangkan.

Satu komplain saya hanyalah tentang karakter orang tua kedua anak laki-laki ini, yang digambarkan sangat suportif termasuk menghadapi kenyataan bahwa anak mereka adalah gay. Satu hal yang sepertinya too good to be true, apalagi dari keluarga Ari yang sebenarnya masih dianggap cukup konvensional. Tapi berhubung keseluruhan kisah buku ini memang ditekankan pada nuansa feel good, detail ini jadi tidak terlalu mengganggu.

Recommended coming of age/coming out YA book, terutama yang sedang bosan membaca kisah romans kekinian yang itu-itu saja.

Submitted for:

Category: A book with an LGBTQ+ protagonist

Category: The word ‘the’ used twice