Tags

, , , , , , , , , ,

Judul: A Library of Lemons

Penulis: Jo Cotterill

Penerbit: Piccadilly Press (2016)

Halaman: 249p

Beli di: Kinokuniya Plaza Senayam (IDR 131k)

This is a beautiful, heartbreaking story about a family who tried to deal with their loss.

Calypso adalah anak yang pendiam, dunianya dipenuhi dengan buku-buku, dan ia tidak merasa perlu memiliki teman. Sepeninggal ibunya, Calypso hanya hidup berdua dengan ayahnya di rumah yang sepi dan sudah bobrok. Ayah Calypso bekerja sebagai proofreader dan selalu tenggelam dalam naskah-naskahnya, ditambah lagi ia sedang menulis sebuah buku mengenai sejarah buah lemon.

Seringkali Calypso tidak menemukan makanan di rumahnya, dan ia malah bertindak sebagai kepala keluarga: mengurus rumah, makanan, hingga ayahnya.

Hidup Calypso berubah total saat Mae hadir. Mae, anak baru di sekolahnya, yang begitu mirip dengan Calypso, namun sekaligus sangat berbeda. Mae juga menyukai buku, namun ia adalah anak periang, dengan keluarga yang hangat, yang tidak takut mengekspresikan emosi mereka, meski itu berarti harus berkonfrontasi satu sama lain. Sementara Calypso diajarkan ayahnya untuk selalu memendam emosinya supaya menjadi anak yang kuat, terlebih setelah ibunya meninggal dunia.

Namun suatu penemuan besar di rumahnya membuat Calypso meragukan segala yang diajarkan ayahnya. Ada sesuatu yang sangat salah dengan ayahnya dan bagaimana caranya menghadapi masalah, terutama ketika sedang berduka. Calypso merasa ia perlu melakukan sesuatu untuk memperbaiki semuanya- namun bagaimana bila itu malah memperburuk suasana dan ia harus kehilangan ayahnya juga?

A Library of Lemons adalah jenis buku underrated yang tidak banyak bergaung, namun memiliki pesan yang kuat dan tersampaikan dengan sangat baik tanpa harus berlebihan.

Dealing with grief, adalah tema yang gampang-gampang susah. Saya pernah membahasnya baru-baru ini saat mereview buku Lily and the Octopus. Kalau berusaha terlalu keras, buku jenis ini malah berkesan dipaksakan dan kehilangan kehangatannya, malah kadang jadi bersifat preachy. A Library of Lemons, untungnya, bukan jenis buku seperti itu. Bersahaja, sederhana, namun amat mengena.

Calypso adalah tipe karakter utama yang mudah disukai, tidak mengasihani diri sendiri namun membuat kita tetap ingin melindunginya. Semua emosi yang terdapat di buku ini juga digambarkan dengan wajar, tidak berlebihan dan memang nyata dihadapi oleh orang-orang yang sedang berduka dan mengalami kehilangan mendalam.

A Library of Lemons sangat saya rekomendasikan terutama untuk yang sedang mencari referensi kisah dealing with grief bagi anak-anak. Buku ini menjadi perkenalan yang -meski heartbreaking, tetap juga heartwarming. Oiya, Calypso juga digambarkan sebagai si kutu buku, dan banyak referensi buku bagus juga dari kisah ini. Paket komplit!

Submitted for:

Category: A book about death or grief

 

Category: A fruit or vegetable