Tags

, , , , , ,

Judul: Norse Mythology (Mitologi Nordik)

Penulis: Neil Gaiman

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2017)

Halaman: 336p

Beli di: Hobby Buku (IDR 69k, disc 20%)

Tidak terlalu banyak yang saya ketahui tentang Mitologi Nordik, kecuali mungkin segelintir kisah Thor, itupun lewat film-film Marvel yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa. Makanya saya lumayan tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang kisah-kisah para dewa ini, terlebih karena penulisnya sudah jaminan mutu, Neil Gaiman.

Terdapat 16 cerita dalam buku ini, mulai dari awal penciptaan dunia hingga terjadinya Ragnarok atau hari kiamat. Yang paling banyak mengambil bagian dalam kisah-kisah ini adalah Thor, dewa petir yang juga putra Odin, yang kekuatan utamanya terletak pada palu godam Mjollnir. Namun tidak seperti di film-film Marvel yang menggambarkan Thor sebagai tokoh pahlawan gagah perkasa yang sempurna, di sini Thor digambarkan sedikit lebih konyol, terutama karena emosinya yang gampang meledak-ledak, dan kecerdasannya yang tidak terlalu mengesankan. Seringkali Thor mengatasi masalah hanya berdasarkan amarahnya saja, mengerahkan kekuatan otot tanpa terlalu menggunakan otak, sehingga masalah yang ada malah bertambah besar.

Loki juga banyak muncul di sini, dan digambarkan lebih mirip dengan tokoh yang sudah saya kenal lewat film Marvel. Licik, cerdik, menyebalkan, dan memiliki moral abu-abu yang kadang digunakan untuk menolong namun lebih sering lagi untuk merusak, Loki adalah tipikal villain yang menyebalkan namun sekaligus membuat penasaran. Kehadirannya seringkali menimbulkan perselisihan dan konflik yang sebenarnya tidak perlu, dan salah satu hobinya adalah memperkeruh suasana di antara para dewa.

Saya suka cara Gaiman menuturkan kisah-kisah ini berdasarkan kronologis sejak mulai penciptaan dunia, asal mula kebijaksanaan Odin dan palu hebat Thor, juga berbagai kejadian yang nantinya akan memengaruhi nasib seisi semesta, termasuk keisengan Loki yang membuahkan anak-anak monster yang akan menghancurkan dunia, hingga hari-hari terakhirnya yang juga membuat takdir kehancuran dunia tak terhindarkan.

Memang, tanpa Loki, kehidupan para dewa menjadi kurang greget, dan sebagian besar kejadian dalam buku ini diawali dari kejahilannya. Loki memegang peranan penting dari hampir setiap kejadian yang memengaruhi para dewa.

Buku ini, untuk ukuran kumpulan kisah mitologi, termasuk ringan dan singkat, dan untuk para pembaca yang sebelumnya sudah cukup familiar dengan mitologi Nordik, mungkin tidak terlalu mengesankan. Kisah-kisahnya pendek dan tidak menggali terlalu dalam, sehingga memang lebih cocok untuk pembaca yang masih belum familiar dengan mitologi Nordik.

Dan karena kisah-kisah di buku ini bukan merupakan cerita original karya Gaiman, ciri khasnya memang ikut menghilang di sini, sehingga untuk yang kangen kisah fantastis ala Gaiman, buku ini tidak terlalu bisa mengobati kerinduan tersebut.