Tags

, , , , , , ,

Judul: A Boy Called Christmas

Penulis: Matt Haig

Penerbit: Knopf (2015, first US edition)

Halaman: 234p

Pinjam dari: Essy

Hello December! Bulan penuh penantian, suasana liburan dan perayaan akhir tahun yang menyenangkan. Dan apa lagi yang lebih seru selain membaca buku-buku bertema Natal di bulan yang ceria ini?

Bacaan Natal tahun ini diawali dengan buku hasil meminjam dari Essy, my fellow Christmas book fan 😊

A Boy Called Christmas bercerita tentang kehidupan Santa Claus, atau Saint Nicholas, atau Father Christmas, saat ia masih kanak-kanak dan asal mulanya ia terpanggil menjadi sosok yang legendaris tersebut.

Nikolas adalah anak laki-laki yang hidup dalam kemiskinan di suatu desa kecil di Finlandia. Ayahnya, Joel, adalah seorang penebang kayu, sedangkan ibunya sudah meninggal ketika ia masih kecil. Harta paling berharga Nikolas adalah kereta luncur buatan ayahnya, boneka lobak hadiah dari sang ibu, serta Miika, tikus kecil yang menjadi teman baiknya.

Suatu kejadian memaksa Joel pergi jauh, dan Nikolas -setelah ditinggal berbulan-bulan- bertekad ingin menyusul ayahnya, menuju dataran utara yang jauh dan dingin, menuju desa tempat tinggal para kurcaci, Elfhelm.

Nikolas mengalami berbagai tantangan dalam perjalanan tersebut, namun akhirnya berhasil tiba di Elfhelm. Di desa ini ia bertemu berbagai karakter kurcaci, pixie dan troll, serta reindeer yang nantinya akan menjadi bagian penting dari kehidupannya.

Namun Nikolas juga harus siap menerima kenyataan bahwa ayahnya ternyata tidak seperti yang ia kenal selama ini. Dan ia harus mengambil keputusan besar yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Kesederhanaan kisah Nikolas menjadi daya tarik utama buku ini, mudah diikuti dan terasa familiar karena Matt Haig memberi penjelasan yang lucu tentang setiap kebiasaan dan tradisi Santa Claus: mulai dari asal-usul reindeer, topi merah hingga cerobong asap. Semuanya mudah untuk diterima dan dimengerti.

Saya juga suka gaya penulisan Haig yang penuh humor, kadang sarkastik tapi tidak kasar- serta usahanya untuk membuat Nikolas tidak mendapatkan segalanya dengan mudah, satu hal yang jarang ditemui di buku anak-anak yang biasanya terlalu mempermudah perjuangan si tokoh utama.

Kisah yang hangat dan menyenangkan inj merupakan pilihan bacaan tepat untuk kicking off the holiday season!

Notes:

Matt Haig juga menuliskan dua kisah lain yang masih merupakan bagian dari kisah Father Christmas: The Girl Who Saved Christmas dan Father Christmas and Me. Sepertinya masih sama charmingnya dengan kisah Nikolas yang pertama 🙂

Submitted for:

bbireadreviewchallenge

Kategori Children Literature