Tags

, , , , , , ,

Judul: Things Fall Apart

Penulis: Chinua Achebe

Penerbit: Penguin Books (Pocket  Penguin Classic 2010)

Halaman: 197p

Beli di: The Book Depository (IDR 88,944)

 

Blurb:

Okonkwo adalah pejuang paling hebat di seluruh Afrika Barat. Keberanian dan kekuatannya sudah terkenal ke mana-mana, dan ia dinobatkan sebagai salah satu pemimpin di sukunya.

Okonkwo bertekad tidak akan menjadi seperti ayahnya, pecundang gagal yang selalu menunjukkan kelemahannya. Karena itu, kekerasan menjadi pilihan Okonkwo dalam mengatasi segala masalah, mulai dari mendisiplinkan anak-anaknya, menyelesaikan konflik antar desa, hingga melawan pengaruh asing yang memasuki desanya dan mengancam tradisi yang sudah dijaga ratusan tahun lamanya.

Thoughts:

Sepertinya ini adalah pengalaman saya membaca buku penulis Afrika yang bercerita mengenai kehidupan suku tradisional di benuanya. Sebagian besar isi buku ini diceritakan dalam bentuk narasi yang menjelaskan tentang tradisi, adat istiadat dan kehidupan sehari-hari suku Okonkwo. Memang kesan awalnya agak membosankan seperti ensiklopedia, tapi karena banyak pengetahuan baru yang saya dapat, lama kelamaan kisah Okonkwo menjadi menarik juga.

Beberapa terlihat sangat menakjubkan, seperti ritual menukar sandera, menyelesaikan konflik antar suku, bahkan tradisi menyambut kedewasaan anak laki-laki. Saya menyadari kalau tidak banyak yang saya ketahui tentang suku pedalaman benua Afrika, selain informasi sepotong-sepotong yang saya peroleh dari menonton dokumenter di NatGeo channel.

Konflik mulai hadir di tengah kisah yang awalnya terasa cukup datar, ketika desa Okonkwo harus menghadapi ancaman berupa para misionaris yang merambah ke suku-suku pedalaman Afrika Barat. Kepercayaan animisme yang selama ini mereka jalani mendapat tantangan dari konsep monoteistik kristianisme yang benar-benar baru bagi mereka.

Yang menarik bagi saya adalah kisah tentang kehidupan misionaris itu sendiri, yang diceritakan dari sudut pandang para penduduk asli, sementara selama ini saya lebih banyak dicekoki sudut pandang para misionaris sebagai yang memberitakan Injil. Apa yang dianggap baik oleh Gereja, ternyata mendapat sudut pandang berbeda, lebih seperti kolonialisme, bagi para suku terasing ini. Sedikit mengingatkan saya dengan berita baru-baru ini di mana Suku Anak Dalam di Jambi dipaksa untuk menganut agama dan meninggalkan kepercayaan mereka.

Satu hal yang cukup mengganjal bagi saya adalah kisah yang terlampau singkat, terasa terlalu diburu-buru terutama konflik di bagian akhir buku. Namun ternyata Chinua Achebe masih meneruskan kelanjutan kisah ini di buku selanjutnya: Things Fall ApartNo Longer at Ease (1960) , Arrow of God (1964), serta A Man of the People (1966), semuanya berkisah tentang suku tradisional dan pergumulannya menghadapi para pendatang (atau penjajah!).

Chinua Achebe:

Chinua Achebe lahir di Nigeria tahun 1930, dan menerbitkan novel pertamanya, Things Fall Apart, tahun 1958. Hingga kini, novel tersebut telah terjual lebih dari 20 juta kopi di seluruh dunia, dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa.

Ditahun-tahun selanjutnya, Achebe tetap produktif menulis dan menerbitkan novel, namun di tahun 1990an kecelakaan mobil membuatnya lumpuh dan ia memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat, mengajar di Bard College sert Brown University.

Chinua Achebe meninggal dunia tanggal 21 Maret 2013 di Boston dalam usia 82 tahun.

Submitted for:

Category: A book by an author from a country you’ve never visited

Kategori Ten Point: Buku Pengarang Lima Benua (Afrika)