Tags

, , , , , , ,

Judul: The Book Thief

Penulis: Markus Zusak

Penerbit: Transworld Publishers (2007)

Halaman: 554p

Beli di: Times News Link Changi Airport (SGD 18.50)

Here Is a Small Fact 

You are going to die.

 

Narator buku ini adalah Death, atau Kematian, yang bercerita tentang sulitnya memiliki pekerjaan seperti dirinya, terutama di masa sulit seperti Perang Dunia II. Death menelusuri kancah peperangan untuk menjemput nyawa ribuan orang yang tewas, baik karena bom, kelaparan, udara dingin, atau peluru.

Meski ia tidak boleh peduli dengan orang-orang yang dijumpainya, namun ada satu anak perempuan yang tidak bisa ia lupakan, terutama karena ia kerap menjumpai anak ini saat akan mengambil nyawa orang-orang di sekitarnya, dan anak perempuan ini selalu sedang memungut atau mencuri atau memegang buku. Karena itulah Death menyebutnya sebagai Book Thief.

Liesel, si pencuri buku, tinggal di sebuah kota kecil di Jerman bersama orang tua angkatnya, karena perang menyebabkan orang tua kandungnya tidak bisa tinggal bersamanya. Awalnya Liesel merasa sangat menderita tinggal dengan ibu angkat yang suka marah-marah, ayah angkat yang misterius dan anak tetangga yang menyebalkan. Namun di tengah suasana perang mencekam serta kerasnya hidup dalam kemiskinan, Liesel akhirnya malah menemukan keluarga baru dan kasih sayang di tempat tinggalnya tersebut.

Liesel mengalami kesulitan dalam membaca namun ayah angkatnya dengan sabar mengajarinya. Buku pertama yang ia miliki tidak sengaja ia curi dari seorang penggali kubur. Sejak saat itu, Liesel seolah memiliki rasa gatal untuk terus mencuri dan membaca buku. Dan ia kerap kali menemukan tempat serta waktu yang tepat untuk mencuri buku, bahkan di tengah suasana Jerman yang melarang adanya buku-buku yang tidak disetujui oleh Nazi.

Kehidupan Liesel menjadi lebih rumit saat rumah mereka kedatangan tamu misterius, seorang Yahudi yang berada dalam pelarian dan memiliki hubungan dengan masa lalu ayah angkat Liesel. Keadaan memaksa keluarga ini untuk menyembunyikan si pelarian, bahkan bila itu berarti mereka harus mempertaruhkan keselamatan mereka sendiri. Persahabatan unik pun terbentuk antara Liesel dan pria Yahudi tersebut, meski bahaya terus mengintai mereka.

Rereading Experience

Terakhir kali saya membaca The Book Thief adalah hampir 10 tahun yang lalu, namun buku ini begitu membekas di ingatan saya dan selalu saya masukkan ke daftar buku terbaik versi saya. Karena itu saat Popsugar Reading Challenge memasukkan kategori Book with Non Human Narrator, saya memutuskan untuk membaca ulang buku ini untuk melihat apakah kesan saya tidak berubah.

Ternyata, saya masih memiliki pendapat yang sama tentang buku ini, bahkan mungkin malah sedikit lebih kuat dari sebelumnya. Rentang 10 tahun bukanlah waktu yang sebentar dan saya sudah membaca cukup banyak buku lain dalam periode tersebut. Namun saya harus mengakui, sedikit sekali yang bisa menyamai keindahan, kekuatan, dan keabadian The Book Thief.

Markus Zusak secara effortless bisa menghadirkan karakter-karakter yang kuat, plot yang sederhana namun memukau, quote yang memorable, serta ending yang amat sangat menyentuh dan tidak terlupakan. Book Thief adalah jenis buku yang begitu kita menamatkannya, ingin kita rekomendasikan ke semua orang supaya kita bisa segera membahasnya.

This is a true masterpiece, a classic in the making, and I will never get bored rereading it.

Markus Zusak, where are you?

Pertanyaan besarnya adalah: ke mana Markus Zusak sekarang? Dan kapan buku berikutnya akan terbit?

Ternyata, Zusak mulai menulis buku berikutnya tidak lama setelah Book Thief terbit. Tapi mungkin memang mustahil untuk menulis buku bila kamu sudah pernah menulis sesuatu yang sempurna seperti Book Thief. Butuh usaha keras dan ekspektasi yang realistis untuk bisa menghasilkan karya berikut tanpa membandingkan dengan Book Thief, starting afresh. Mengingatkan saya dengan JK Rowling pasca Harry Potter selesai.

Rencananya buku berjudul Bridge of Clay itu akan diterbitkan tahun 2011. Tapi ternyata penulisannya terus mundur dan mundur, hingga versi terakhir Goodreads saat ini, expecting publicationnya menjadi tahun 2021 😀 Itupun ternyata sudah mengalami perubahan berkali-kali, membuat para fans yang menanti buku ini terus merasa kecewa.

Zusak sendiri sepertinya santai saja. Ia kadang-kadang mengupdate perkembangan Bridge of Clay di tumblr nya.

Submitted for:

Category: A book from a nonhuman perspective

Kategori: Historical Fiction