Tags

, , , , , , , , ,

Judul: They Do It with Mirrors (Muslihat dengan Cermin)

Penulis: Agatha Christie

Penerjemah: Julanda Tantani,

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2014, cetakan keempat)

Halaman: 280p

Beli di: @HobbyBuku, bagian dari Bundle Agatha Christie

 

 

Blurb:

Untuk memenuhi janji kepada seorang teman sekolah lama, Miss Marple bersedia tinggal di rumah di daerah pedesaan- bersama dua ratus remaja yang mengalami gangguan jiwa dan tujuh ahli waris harta seorang nyonya tua. Salah seorang dari mereka pembunuh, yang mempunyai keahlian untuk berada di dua tempat sekaligus.

Plot:

Kali ini Miss Marple memecahkan kasus di luar desa mungil St Mary Mead. Tempatnya cukup unik, rumah besar milik teman lamanya, Carrie Louise, yang sekaligus menjadi tempat penampungan remaja nakal, kriminal dan memiliki gangguan jiwa, yang menjadi proyek suaminya, Lewis Serrocold yang merupakan idealis sejati.

Miss Marple berusaha memahami para penghuni rumah tersebut, mulai dari anak perempuan Carrie Louise, anak tiri, dan cucu yang semuanya merupakan kerabat hasil perkawinannya selama beberapa kali. Kerumitan suasana rumah tersebut juga ditambah dengan hadirnya pemuda eks penghuni rumah penampungan yang dipekerjakan oleh Mr. Serrocold. Konflik rumah tangga, ketegangan antara anggota keluarga, ditambah dengan pola kehidupan yang tidak biasa, menyebabkan aura intens yang tidak beres terasa oleh Miss Marple.

Dan benar saja, suatu insiden yang berakhir pada pembunuhan salah satu kerabat memaksa Miss Marple untuk mengerahkan kemampuannya mengamati dan menyelidiki. Terutama karena firasatnya mengatakan kalau Carrie Louise akan menjadi korban berikutnya!

My thoughts:

Miss Marple bukanlah karakter detektif favorit saya, tapi biasanya kasus-kasus Miss Marple selalu sarat akan drama sifat manusia yang memiliki daya tarik tersendiri. Pengamatannya yang tajam seringkali berhasil membuat saya terkagun-kagum akan ketepatannya.

Tak terkecuali di kisah ini.

Kisah yang awalnya terlihat amat rumit, dengan bumbu-bumbu masalah kejiwaan dan pemuda kriminal, berhasil dikupas oleh Miss Marple menjadi masalah sederhana dengan pemecahan yang masuk akal.

Yang saya suka dari kisah Miss Marple adalah saat ia menganalisa satu per satu sifat para tersangka yang berada di sekelilingnya, dan menyingkap rahasia terdalam mereka dengan gayanya yang khas dan tenang. Memang kadang pace yang terlalu slow seringkali membuat saya tidak sabar, tapi kunci menikmati misteri ala Miss Marple adalah mengikuti saja ritmenya sepelan apapun itu.

They Do It with Mirrors untungnya tidak terlalu bertele-tele, dan tidak dipenuhi sempalan kisah yang tak berarti. Setiap karakter dalam rumah Carrie Lewis memiliki peranan penting, dan masa lalu Carrie Lewis membuat Miss Marple bisa membawa kasus ini ke arah yang benar.

Endingnya juga cukup mengejutkan meski tetap masuk akal dan tidak mengada-ada. Bukan yang terbaik dari Miss Marple, tapi cukup decent dan bisa memuaskan rasa rindu akan detektif perempuan tua jagoan Agatha Christie ini.

Submitted for:

Kategori Ten Point: Lima Buku dari Penulis yang Sama