Tags

, , , , , , , , ,

Judul: Alanna: The First Adventure (Song of the Lioness 1)

Penulis: Tamora Pierce

Penerbit: Antheneum Books for Young Readers (2014)

Halaman: 260p

Gift from: Grace

Alanna Trebond adalah anak keluarga bangsawan di realm Tortall, dan terlepas dari masih terbatasnya peran perempuan di era tersebut, cita-cita Alanna tidak pernah berubah: ingin menjadi pejuang tangguh, ksatria yang akan melindungi tanah airnya.

Ketika ayahnya ingin memasukkan Alanna ke sekolah perempuan, ia bertukar tempat dengan saudara laki-lakinya, Thom yang tadinya akan dikirim belajar menjadi ksatria. Thom akhirnya berangkat ke sekolah untuk memperdalam ilmu sihirnya.

Menyamar sebagai anak laki-laki, Alanna memulai pelatihannya sebagai pengawal rendahan di istana Raja Roald, untuk meniti kariernya sebagai ksatria. Namun tentu saja berbagai tantangan sudah menunggunya: mulai dari senior yang membully, pelajaran berat memegang senjata dan melakukan sihir, bahkan penjahat yang berniat meruntuhkan kerajaan Raja Roald, termasuk mencelakakan Pangeran Jonathan, pewaris tahta yang menjadi teman baik Alanna.

Dalam perjalanannya, Alanna juga harus menerima kenyataan bahwa ia menyimpan kekuatan sihir besar yang akan mengubah jalan hidupnya, rahasia terdalam yang selama ini selalu ia simpan dan sangkal.

Namun berbagai hal menyenangkan juga dialami Alanna, termasuk bertemu dengan teman-teman baru, yang sebagian akan mengetahui identitas aslinya sebagai anak perempuan.

Petualangan Alanna yang termasuk dalam serial Song of the Lioness ini merupakan kisah klasik yang anehnya tidak terlalu populer di sini. Saya sendiri diberi tahu tentang kisah ini oleh seorang teman dari Amerika yang merupakan penggemar berat Alanna, dan bahkan akhirnya menghadiahkan saya boxsetnya! (Thanks Grace!)

Kisahnya sendiri sebenarnya biasa-biasa saja, bumbunya cukup pas meramu petualangan, misteri dan drama yang dibalut humor segar. Namun yang berkesan tentu saja adalah sosok Alanna sendiri, perempuan tangguh yang tidak ingin tantangan gender membatasi mimpi dan cita-citanya. Kisah pembuktian pada dunia ini bisa dibilang perkenalan awal akan konsep feminisme yang ditujukan kepada pembaca middle grade, dan menurut saya berhasil disampaikan dengan amat baik oleh Tamora Pierce.

Sisi feminismenya tidak berlebihan juga karena Alanna masih digambarkan memiliki banyak kelemahan dan keterbatasan, bahkan Pierce tidak segan-segan membahas topik yang bisa dibilang cukup tabu di era buku ini terbit (awal 80an), termasuk perubahan fisik Alanna (dadanya yang bertumbuh, menstruasi pertama kali), yang tentu berperan besar dalam tantangannya menyaru sebagai anak laki-laki.

Alanna mengingatkan saya dengan sosok Katniss Everdeen dari serial Hunger Games, namun dengan karakter yang lebih polos dan jalan hidup yang tidak terlalu getir. Saya sendiri bermaksud akan menamatkan serial ini di tahun ini, semoga saja masih sempat mengingat tahun ini tinggal 2 bulan lagi!

Song of the Lioness

Alanna: The First Adventure, diterbitkan pertama kali tahun 1983 oleh Antheneum Books, kemudian diterbitkan juga oleh Random House Inc. Sekuelnya terbit berturut-turut tahun 1984, 1986, dan 1988. Serial ini awalnya ditulis dalam bentuk novel sepanjang 732 halaman berjudul Song of the Lioness, namun beberapa bagian dipangkas karena dianggap tidak sesuai untuk target pembacanya, dan Tamora Pierce akhirnya memecah novel ini menjadi beberapa buku dalam satu serial.

Submitted for:

Kategori Ten Point: Full Series

popsugar-rc-2017-button1

Category:  The first book in a series you haven’t read before