Tags

, , , , , , , , , ,

Judul: The Last Anniversary

Penulis: Liane Moriarty

Penerbit: Penguin Books (2005)

Halaman: 402p

Borrowed from: Ferina

Liane Moriarty. Nama yang akhir-akhir ini semakin populer berkat novel-novelnya yang juicy, yang beberapa malah sudah diangkat ke laya kaca. Tidak banyak penulis asal Australia yang berhasil menembus popularitas global dan Moriarty masih menjadi salah satunya.

The Last Anniversary tetap menggunakan ramuan jagoannya: rahasia keluarga, karakter-karakter yang quirky, konflik dan intrik rumah tangga serta pertemanan yang tak seindah kelihatannya.

Kisah berputar di sekitar pulau Scribbly Gum yang berlokasi di dekat kota Sydney. Pulau milik keluarga Doughty tersebut menjadi terkenal sejak era Depresi, saat Rose dan Connie Doughty, kakak beradik yang tinggal di sana, menemukan seorang bayi yang ditelantarkan oleh orang tuanya, Mr. dan Mrs. Munro yang sempat tinggal di pulau tersebut. Bayi itu kemudian dikenal sebagai Munro Baby. Dan sejak saat itu, hingga puluhan tahun kemudian, ‘Munro Baby Mystery’ membawa Scribbly Gum menjadi salah satu tempat wisata yang paling diminati di area Sydney, terutama acara tahunan mereka yang memperingati anniversary Baby Munro, selalu padat oleh pengunjung. Enigma, si bayi Munro, juga sudah berkeluarga dan memiliki anak-anak dan cucu yang sebagian ikut tinggal di pulau tersebut.

Namun tahun ini segalanya terasa berbeda. Connie, yang merupakan otak bisnis Scribbly Gum, meninggal dunia, dan mewariskan rumahnya pada Sophie Honeywell, mantan pacar salah satu cucu Enigma, Thomas, dan tentu saja keputusan Connie untuk mewariskan rumahnya pada orang luar yang bukan anggota keluarga, menimbulkan pro dan kontra.

Sophie sendiri amat terkejut dengan hal luar biasa ini. Sejak putus dengan Thomas, fokus hidupnya adalah mencari pasangan hidup yang bisa diajak berkeluarga, dan entah kenapa, Scribbly Gum sepertinya menjanjikan awal yang baru -termasuk dalam area romans- pada hidup Sophie.

Namun ternyata, ada rahasia-rahasia masa lalu keluarga Scribbly Gum yang Sophie mau tak mau terjebak di dalamnya. Dan semuanya meledak di malam Anniversary Sribbly Gum yang penuh drama!

Kekuatan utama Lianne Moriarty adalah meramu intrik-intrik rahasia ke dalam plot yang juicy dan membuat penasaran. Terkadang ramuan ini benar-benar sukses membuat pembaca menebak-nebak, seperti yang saya lakukan saat membaca The Husband’s Secret. Tapi dalam The Last Anniversary, saya merasa plotnya masih agak lemah. Rahasia yang ditutup-tutupi entah kenapa mudah tertebak sejak bagian pertengahan buku, dan pengungkapannya pun terasa amat flat. Semacam menimbulkan komentar “Nggak penting ah—” setelah rahasia tersebut terungkap.

Untunglah banyak karakter di buku ini yang cukup menarik sehingga agak mengobati kekecewaan terhadap keseluruhan plotnya. Grace yang bergumul dengan postnatal depression, dan Veronica yang selalu marah-marah, adalah beberapa karakter yang justru bisa menjadi favorit saya. Sementara karakter Sophie dan keluarganya agak terlalu membosankan menurut saya, dibuat komikal tapi tidak meyakinkan. Untungnya Moriarty tidak bermain-main terlalu detail dengan topik pencarian pasangan hidup Sophie sehingga saya masih bisa sabar mengikuti kisah ini.

Saya membaca di suatu tempat kalau The Last Anniversary adalah salah satu buku yang ditulis Moriarty di awal kariernya. Mungkin itu juga salah satu alasan plot lemah dan beberapa ganjalan lain, yang merupakan hasil eksperimen awal si penulis. Saya sendiri masih tetap tertarik untuk melanjutkan membaca karya Moriarty lainnya terutama yang ditulis belakangan ini.

Submitted for:

Kategori Ten Point: Buku Penulis Lima Benua (Australia)

 

Advertisements